Can’t move on from this weekend :)

Seorang perempuan hidup merantau sangatlah tidak mudah. Jauh dari orangtua merupakan sesuatu hal biasa di hidup gue, namun pada akhirnya gue harus mengakui kalo gue juga kangen banget untuk diceramahi a.k.a dibawelin mamah gue, “ya ampuuun, gadis kok bangunnya jam segini.. kalo gadis itu habis subuh jangan tidur lagi, nyapu, cuci piring dan masih banyak lagi…” Hal itu merupakan momen langka buat gue, dan yaa gue kangen banget masa-masa itu.

Puncaknya hari ini, well this weekend I got so much love! Mulai dari liat bayi-bayi lucu (acara aqiqah anaknya sahabat gue dan sepupu baru gue yang menggemaskan), kangen-kangenan plus ngobrol sama sahabat kesayangan gue yang akhirnya alhamdulillah kumpul formasi lengkap karena kesibukkan masing masing, terus gue juga ketemu mamah beserta mamang & bibi kesayangan yang selalu ada aja buat diobrolin plus dijadikan bahan lawakan, dan yang terakhir adalah gue dikenalin sama keluarga besar akang.

Fyi, akang ini sebenernya temen lama sih dan gak pernah terlintas sebenernya bisa jatuh cinta sama akang. But, he did it and now I’m falling for him. Jauh bersyukur banget atas apa yang Allah berikan selama ini, gue pun berharap semua yang terbaik buat kita ya kang. Dan sampai saat ini pun, gue selalu berdoa untuk yang terbaik, terbaik disini yaa memang jalan terbaik dari Allah, skenario kehidupan yang gak pernah bisa gue sangka terjadi di masa yang akan datang, dan gue harus mempersiapkan mental untuk menghadapi roller coaster kehidupan. Haha. Thanks for everything, my lovely weekend!

 

Forget to Heals

Hosh.. saya lelah. Ketika saya sudah tidak sabar dengan seseorang maka saya bisa mengeluarkan emosi secara meledak dan setelah itu menguap. Hal ini terjadi baru pagi ini, ketika saya butuh support rekan saya, namun dengan mudah menjawab malas, susah dan masih banyak alasan lagi.

Saya sakit hati. Karena sebegitu mudah nya menjawab dengan enteng seperti itu padahal saya berharap lebih karena dia memiliki skill khusus yang kebanyakan orang tidak punya, dan yang terpenting saya sangat membutuhkan.  Ini menjadi pelajaran buat saya untuk lebih bijak menanggapi setiap permintaan tolong oranglain ketika kita tidak bisa atau kesulitan memenuhi permintaan itu. Dan tidak mudah meremehkan atau menganggap setiap permintaan tolong seseorang itu merupakan hal yang remeh.

Mungkin selama ini, lidah saya dengan mudah mengatakan hal yang mungkin menyakiti lawan bicara saya, sehingga ini menjadi pelajaran lagi dan lagi untuk saya. Well, Kebo you have to forget everyhting because it heals everyhting. Keep smile kebo 🙂

KOPDAR!!!

Hai, jumpa lagi dengan kebomandi masih di blog yang sama 😀 muaaaaaaaah *kecup basah*

Well, kali ini setelah bangkit dari sarang (ini kebo apa burung?) yang sangaaaaaat “nyaman”. Kebomandi is comeback. Actually, saya sangat kangen sekali sama menulis. Entah, kebiasaan ini menjadi bergeser dengan kegiatan baru saya yaitu main game. Amppuuuun. Para blogger wp, ada yang punya informasi tentang writing challenge semacamnya gitu gak ya? Sebenernya, saya kangeeeeen banget nget.. Cuma akhir-akhir ini perasaan saya emang lagi galau to the max, jadi masa iya nyampah posting galau mulu di timeline wp. Hih. Abege juga udah ketuaan lu, kebo!

