Papandayan, Nice to Meet You!

Papandayan merupakan gunung kedua yang saya daki, sebelumnya saya pernah ceritakan disini. Well, beda gunung beda cerita. Banyak hal yang saya gak sangka dan saya sangat bersyukur dikelilingi teman-teman baik disekitar saya sehingga setiap perjalanan selalu menyenangkan dan selalu menjadi kenangan indah. Road to Papadayan diperankan oleh kami berlima, yaitu saya, farah, fuad, mas kur dan pak basa. Jika dilihat dari panggilan namanya, tentu sudah bisa dibedakan siapa yang paling tua hihi.

H-2 minggu, mas kur sudah membuatkan list apa-apa saja yang harus dibawa dan keperluan selama pendakian. Sejujurnya, ini adalah pengalaman pertama saya untuk camping di gunung dan saya satu-satunya yang masih newbie. Jadi, pak basa ini sangat concern terhadap segala sesuatu perlengkapan yang saya belum punya. Dan beliau paling banyak kasih saran tentang perlengkapan, fisik dan hal detail lainnya, thanks pak bas!

Akhirnya saya memutuskan untuk membawa daypack 30 L untuk menemani saya selama pendakian. Alasan kenapa saya pilih daypack tersebut? Karena saya suka warna nya haha. Tidak hanya daypack, saya juga membeli sendal gunung dengan warna senada. Centil. Haha. Planning kami, Jumat sore setelah jam kerja, kami berangkat ke Garut dan berangkat pagi. Goodluck for us!

The day is coming, Yeay! Kami berangkat jam 19.30 dari jababeka menuju garut, finally. Setelah drama farah yang hampir ga bisa ikut karena tiba-tiba serangan dokumen translate yang datangnya kaya banjir bandang dari HQ. Saya juga sempat ketar-ketir karena kalo farah ga ikut, saya wanita sendirian dong. Fyuuuh, namun setelah liat muka saya yang memelas akhirnya farah bisa juga ikut.

Sekitar jam satu dini hari, kami baru tiba di camp david. Fyi, saat ini gunung papandayan telah diambil alih oleh pihak swasta, PT. AIL, sehingga menurut teman saya untuk tiket masuk jauh lebih mahal dibandingkan sebelumya per awal oktober ini. Saat ini untuk tiket masuk dan camp di sini, kita harus merogoh kocek sekitar idr 65k, harga sebelumnya sekitar idr 35k sudah termasuk camp. Well, akhirnya kami memutuskan untuk membangun tenda hanya sekedar berisitrahat dari lelahnya perjalanan Cikarang – Garut.

Kami memulai pendakian sekitar jam delapan pagi karena semuanya bangun kesiangan, yang awalnya rencana naik jam 5 pagi, tapi ternyata baru bangun jam segitu hahaha. Well, selama perjalanan sudah ga terhitung lagi berapa kali saya memutuskan istirahat hehe.  Jalur pendakian di Papandayan ini tergolong variatif menurut saya, seperti jalanan berbatu – pijakan yang cukup licin dan ada sedikit loncat-loncat centil waktu menyebrangi aliran sungai kecil. Wah semuanya pengalaman baru bagi saya.

Dan akhirnya kami sampai di Pondok Selada, tempat kami mendirikan tenda. Awalnya saya berpikir bahwa kami akan full masak ala-ala pendaki gunung, tapi tet tot, disana beberapa warung yang buka 24 jam menyediakan indomie rebus, nasi goreng , gorengan dan sejenisnya. Hahaha. Masak-masak kami pun hanya seputar masak air dan indomie. Hehe.

Pendakian kali ini, hanya camping di Pondok Selada, tidak sampai puncak karena kendala cuaca yang selalu hujan hingga perjalanan turun. Sempat terpleset beberapa kali hingga celana saya belepotan dong hahaha. But that was a lot of fun and laugh. Hahah. Saya masih ingat ketika jam dua dini hari, saya terbangun dan ketakutan karena awalnya saya kira ada babi hutan sedang mengendus tenda kami –berdasarkan cerita penjaga, babi hutan turun pada malam hari- dan ternyata itu ada suara mendengkur dari tenda sebelah. Hahaha.

