Terimakasih!

Hello.

Saya ingin bercerita tentang kisah hubungan saya yang kandas setelah delapan tahun lebih. Saya memilih untuk menceritakan karena saya ingin menyembuhkan luka hati ini yang selalu membuat saya berderai air mata di setiap sholat. Saya mencoba untuk meikhlaskannya walaupun kenyataan nya itu bukan perkara mudah karena telah melibatkan kedua keluarga yang telah saling kenal, keluarganya telah datang pada bulan february lalu. Sangat disayangkan.

Saya terperanjat, mengetahui bahwa ada orang ketiga dalam hubungan kami, kurang lebih setahun lamanya. Saya sangat mempercayainya dan berpikir dia bisa berteman dengan siapa saja. Namun tampak nya pondasi kedewasaan dalam hubungan ini belum begitu kokoh.

Saya hanya bisa menangis meratapi hubungan ini. Saya pun berpikir, apa yang salah dalam diri saya sehinnga dia menemukan sosok wanita lain di hatinya. Saya hanya bisa menangis dan pasrah tentang hubungan ini. Hingga akhirnya saya mencoba untuk memberanikan diri untuk meminta keputusan. Namun, dia tidak menjawab sepatah katapun. Matanya pun seakan tidak ada keyakinan disana, saya bisa merasakannya.

Dan saya pun memilih untuk mundur.

Terimakasih, Anjar Guritno!

Advertisements

New Hello

new hello.JPGSaat saya blogwalking, saya menemukan kalimat ini di blog nya mba cinta (mba cinta, ijin yaa capture hehe). Saya terdiam sejenak kemudian menghela nafas. Well, you did it yu, good job. Entahlah sudah ga ada bentuk nya lagi hati ini, mungkin seperti sisa remahan roti bretok favorit saya. Saya harus berani mengambil langkah yang gak pernah terpikirkan sebelumnya. Delapan tahun lima bulan sudah cukup buat saya dan terimakasih untuk semuanya. *mendadak melow*

Papandayan, Nice to Meet You!

Papandayan merupakan gunung kedua yang saya daki, sebelumnya saya pernah ceritakan disini. Well, beda gunung beda cerita. Banyak hal yang saya gak sangka dan saya sangat bersyukur dikelilingi teman-teman baik disekitar saya sehingga setiap perjalanan selalu menyenangkan dan selalu menjadi kenangan indah. Road to Papadayan diperankan oleh kami berlima, yaitu saya, farah, fuad, mas kur dan pak basa. Jika dilihat dari panggilan namanya, tentu sudah bisa dibedakan siapa yang paling tua hihi.

H-2 minggu, mas kur sudah membuatkan list apa-apa saja yang harus dibawa dan keperluan selama pendakian. Sejujurnya, ini adalah pengalaman pertama saya untuk camping di gunung dan saya satu-satunya yang masih newbie. Jadi, pak basa ini sangat concern terhadap segala sesuatu perlengkapan yang saya belum punya. Dan beliau paling banyak kasih saran tentang perlengkapan, fisik dan hal detail lainnya, thanks pak bas!

Akhirnya saya memutuskan untuk membawa daypack 30 L untuk menemani saya selama pendakian. Alasan kenapa saya pilih daypack tersebut? Karena saya suka warna nya haha. Tidak hanya daypack, saya juga membeli sendal gunung dengan warna senada. Centil. Haha. Planning kami, Jumat sore setelah jam kerja, kami berangkat ke Garut dan berangkat pagi. Goodluck for us!

The day is coming, Yeay! Kami berangkat jam 19.30 dari jababeka menuju garut, finally. Setelah drama farah yang hampir ga bisa ikut karena tiba-tiba serangan dokumen translate yang datangnya kaya banjir bandang dari HQ. Saya juga sempat ketar-ketir karena kalo farah ga ikut, saya wanita sendirian dong. Fyuuuh, namun setelah liat muka saya yang memelas akhirnya farah bisa juga ikut.