Sebenernya, saya sangat bersyukur karena akhirnya saya bisa menulis lagi.. hehe. Dan kali ini salah satu wish list kebomandi tercapai, horray! KOPDAR!!! Yeaaay! Hihi. Actually, saya sebenernya pernah kopdar sangat singkat waktu liburan ke jogja kemarin dengan salah satu blogger yaitu mas agfian, hello mas ian masih inget saya gak ya? Hehe. Tapi, itu sangat sebentar dan sejujurnya saya juga gak enak karena memang waktu sudah malem banget dan saya gak bisa lama-lama waktu itu. Hehe.

kopdar

mana senyum nya.. *unjuk gigi pepsodent*

And this is it, the real KOPDAR! Menurut saya, kopdar di bandung ini tercetus atas keberanian perempuan 16 apa 17  tahun yak? pokoknya perempuan yang sangat pemberani menurut saya, she is Liana atau biasa dipanggil dengan Li. Dia mungkin ada hubungannya dengan jet li hihi :p Well, remaja yang talkative ini nekat ke Bandung tanpa memiliki saudara atau teman yang dikenal sebelumnya, hanya mengandalkan teman dunia maya dan radar neptunus nya.. Untungnya gadis ini baik-baik saja terlepas beberapa kejadian yang saya juga gak bisa membayangkan dan pertolongan Sang Maha Kuasa itu ada.

Well, awalnya saya cemburu! Yak, bagaimana tidak, tiba-tiba saya melihat postingan tentang Li dan wak hasan yang bertemu secara nyata. Dan saya gak diajak! Cups. Saya langsung pengen ketemu pokoknya, walaupun dipikiran saya bertanya, “emang kalau kopdar, mau ngapain?” Yups, my mind always asks me that question. But, I think, we’ve never known what would be happen, if we don’t try that thing, right?

Jumat (7/3), saya  dan beki sampai ke MADTARI, sebenernya saya yang memilih tempat ini, karena sejujurnya saya bingung tempat mana yang cocok untuk dijadikan kopdar. Hihi. Sebab ada request dari wak Hassan tempatnya harus sederhana dan nyaman, saya pilih tempat ini karena tempatnya mudah untuk dijangkau oleh semuanya, jadilah jatuh pada pilihan tempat makan yang menyajikan makanan khas warkop bangetlah. Hihi.

Finally, we meet up 😀 hihi. Setelah menunggu Li diantarkan oleh the welly dan wak Hassan yang datang dengan sangat telatnya :p Namun, saya merasakan seperti  teman lama yang sudah lama gak bertemu. Yak kami ngobrol ngalor ngidul tanpa ada arah dan tujuan, tapi gak kaya butiran debu juga sih.. hihi. Dan sampailah pada suatu rencana, dan Hopefully, this mission would be accomplished! See you soon at another chapter. *hug*

Apakah ini perpisahan?

Terkadang perpisahan memang menyesakkan karena pikiran, perasaan, dan emosi yang telah terjalin kurang lebih dua semester. Namun terimakasih atas pengalaman selama ini yang telah kau berikan, walaupun seiring perjalanan ini, saya tidak bisa benar-benar memahami, membuat banyak kesalahan dan masih banyak kekurangan. Saya sangat tidak menyesal disini karena saya telah dipertemukan oleh orang-orang yang seperti kalian yang kini menjadi kaum minoritas di kampus saya yang katanya kampus berbasis riset namun miskin akan kepekaan sosial tentang lingkungan sekitar.

Februari merupakan bulan dimana kita dipertemukan. Saya sebelumnya tak pernah mengenal kalian, saya juga tak mengetahui sifat kalian dan kisah cinta kalian. Haha. Namun, seiring perjalanan, suka dan duka yang kita rasakan bersama, saya menemukan salah satu oase kecil yang menjadi tempat melepas penat tugas akhir yang kini mendera mahasiswa tingkat akhir seperti saya, yaitu berinteraksi dengan warga sekitar saat pelatihan, senyum polos anak kecil saat sanggar, tawa riang anak-anak panti asuhan karena senang bermain dan menadapat games sampai tatapan sinis warga kepada mahasiswa kepada kami karena rasa kepercayaan mereka kepada kaum kami yang sudah dipandang sebelah mata karena moral kami. Yah, memori-meori seperti itu akan tetap melekat dalam ingatan saya dan akan selalu saya kenang. It was unforgettable.

Sekali lagi terimakasih yang tak terhingga karena kesempatan emas yang telah diberikan kepada saya yang hanya memiliki pengalaman minim di bidang pengembangan masyarakat. Dan setelah sidang LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban), berakhir pula masa jabatan ini. Lega sekaligus sedih karena saya harus berpisah dengan kalian. Kawan, tetaplah berkarya untuk masayarakat sekitar dan sukses untuk kalian semoga kita dipertemukan oleh Allah SWT dengan cara yang begitu indah 😀 amin.

We call it, Family :)

We call it, Family 🙂