Papandayan nice to meet you!

 

20161020_222713

my fav : blue daypack

IMG-20161024-WA0059

let’s start!

IMG-20161024-WA0051

istirahat dulu yah

IMG-20161024-WA0060

istirahat (lagi)

20161022_170442

pondok selada

20161022_170514

dont worry kekurangan makanan. ada warkop 24 jam haha

20161022_174018

toilet dengan air super dingin

IMG-20161024-WA0044

tenda kita

IMG_20161024_202948

papandayan ranger (ki-ka : farah,fuad,pak basa, mas kur dan kebo)

IMG_20161104_055051

saatnya turun! thank you mas kur udah bawain tas aku :3

IMG-20161024-WA0045

bunga edelweis

IMG-20161024-WA0046

bunga edelwies (lagi)

IMG-20161024-WA0033

jump!

IMG-20161024-WA0034

keliatan muka capek nya –“

 

Festival Kuliner Serpong

Jika ditanya apa yang paling bisa membuat saya bahagia? Jawabannya mudah sekali, yaitu Makan. Hahaha. Entah formula seperti ini kapan terbentuk dan telah dibuat paten oleh otak saya ini. Sehingga ketika saya suntuk, badmood atau apapun lah itu, cukup bawakan saya makanan/cemilan beserta kopinya juga boleh, maka akan hilanglah seketika segala rasa gundah gulana yang ada di hati. Haha.

20160827_174552

Weekend lalu (ini sudah lamaaaa banget), Mas ngajakin saya untuk icip-icip di Festival Kuliner Serpong yang diadakan di Pelataran parkir Summarecon Mall Serpong. Awal pas diajakin sih gak terlalu berekspektasi lebih karena  biasanya acara festival kuliner yang pernah saya ikuti yaaah rasa seadanya dan harga yang cenderung mahal. Tapi, karena weekend waktu itu kita sama-sama kosong, akhirnya kita memutuskan untuk cuss ke sana. Here we go!

Tujuan pertama saya itu Nasi Goreng Kebon Sirih, Yaelaah jauh-jauh ke serpong masa ujung-ujungnya Nasi Goreng Haha. Seriously, Nasi Goreng ini enak banget. Gak Bohong. Saya suka banget. Saya yang anti kambing, akhirnya excuse sama nasgor ini, karena rempah-rempahnya itu yang hmmm bikin perut krucuk-krucuk  dan apalagi yaaa yang bikin nagih nya yaa, hoiyaa cara masak nya di kuali super gede dengan nasi segunung, rasanya pengen makan langsung dari kualinya. Haha.

20160827_164344

Setelah kewajiban utama perut terpenuhi  yaitu nasi, destinasi berikut nya “ Mie Goreng Abang Adek”. Mie goreng bisa kali ngerebus di kosan sendiri, weits.. jangan salah, Khasnya dari mie goreng ini itu cabe rawit nya yang buanyaak banget. Jadi bayangkan satu indomie dimasak dengan kelipatan cabe rawit mulai dari 10, 25, 50 dst. Pilihan cabe rawit ada di jumlah 25 buah. Dan itu udah pedes bangeeet huu haaah..

20160827_164446

Yang membuat jatuh hati kemudian yaitu pecel pincuk. Ini request nya Mas, karena doi emang doyan banget sama yang namanya pecel, jadi sekalian juga pengen tau Pencel pincuk yang kaya gimana rasanya. Overall, sama aja sih kaya pecel pada dasarnya, Cuma disini tersedia bumbu manis dan pedas, jadi gak usah worry untuk yg gak terlalu suka pedes. Huaaah kenyang banget.

20160827_165855

Sebenernya masih pengen banget nyobain lain-lainnya Cuma karena perut yang udah kenyang, akhirnya ditutup dengan serabi solo dan es cendol elizabeth, makanan penutup nya lupa diphoto. Hehe. Thank you Festival Kuliner Serpong, kapan kapan adain lagi yaaah. Uenak!