Sekitar jam satu dini hari, kami baru tiba di camp david. Fyi, saat ini gunung papandayan telah diambil alih oleh pihak swasta, PT. AIL, sehingga menurut teman saya untuk tiket masuk jauh lebih mahal dibandingkan sebelumya per awal oktober ini. Saat ini untuk tiket masuk dan camp di sini, kita harus merogoh kocek sekitar idr 65k, harga sebelumnya sekitar idr 35k sudah termasuk camp. Well, akhirnya kami memutuskan untuk membangun tenda hanya sekedar berisitrahat dari lelahnya perjalanan Cikarang – Garut.

Kami memulai pendakian sekitar jam delapan pagi karena semuanya bangun kesiangan, yang awalnya rencana naik jam 5 pagi, tapi ternyata baru bangun jam segitu hahaha. Well, selama perjalanan sudah ga terhitung lagi berapa kali saya memutuskan istirahat hehe.  Jalur pendakian di Papandayan ini tergolong variatif menurut saya, seperti jalanan berbatu – pijakan yang cukup licin dan ada sedikit loncat-loncat centil waktu menyebrangi aliran sungai kecil. Wah semuanya pengalaman baru bagi saya.

Dan akhirnya kami sampai di Pondok Selada, tempat kami mendirikan tenda. Awalnya saya berpikir bahwa kami akan full masak ala-ala pendaki gunung, tapi tet tot, disana beberapa warung yang buka 24 jam menyediakan indomie rebus, nasi goreng , gorengan dan sejenisnya. Hahaha. Masak-masak kami pun hanya seputar masak air dan indomie. Hehe.

Pendakian kali ini, hanya camping di Pondok Selada, tidak sampai puncak karena kendala cuaca yang selalu hujan hingga perjalanan turun. Sempat terpleset beberapa kali hingga celana saya belepotan dong hahaha. But that was a lot of fun and laugh. Hahah. Saya masih ingat ketika jam dua dini hari, saya terbangun dan ketakutan karena awalnya saya kira ada babi hutan sedang mengendus tenda kami –berdasarkan cerita penjaga, babi hutan turun pada malam hari- dan ternyata itu ada suara mendengkur dari tenda sebelah. Hahaha.

Papandayan nice to meet you!

 

20161020_222713

my fav : blue daypack

IMG-20161024-WA0059

let’s start!

IMG-20161024-WA0051

istirahat dulu yah

IMG-20161024-WA0060

istirahat (lagi)

20161022_170442

pondok selada

20161022_170514

dont worry kekurangan makanan. ada warkop 24 jam haha

20161022_174018

toilet dengan air super dingin

IMG-20161024-WA0044

tenda kita

IMG_20161024_202948

papandayan ranger (ki-ka : farah,fuad,pak basa, mas kur dan kebo)

IMG_20161104_055051

saatnya turun! thank you mas kur udah bawain tas aku :3

IMG-20161024-WA0045

bunga edelweis

IMG-20161024-WA0046

bunga edelwies (lagi)

IMG-20161024-WA0033

jump!

IMG-20161024-WA0034

keliatan muka capek nya –“

 

Fantastic Beasts and Where to Find Them

fantastic-beast

Gambar diambil dari fantasticbeasts

Rabu sore kemarin, saya putuskan untuk menonton film di mall paling hits se-cikarang, Cuma satu-satu nya di cikarang dengan bangunan dua lantai, mevvah yaa. Haha. Akhirnya searching di web nya cinemax dan ada film yang katanya jadi pelipur lara bagi para big fan of Harry Potter, saya? Bukan kok, saya masih susah move on dari The Lord of The Ring dan para hobbit. Dan setelah browsing sana sini, OMG lead role nya Eddie Redmayne dong *kedip centil*. Awal ketertarikan sama mas Eddie ini saat di film The Theory of Everything, doi berperan sebagai Stephen Hawking, dan karena acting kece nya mas eddie, dia meraih piala Oscar untuk kategori best actor, yang bikin makin kesemsem sama mas eddie, ternyata dia peraih piala Oscar termuda di kategorinya, masih kelahiran 1982 booo’.