Peucang Island, You’re So Gorgeous!

Hai!

Disini udah ada yang pernah denger tentang Pulau Peucang? Pulau Peucang ini terletak di kepulauan Ujung Kulon dengan pantai dan laut yang indaaaaaaaaaaaaaaaah banget. Haha. kenapa huruf ‘a’ nya banyak? Karena emang kenyataan nya pulau Peucang ini membuat saya susah move on. Pulau ini masih dalam wilayah konservasi pemerintah, karena pulau ini bukan untuk dihuni, tidak ada penduduk yang menetap hanya ada penjaga pulau dari Dinas Pertanian dan Kehutanan.

Perjalan menuju Ujung Kulon sekitar kurang lebih enam jam dari Jakarta -Gedung Indos*t (check point kumpul). Setelah sampai, kami harus naik kapal lagi untuk tiba disana kurang lebih tiga jam.  By the way, jangan mengaharapkan sinyal disini ya, blank, untuk semua operator, bahkan operator yang katanya paling Indonesia banget sinyalnya juga gak ada loh. Dan disini, listrik sangat terbatas baru ada jam 4 sore hingga jam 6 pagi, selebihnya mati listrik total.

Kesan pertama saat tiba di pulau ini, Saya langsung inget film Castaway nya Tom Hanks . Why? Karena emang sepiiii banget and I love it. Dan kita juga bisa snorkling tanpa harus sebrang pulau atau cari spot sana sini, waaah it’s awesome! Haha. Lokasi nya deket banget, Cuma perlu kecepek kecepk dikit, langsung ada ikan dan karang yang wow banget –sayangnya, saya ga punya kamera underwater- hiks. Fyi, babi hutan, rusa dan monyet kecil berkeliaran bebas disini dan katanya sih mereka sudah jinak Cuma tetep aja yaaah liat babi hutan bawaan nya lemes aja. Ya kali, kalo tiba-tiba nyeruduk gimana haha.

Peucang ini, benar-benar membuat saya speecless karena keindahan pulau ini yang luar biasa. I could not explain how beautiful Peucang is.

Thank you Peucang, you’re so gorgeous!

20160814_123104

Elmo’s goes to Peucang!

img_20160813_095142

Welcome to Peucang! *Disambut Babi Hutan*

img_20160814_122305img_20160814_122102img_20160814_121928img_20160814_122349

1471271569044

Elmo’s Family *Photo Studio*

img_20160814_152427

Thank You Peucang! See you~

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Accidentally!

Weekend, it’s time to pulang kampung, Ayyu back to Kuningan! Haha. Setelah semalam gagal pulang kampung karena tiba-tiba mamang (re: paman sebutan dalam bahasa sunda) ga jadi jemput karena satu dua lain hal, akhirnya saya memutuskan untuk naik bus dengan plan sebagai berikut : naik bus primajasa ke bandung, terus lanjut naik bus damri tujuan ke kuningan. Kenapa gak langsung naik bus dari cikarang cus ke kuningan? Naik apa? Luragung? Wah, terimakasih saudara-saudara, saya cukup sekali naik bus penantang nyawa seperti itu. Cukup sekali. Haha.

Bandung, aaargh kangen banget. Gimana gak? Semenjak saya lulus dari kampus tercintah, saya sudah jaraaaang ke kota penuh kenangan. Kalo kata pidi baiq, Tuhan menciptakan Bandung saat tersenyum, itu bener banget karena memang banyak kenangan manisnya. Dan itu yang bikin saya ga pernah bisa move on dari Bandung. Dan waktu kuliah, saat melewati jalan riau, saya selalu bercita cita ingin punya rumah di Bandung, pengen banget.

Pagi ini dimulai perjalanan menuju Bandung dengan Primajasa.  Cuaca saat itu cerah dan hangat, aah saya semakin gak sabar untuk menyapa Bandung kembali.  Dan finally, saya menginjakkan kaki di Bandung, hmmm saya hirup udara Bandung sepuas mungkin, hingga saya tersadar ada seseorang yang menjemput saya, Browny.

“mau kemana kita”

“pokoknya yang gak ada di Jakarta dan sekitarnya”

“i know, Tahura!”

Sejujurnya, saya belum tau, ada apa di Tahura? Oiya, bagi yang belum tahu tahura itu apa? Tahura adalah singkatan dari Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, untuk lebih jelas nya bisa googling yah. Haha.

Hmmm.. Udara di Tahura ini bener-bener suegerr banget. Sejuk dan suasana nya masih alami banget. HIJAU. Menurut saya, ini cocok banget buat wisata keluarga, kenapa gitu, karena untuk hiking bareng, seru banget. Apalagi banyak spot yang bisa dikunjungi. Dan saya sarankan, please use your comfort shoes for hiking. Karena track nya lumayan jauh antar satu spot dengan spot lain nya, jadi kebayang misal pake sepatu yang ada heels nya sedikit aja, siap siap aja betis berkonde. *aman untuk perjalanan kali ini, saya menggunakan sepatu yang tepat*

Di awal masuk, sudah disediakan semacam papan informasi untuk memberikan info seputar spot-spot apa yang tersedia di tahura ini. Dan untuk trip tahura kali ini, spot utama yang ingin kami kunjungi yaitu “Penangkaran Rusa”. Here we go!

Nah, untuk menuju spot penangkaran rusa ini, kami melewati Goa Belanda. Gelap. Haha. Sepanjang menelusuri goa ini, pengap yang terasa di tempat yang konon katanya pernah digunakan sebagai penjara. Sepanjang perjalanan menuju tujuan utama kami, sejujurnya saya gak terlalu percaya sama info kilometer yang harus kami tempuh untuk sampai di spot tertentu karena bagi kami, terasa lebih jauh atau memang faktor “u” yang sudah melanda kami, terlalu lemah berjalan jauh. Haha.

Dan sampailah di Penangkaran Rusa.  Jika dilihat, penangkaran rusa disini, sebenernya gak dibuka untuk umum, maksudnya pure penangkaran rusa dengan penjaganya. Dan pada awal masuk, bapak penjaga nya baik hati menawarkan kami, untuk masuk dan memeberikan makan langsung kepada para rusa mini ini. Btw, bagi kalian yang udah pernah ke penangkaran rusa di Ranca Upas. Kalo disini, rusa-rusanya ukuran nya lebih kecil dibandingkan dengan di Ranca Upas. Dan menurut saya untuk berinteraksi dengan rusa langsung, disini lebih manusiawi  karena rusa nya lebih jinak dan kalem , beda dengan rusa di Ranca Upas, liat wortel dikit langsung nyosor aja. Hihi.

Well, Terimakasih Tahura sudah menjadi short beauty escape di Bandung.  I miss you, Bandung.

img_20160910_105224

Penangkaran Rusa Tahura

20160910_105043

Hello blogger wordpress, Hello from me!

img_20160910_104929

it’s time to feeding!

img_20160910_104842

Makan yang banyaaak yah!

20160910_104608

Disaat yang lainnya sibuk makan, rusa yang satu ini anteng banget..

img_20160910_100145

ini pintu masuk Goa Belanda

img_20160910_144439

Thank You Browny telah menjadi partner jalan-jalan dan “abang uber” di Bandung 🙂

Melarikan DIri ke Pulau Tidung

Hallo blog..

Kali ini saya mau bercerita tentang liburan saya ke Pulau Tidung di bulan Agustus kemarin. Dan alhamdulillah cukup menenangkan batin saya untuk mengahadapi final interviewdi akhir agustus. Semoga ini menjadi pelabuhan terakhir saya setelah sekian lama berkelana mencari tambatan hati *Tsaaah *ini nyari jodoh apa kerja? Hihihi

Well, akhirnya Liburan ke Pulau Tidung. Yeay! Karena di Bandung gak ada pantai, jadi seneng aja karena terakhir ke pantai itu waktu tingkat 2 waktu kuliah dulu. Well. Here we go!