Well, kecenya mas eddie ini ga bisa dipungkiri berbanding lurus dengan ekspektasi saya terhadap film terbaru nya ini dong. Hmm. Tapi, saya harus berpikir realistis, ekspektasi terlalu tinggi akan hanya membuat kecewa. Sama seperti halnya film AADC 2 yang menurut saya, sorry to say, *thumbs down*. Nah, karena pengalaman merupakan guru yang terbaik, maka jangan berekspektasi yu’ okee.. please set your expectation in low standard yaah yu’!

Back sound khas Hogwart diawal film sudah menyapa kita, dan ini semacam mengusir kangen nya para pecinta Harry Potter kali yaa dan bikin makin penasaran. Film ini berkisah seputar petualangan Newt Scemender menuju New York dengan misi khusus. Berlatar New york di tahun 1920’an dan masih menjunjung tinggi dunia witches dan wizard, Saya harus kagum dengan film yang bisa membawa mood penonton sangaaat halus dan memberikan cerita dari sisi lain dunia ini yaitu Magizoology.

Terlepas dari beberapa plot yang bolong dan gak mendetail tentang kenapa begini dan begitu, I am trully entertained by this movie. Ceritanya seakan mengajak kita untuk menyusun potongan puzzle dan harus sabar untuk nunggu sekuel selanjutnya. Dan katanya sih, film ini akan dibuat dalam lima part dan makin penasaran dong kira-kira surprise apalagi yang mau dikasih di film selanjutnya yang bakal release sekitar tahun 2018, lama banget maaak. Karena di akhir film ternyata muncul Mr. *sensored* and he was unpredictable. Pengen loncat dari bangku pas tau ada si om ini hahaha.

Festival Kuliner Serpong

Jika ditanya apa yang paling bisa membuat saya bahagia? Jawabannya mudah sekali, yaitu Makan. Hahaha. Entah formula seperti ini kapan terbentuk dan telah dibuat paten oleh otak saya ini. Sehingga ketika saya suntuk, badmood atau apapun lah itu, cukup bawakan saya makanan/cemilan beserta kopinya juga boleh, maka akan hilanglah seketika segala rasa gundah gulana yang ada di hati. Haha.

20160827_174552

Weekend lalu (ini sudah lamaaaa banget), Mas ngajakin saya untuk icip-icip di Festival Kuliner Serpong yang diadakan di Pelataran parkir Summarecon Mall Serpong. Awal pas diajakin sih gak terlalu berekspektasi lebih karena  biasanya acara festival kuliner yang pernah saya ikuti yaaah rasa seadanya dan harga yang cenderung mahal. Tapi, karena weekend waktu itu kita sama-sama kosong, akhirnya kita memutuskan untuk cuss ke sana. Here we go!

Tujuan pertama saya itu Nasi Goreng Kebon Sirih, Yaelaah jauh-jauh ke serpong masa ujung-ujungnya Nasi Goreng Haha. Seriously, Nasi Goreng ini enak banget. Gak Bohong. Saya suka banget. Saya yang anti kambing, akhirnya excuse sama nasgor ini, karena rempah-rempahnya itu yang hmmm bikin perut krucuk-krucuk  dan apalagi yaaa yang bikin nagih nya yaa, hoiyaa cara masak nya di kuali super gede dengan nasi segunung, rasanya pengen makan langsung dari kualinya. Haha.

20160827_164344

Setelah kewajiban utama perut terpenuhi  yaitu nasi, destinasi berikut nya “ Mie Goreng Abang Adek”. Mie goreng bisa kali ngerebus di kosan sendiri, weits.. jangan salah, Khasnya dari mie goreng ini itu cabe rawit nya yang buanyaak banget. Jadi bayangkan satu indomie dimasak dengan kelipatan cabe rawit mulai dari 10, 25, 50 dst. Pilihan cabe rawit ada di jumlah 25 buah. Dan itu udah pedes bangeeet huu haaah..