Keberangkatan saya berawal dari Pasar ikan muara angke dari jam 8 pagi, tapi kalo bisa dari jam 7 pagi sudah standby di kapal untuk nyari spot yang oke di kapal. Sekitar tiga jam terombang-ambing di laut dan ombaknya emang lagi kenceng yaaa jadi banyak-banyak zikir aja waktu di dalam kapal. Dan sayang banget sih ya, menurut saya factor keamanan yang ada di kapal ini sangat minim. Sedih sih, padahal objek wisata pulau seribu merupakan wisata pantai bagus yang paling dekat dengan Jakarta, tapi akses nya menuju kesana yang kurang. Hmm.. Saya membayangkan kalo Pelabuhan Muara Angke bisa jadi pelabuhan untuk akses menuju kepulauan seribu karena dampaknya akan baik sekali buat Pasar Ikan disekitarnya.

Pulau Tidung merupakan salah satu pulau di kepulauan seribu dengan objek wisata yang cukup lengkap, mulai dari watersports, pantai pasir putih, wisata sejarah dan pasti nya snorkeling yeay. Namun, sedihnya.. pulau ini masih terkena dampak sampah Jakarta. Walaupun sudah ada petugas kebersihan dan penduduk pulau yang membersihkan, namun jika arus sedang membawa sampah-sampah tersebut maka penduduk tiba bisa berbuat banyak. Sedih ya, padahal menurut saya pulau yang namanya terinsipirasi dari salah satu sultan dari Kalimantan yang meninggal di Pulau ini, harus tercemar oleh sampah-sampah yang berasal dari Jakarta. Efek nya gak hanya banjir, tapi juga merusak lingkungan juga! Remember it!

Well, daripada banyak cincong mending langsung aja yaa liat foto-fotonya 😀

IMG_20140809_160358

Dermaga Utama Pulau Tidung

IMG_20140810_064322

tiket kapal perjalanan pulau tidung-muara angke

IMG_20140809_160324

Lampu Delapan, letaknya berada di Dermaga Utama Pulau Tidung

IMG_20140809_155705

Asal Muasal nama Pulau Tidung ini yang berasal dari nama Raja Kalimantan Utara yang meninggal bersama keluarganya di Pulau Tidung ini, tutur sang tour guide

IMG_20140810_064203

kalo ini bisa disebut prasati gak sih? hehe

IMG_20140810_061531

Sunrise at Tidung Island

IMG_20140810_062046

Suasana halaman depan penginapan

IMG_9373_2

Jembatan Cinta

IMG_9441_2

Jump!!

IMG_9443_2

Dermaga di Jembatan Cinta

IMG_9439_2

watersports, banana boat. 😀

IMG_9438_2

Lagi asik main pasir, tapi kalo diperhatiin ada sampah nya 😦

IMG_9458_2

sweet moment :’)

IMG_9429_2

ready for snorkeling 😀

???????????????????????????????

underwater

IMG_9369_2

narsis dikit boleh lah ya 😀

KOPDAR!!!

Hai, jumpa lagi dengan kebomandi masih di blog yang sama 😀 muaaaaaaaah *kecup basah*

Well, kali ini setelah bangkit dari sarang (ini kebo apa burung?) yang sangaaaaaat “nyaman”. Kebomandi is comeback. Actually, saya sangat kangen sekali sama menulis. Entah, kebiasaan ini menjadi bergeser dengan kegiatan baru saya yaitu main game. Amppuuuun. Para blogger wp, ada yang punya informasi tentang writing challenge semacamnya gitu gak ya? Sebenernya, saya kangeeeeen banget nget.. Cuma akhir-akhir ini perasaan saya emang lagi galau to the max, jadi masa iya nyampah posting galau mulu di timeline wp. Hih. Abege juga udah ketuaan lu, kebo!