20160827_164446

Yang membuat jatuh hati kemudian yaitu pecel pincuk. Ini request nya Mas, karena doi emang doyan banget sama yang namanya pecel, jadi sekalian juga pengen tau Pencel pincuk yang kaya gimana rasanya. Overall, sama aja sih kaya pecel pada dasarnya, Cuma disini tersedia bumbu manis dan pedas, jadi gak usah worry untuk yg gak terlalu suka pedes. Huaaah kenyang banget.

20160827_165855

Sebenernya masih pengen banget nyobain lain-lainnya Cuma karena perut yang udah kenyang, akhirnya ditutup dengan serabi solo dan es cendol elizabeth, makanan penutup nya lupa diphoto. Hehe. Thank you Festival Kuliner Serpong, kapan kapan adain lagi yaaah. Uenak!

Peucang Island, You’re So Gorgeous!

Hai!

Disini udah ada yang pernah denger tentang Pulau Peucang? Pulau Peucang ini terletak di kepulauan Ujung Kulon dengan pantai dan laut yang indaaaaaaaaaaaaaaaah banget. Haha. kenapa huruf ‘a’ nya banyak? Karena emang kenyataan nya pulau Peucang ini membuat saya susah move on. Pulau ini masih dalam wilayah konservasi pemerintah, karena pulau ini bukan untuk dihuni, tidak ada penduduk yang menetap hanya ada penjaga pulau dari Dinas Pertanian dan Kehutanan.

Perjalan menuju Ujung Kulon sekitar kurang lebih enam jam dari Jakarta -Gedung Indos*t (check point kumpul). Setelah sampai, kami harus naik kapal lagi untuk tiba disana kurang lebih tiga jam.  By the way, jangan mengaharapkan sinyal disini ya, blank, untuk semua operator, bahkan operator yang katanya paling Indonesia banget sinyalnya juga gak ada loh. Dan disini, listrik sangat terbatas baru ada jam 4 sore hingga jam 6 pagi, selebihnya mati listrik total.

Kesan pertama saat tiba di pulau ini, Saya langsung inget film Castaway nya Tom Hanks . Why? Karena emang sepiiii banget and I love it. Dan kita juga bisa snorkling tanpa harus sebrang pulau atau cari spot sana sini, waaah it’s awesome! Haha. Lokasi nya deket banget, Cuma perlu kecepek kecepk dikit, langsung ada ikan dan karang yang wow banget –sayangnya, saya ga punya kamera underwater- hiks. Fyi, babi hutan, rusa dan monyet kecil berkeliaran bebas disini dan katanya sih mereka sudah jinak Cuma tetep aja yaaah liat babi hutan bawaan nya lemes aja. Ya kali, kalo tiba-tiba nyeruduk gimana haha.

Peucang ini, benar-benar membuat saya speecless karena keindahan pulau ini yang luar biasa. I could not explain how beautiful Peucang is.

Thank you Peucang, you’re so gorgeous!

20160814_123104

Elmo’s goes to Peucang!

img_20160813_095142

Welcome to Peucang! *Disambut Babi Hutan*

img_20160814_122305img_20160814_122102img_20160814_121928img_20160814_122349

1471271569044

Elmo’s Family *Photo Studio*

img_20160814_152427

Thank You Peucang! See you~

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Accidentally!

Weekend, it’s time to pulang kampung, Ayyu back to Kuningan! Haha. Setelah semalam gagal pulang kampung karena tiba-tiba mamang (re: paman sebutan dalam bahasa sunda) ga jadi jemput karena satu dua lain hal, akhirnya saya memutuskan untuk naik bus dengan plan sebagai berikut : naik bus primajasa ke bandung, terus lanjut naik bus damri tujuan ke kuningan. Kenapa gak langsung naik bus dari cikarang cus ke kuningan? Naik apa? Luragung? Wah, terimakasih saudara-saudara, saya cukup sekali naik bus penantang nyawa seperti itu. Cukup sekali. Haha.