Sebenernya, saya sangat bersyukur karena akhirnya saya bisa menulis lagi.. hehe. Dan kali ini salah satu wish list kebomandi tercapai, horray! KOPDAR!!! Yeaaay! Hihi. Actually, saya sebenernya pernah kopdar sangat singkat waktu liburan ke jogja kemarin dengan salah satu blogger yaitu mas agfian, hello mas ian masih inget saya gak ya? Hehe. Tapi, itu sangat sebentar dan sejujurnya saya juga gak enak karena memang waktu sudah malem banget dan saya gak bisa lama-lama waktu itu. Hehe.

kopdar

mana senyum nya.. *unjuk gigi pepsodent*

And this is it, the real KOPDAR! Menurut saya, kopdar di bandung ini tercetus atas keberanian perempuan 16 apa 17  tahun yak? pokoknya perempuan yang sangat pemberani menurut saya, she is Liana atau biasa dipanggil dengan Li. Dia mungkin ada hubungannya dengan jet li hihi :p Well, remaja yang talkative ini nekat ke Bandung tanpa memiliki saudara atau teman yang dikenal sebelumnya, hanya mengandalkan teman dunia maya dan radar neptunus nya.. Untungnya gadis ini baik-baik saja terlepas beberapa kejadian yang saya juga gak bisa membayangkan dan pertolongan Sang Maha Kuasa itu ada.

Well, awalnya saya cemburu! Yak, bagaimana tidak, tiba-tiba saya melihat postingan tentang Li dan wak hasan yang bertemu secara nyata. Dan saya gak diajak! Cups. Saya langsung pengen ketemu pokoknya, walaupun dipikiran saya bertanya, “emang kalau kopdar, mau ngapain?” Yups, my mind always asks me that question. But, I think, we’ve never known what would be happen, if we don’t try that thing, right?

Jumat (7/3), saya  dan beki sampai ke MADTARI, sebenernya saya yang memilih tempat ini, karena sejujurnya saya bingung tempat mana yang cocok untuk dijadikan kopdar. Hihi. Sebab ada request dari wak Hassan tempatnya harus sederhana dan nyaman, saya pilih tempat ini karena tempatnya mudah untuk dijangkau oleh semuanya, jadilah jatuh pada pilihan tempat makan yang menyajikan makanan khas warkop bangetlah. Hihi.

Finally, we meet up 😀 hihi. Setelah menunggu Li diantarkan oleh the welly dan wak Hassan yang datang dengan sangat telatnya :p Namun, saya merasakan seperti  teman lama yang sudah lama gak bertemu. Yak kami ngobrol ngalor ngidul tanpa ada arah dan tujuan, tapi gak kaya butiran debu juga sih.. hihi. Dan sampailah pada suatu rencana, dan Hopefully, this mission would be accomplished! See you soon at another chapter. *hug*

Belajar jadi wanita edisi belajar menjahit

Semua ini terinspirasi dari kegiatan yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut dari tanggal 21-23 Juni 2013, yaitu berupa kegiatan pemberdayaan ibu-ibu warga Desa Citeureup (Desa Binaan IT Telkom). Dan apa hubungannya dengan judul diatas? Yup, ini semua berawal dari sebuah percakapan singkat saya dengan seorang ibu Rus yang sebenernya bikin saya malu-malu kebo. Hehe.

“iih, ibu kok jahitannya rapih banget sih? Iri banget, pengen bisa jahit rapih gitu”, kebo muka bête.

“yaaa.. ini mah karena udah biasa neng jahit-jahit baju suami sama anak yang robek aja. Lagipula, kalo jadi istri ya harus bisa jahit atuh, masa robek dikit langsung dibuang atau dijadikan kain lap. Apalagi neng bentar lagi mau pasti nikah kan? Malu atuh sama mertuaaa..haha“

Saat itu, gue juga ikut ketawa, tapi…

Oooh meeen.. itu rasa nya jleb jleb jleb.. Malu aja gitu rasanya, secara udah umur kepala dua gini masih belum bisa jahit. Akhirnya, dengan tekad bulaat, kebo belajar menjahit dengan hasil karya yang gak perfect-perfect amat sih. Hehe. Maklum baru belajar jahit untuk pertama kali nya. Hehe.

ini dia penampakan dari hasil belajar menjahit kebo..