Bandung, aaargh kangen banget. Gimana gak? Semenjak saya lulus dari kampus tercintah, saya sudah jaraaaang ke kota penuh kenangan. Kalo kata pidi baiq, Tuhan menciptakan Bandung saat tersenyum, itu bener banget karena memang banyak kenangan manisnya. Dan itu yang bikin saya ga pernah bisa move on dari Bandung. Dan waktu kuliah, saat melewati jalan riau, saya selalu bercita cita ingin punya rumah di Bandung, pengen banget.

Pagi ini dimulai perjalanan menuju Bandung dengan Primajasa.  Cuaca saat itu cerah dan hangat, aah saya semakin gak sabar untuk menyapa Bandung kembali.  Dan finally, saya menginjakkan kaki di Bandung, hmmm saya hirup udara Bandung sepuas mungkin, hingga saya tersadar ada seseorang yang menjemput saya, Browny.

“mau kemana kita”

“pokoknya yang gak ada di Jakarta dan sekitarnya”

“i know, Tahura!”

Sejujurnya, saya belum tau, ada apa di Tahura? Oiya, bagi yang belum tahu tahura itu apa? Tahura adalah singkatan dari Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, untuk lebih jelas nya bisa googling yah. Haha.

Hmmm.. Udara di Tahura ini bener-bener suegerr banget. Sejuk dan suasana nya masih alami banget. HIJAU. Menurut saya, ini cocok banget buat wisata keluarga, kenapa gitu, karena untuk hiking bareng, seru banget. Apalagi banyak spot yang bisa dikunjungi. Dan saya sarankan, please use your comfort shoes for hiking. Karena track nya lumayan jauh antar satu spot dengan spot lain nya, jadi kebayang misal pake sepatu yang ada heels nya sedikit aja, siap siap aja betis berkonde. *aman untuk perjalanan kali ini, saya menggunakan sepatu yang tepat*

Di awal masuk, sudah disediakan semacam papan informasi untuk memberikan info seputar spot-spot apa yang tersedia di tahura ini. Dan untuk trip tahura kali ini, spot utama yang ingin kami kunjungi yaitu “Penangkaran Rusa”. Here we go!

Nah, untuk menuju spot penangkaran rusa ini, kami melewati Goa Belanda. Gelap. Haha. Sepanjang menelusuri goa ini, pengap yang terasa di tempat yang konon katanya pernah digunakan sebagai penjara. Sepanjang perjalanan menuju tujuan utama kami, sejujurnya saya gak terlalu percaya sama info kilometer yang harus kami tempuh untuk sampai di spot tertentu karena bagi kami, terasa lebih jauh atau memang faktor “u” yang sudah melanda kami, terlalu lemah berjalan jauh. Haha.

Dan sampailah di Penangkaran Rusa.  Jika dilihat, penangkaran rusa disini, sebenernya gak dibuka untuk umum, maksudnya pure penangkaran rusa dengan penjaganya. Dan pada awal masuk, bapak penjaga nya baik hati menawarkan kami, untuk masuk dan memeberikan makan langsung kepada para rusa mini ini. Btw, bagi kalian yang udah pernah ke penangkaran rusa di Ranca Upas. Kalo disini, rusa-rusanya ukuran nya lebih kecil dibandingkan dengan di Ranca Upas. Dan menurut saya untuk berinteraksi dengan rusa langsung, disini lebih manusiawi  karena rusa nya lebih jinak dan kalem , beda dengan rusa di Ranca Upas, liat wortel dikit langsung nyosor aja. Hihi.

Well, Terimakasih Tahura sudah menjadi short beauty escape di Bandung.  I miss you, Bandung.

img_20160910_105224

Penangkaran Rusa Tahura

20160910_105043

Hello blogger wordpress, Hello from me!

img_20160910_104929

it’s time to feeding!

img_20160910_104842

Makan yang banyaaak yah!

20160910_104608

Disaat yang lainnya sibuk makan, rusa yang satu ini anteng banget..

img_20160910_100145

ini pintu masuk Goa Belanda

img_20160910_144439

Thank You Browny telah menjadi partner jalan-jalan dan “abang uber” di Bandung 🙂