Image

ini namanya boneka fox. keliatan kaya orang ngambek gak sih? haha. inisial D itu untuk sahabat super keren kebo 🙂

Image

ini boneka owly hasil karya pertama keboo :))

Image

dan mereka pun bersanding.. yang akur yaaak 🙂

[That’s Fact] Kebo di kubangan lumpuuurrr

Jadi, saya akan bercerita tentang pengalaman saya yang mungkin gak akan saya lupakan karena ini mungkin ada sangkut pautnya dengan nama blog saya. Sebelumnya saya minta maaf, saya gak punya foto kejadian karena saat itu suasana gelap dan gak ada penerangan sama sekali.

Sekitar jam 8 malem hari kamis (23/05), saya baru aja pulang dari kosan teman saya, waktu itu saya pulang dianter si kambing, nah gak biasanya juga kita lewat jalan raya karena biasa nya saya itu kalau mau ke kosan saya lewat jalan kampus, waktu itu kalo gak salah si kambing lagi ada urusan mau main futsal. Oke, waktu itu sih tanpa pikir panjang saya langsung oke-in aja, karena daripada harus jalan kaki jauh mending dianter walupun gak sampai depan kosan. Nah, saat itu gak ada firasat apapun setelah turun dari motornya si kambing.

Pada awal masuk gang itu dari jalan raya ngerasa aneh, kok jalannya makin rendah aja ya? apa efek di tinggiin jalan raya nya? maklum, saya jarang banget lewat jalan itu, karena arahnya dari jalan raya, jadi saya mah selow aja mungkin karena efek jarang banget lewat jalan itu. Dan pas banget disana gelap tanpa penerangan sama sekali. Oke, langkah pertama masih normal, namun pada langkah kedua tiba-tiba “jeblussssss” itu kaki saya langsung masuk sebatas lutut kaki saya dan langsung lemes dong, karena ternyata jalan sedang diperbaiki dan jalan tersebut penuh lumpur nan rupa-rupa bau nya 😦 Dan langsung reflek angkat kaki dari tempat itu, tapi bukannya keangkat malah kaki satunya yang awalnya gak masuk lumpur itu ternyata ikutan masuk juga, alhasil belepotan sama lumpur. Sempet nangis juga, karena posisinya capek seharian dikampus dan masih pake seragam, terus masuk kubangan lumpurrr.. Hadeeeuuuhhh sedih banget, mana si kambing  udah pergi entah kemana 😦

Akhirnya, sekuat tenaga, saya berusaha keluar dari kubangan yang dalem itu, dan berhasil keluar tapi, sepatu crocs kesayangan kebo terpaksa harus ditelan kubangan lumpur. 😦 Setelah berhasil naik ke atas bingung mau minta tolong siapa. Pulsa telpon abis, dan akhirnya dengan modal sms berkali-kali si kambing minta tolong jemput lagi karena gak mungkin juga naik angkot (untuk muter lagi lewat jalan kampus) waktu itu karena kondisi dari mulai lutut sampe bawah udah kena lumpur dan nyeker juga karena si sepatu udah hilang ditelan lumpur. Karena si kambing gak bales-bales akhirnya sms sahabat kebo namanya hamster, dan langsung si hamster telpon saya, tapi sayang sekali si hamster lagi di dago. Hopeless. Tapi, gak berapa lama si panda telpon saya, dia nanyain keadaan saya karena dia dapet kabar dari hamster katanya saya kena musibah yang memalukan ini dan panda langsung meluncur, waktu itu saya langsung tenang. Terimakasih ya Allah :’)

Sambil menunggu panda menjemput, ternyata kambing baru bales sms dan dia bilang rantai motor nya copot. Kasihan banget ya kambing! puk puk. Dan tiba-tiba ada seorang aa (read : lelaki) dengan sepeda fixie nya dan dia mencoba lewat jalan itu, pada saat itu saya udah mencoba untuk melarang aa itu untuk lewat jalan itu, karena itu jalan sedang diperbaiki. Namun, aa itu kayanya gak percaya sama saya, jadi dia tampak membuktikan bener apa gak nya omongan saya. Dan akhirnya sodara-sodara, “jebruussssssss!” aa tersebut sukses masuk kubangan penuh lumpur tersebut! Sontak saya langsung ketawa dan bilang, “aa kan udah saya bilangin!”. Ngeyel banget dah tuh orang. Akhirnya saya bantu naik sepeda nya dan kami sukses seperti sepasang kebo yang telah berkubang di lumpur.

kami pun hanya bisa tertawa meringis melihat kebodohan kami, dan aa tersebut mulai percakapan :
“kamu pulang kemana? sendirian?”
“dijemput temen aa. kenapa aa masih disini?”
“aku pergi sampai kamu nunggu dijemput”
weeehhh… langsung terenyuh, tapi saya sok cool aja laah yaa. haha. Sampai akhirnya ada yang menjemput saya, tapi itu bukan panda tapi ternyata beruang yang jemput sayaa.
“kok lo yang jemput gue? bukannya panda yang jemput gue?”
“iya, tadi panda lagi rapat, dia kan ketuanya. pas di jalan ketemu gue, yaudah gue lagi kosong, jemput lo deh.”
Pada saat itu gesture tangan si beruang ngusap kepala kebo.
“makasih ya beruaang”
“yaudah yuk, buruan lu mandi. bau lo! hahaha”
“iyaa gue tau”
Dan pada saat itu gue seneng banget karena pada saat gue kesulitan kaya gini pun banyak orang-orang baik di sekitar gue mulai dari hamster, panda, beruang dan juga si aa. Semoga Allah membalas kebaikan mereka yaaak. Amin 😀

Image

kebo, panda dan beruang (kiri-kanan)

Image

Hallo.. ini si om hamster

Social Travelling Part Panti Asuhan Ulul Albab

(28/04) Kementrian pengembangan masyarakat  bekerjasama dengan  Badan HRD (Human Resource Development) BEM KBM IT Telkom mengadakan sebuah kegiatan yaitu Social Travelling. Kali ini yang menjadi sasaran Social Travelling yaitu Panti Asuhan Ulul Albab yang beralamat di Jl. Wiradisastra no. 7 Bandung. Kegiatan ini berlangsung dari jam 13.30 – 15.30 WIB. Tujuan kegiatan ini ingin merangkul mereka yang kurang beruntung dengan cara bermain dan berbagi. Hal ini yang menginspirasi kami untuk memilih tema “bermain dan berbagi” pada kunjungan social travelling kali ini.

Adik-adik panti asuhan menyambut kedatangan kami dengan senyum polos mereka. Well, tanpa menunggu lagi, langsung saja kegiatan ini dimulai dengan sambutan dari pak presiden mahasiswa, aril wahyu pratama, dan pengurus panti asuhan. Kegiatan kali ini diisi oleh games-games seru dan adik-adik panti asuhan ulul albab ini semangat nya jagoan banget! Setelah itu, ada juga sharing-sharing bersama adik-adik, ternyata adik-adik ini asalnya tidak hanya dari bandung saja, tapi ada juga yang dari maluk loh. Nah, ini yang ditunggu adik-adik yaitu lomba mewarnai. Adik-adik panti asuhan Ulul Albab ini sangat antusias sekali. Dan setelah itu, diumumkan siapa pemenang lomba mewarnai. Ini dia.. sekali selamat yaa adik-adik, kalian hebat 😀

Ini dia dokumentasi selama kegiatan social travelling past Panti Asuha Ulul Albab 🙂

486777_4721256075490_951954679_n

Suasana Sharing-sharing bersama adik-adik Ulul Albab 🙂

proxy

Suasana saat mewarnai, adik-adik nya serius banget ya ._.

392391_4721232674905_1088330924_n

unjuk hasil mewarnai 🙂 taraaa. 😀

BI7J8oYCUAAMoN6

Pemenang lomba mewarnai 😀 Congrats!

524764_4721251115366_1533608754_n

Terimakasih buat adik-adik panti asuhan ulul albab yang tak terhingga dari kami. Semangat, keluguan, antuasias, dan senyuman kalian menjadi inspirasi bagi kami untuk  terus berbagi. 🙂