Dongeng Dalam Hati

Di sebuah desa, hiduplah gadis polos dan baik hati bernama bunga. Ia mencintai seorang pangeran dari kerajaan cimone. Cinta bunga sangat tulus untuk pangeran, namun bunga hanyalah gadis biasa yang sederhana dan apa adanya. Ia sadar betul siapa yang ia cintai bukanlah sekedar rakyat biasa, namun ia adalah seorang pangeran seperti  yang bunga mimpikan dalam tidurnya.

Sang pangeran selalu datang di hari senin, itu semua karena jadwal sang pangeran berburu ke hutan, rumah bunga dekat dengan hutan. sang pangeran menemui bunga itu sekedar melepas rindu yang tak terbendung. Bunga sangat bahagia sekali karena ia dicintai oleh seorang lelaki yang ia dambakan. Walaupun, teman-teman nya banyak yang mencemoohnya bahwa ia hanyalah gadis selingan diantara banyaak gadis cantik di sekeliling pangeran, namun bunga tetap teguh pada pendiriannya bahwa  sang pangeran mencintai dengan tulus dirinya.

Hingga sang pangeran tak datang di senin berikutnya, sudah terhitung sebulan bunga tak dikunjungi sang pangeran. Bunga begitu khawatir dengan sang pangeran, apa gerangan yang membuat pangeran tak datang? Ujar bunga dalam hati. Ia tak bisa menunggu saja pangeran mengunjungi nya, mau sampai kapan. Hingga akhirnya, bunga memantapkan diri untuk mengunjungi kerajaan cimone.

Setibanya bunga di kerajaan cimone, kerajaan tampak sibuk dengan mendekorasi suatu acara. Oh, mungkin ini yang membuat pangeran sibuk dan tak mengunjungiku? Dan dari kejauhan ia melihat pangeran, lelaki yang selama ini ia cintai begitu dalam. Bunga tersenyum dan tak terasa airmata nya jatuh. Tak sabar ia segera menghampiri pangeran, namun langkahnya terhenti ketika ia melihat sebuah janur kuning melengkung dan bertuliskan “Pernikahan Pangeran Cimone dan Putri Manuk”.

Bunga tak percaya cinta yang selama ini ia banggakan dan ia terus rawat sepenuh hati, harus dihadapkan dengan kenyataan yang terpampang jelas di matanya. Seketika pandangan bunga buram, dan tak sengaja mata bunga dengan mata pangeran bertemu, namun bunga tak kuasa menahan airmatanya dan ia hanya bisa berlari kembali ke rumahnya.

Maaf bunga, aku mencintaimu, namun aku juga mencintai putri manuk!

Desa Binaan IT Telkom

(21/06) Kementrian Pengembangan Masyarakat mengadakan sebuah kegiatan Desa Binaan IT Telkom yang didukung sepenuhnya oleh FAST (Forum Alumni Institut Teknologi Telkom) dan CSR (Corporate Social Responsibility) Telkom. Kegiatan Desa Binaan IT Telkom ini berlokasi di Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung.

Desa Binaan IT Telkom memiliki tiga bidang fokus utama, yaitu ekonomi, lingkungan dan pendidikan. Alasan ketiga bidang ini yang dipilih karena Desa Citeureup ini memiliki masalah yang cukup krusial, seperti masih banyak ibu-ibu yang tidak dapat memanfaatkan waktu luang mereka a.k.a pengangguran, banjir yang menjadi langganan desa ini, kawasan desa yang gersang dan minim akan penghijauan, kurangnya pengetahuan dan wawasan tambahan untuk murid tingkat sekolah menengah di wilayah desa Cituereup, serta masih banyak lagi masalah yang ada desa ini sehingga Desa Binaan IT Telkom hadir dengan harapan dapat bisa menjadi salah satu solusi untuk warga Desa Citeureup.

Kegiatan pertama Desa Binaan IT Telkom, yaitu pemberdayaan ibu-ibu Desa Citeureup bekerjasama dengan Dreamdelion yang merupakan sebuah yayasan yang bergerak di bidang sosial bisnis di Jakarta. Pemberdayaan ibu-ibu ini diharapkan dapat mengembangkan sektor ekonomi kreatif sehingga menjadi salah satu daya angkat kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah IT Telkom.  Kegiatan pertama (21/06) berisi dengan pelatihan pembuatan boneka owl (burung hantu) kepada ibu-ibu warga Desa Citeureup. Hari pertama berisi kegiatan pemberian materi mengenai pola jahit dan warna kepada ibu-ibu peserta pelatihan. Serangkaian pelatihan ini berlangsung selama tiga hari dan berlokasi di masjid An-Nur lantai 2. Semoga kegiatan Desa Binaan 2013 IT Telkom ini dapat memberikan energi positif serta sinergi untuk mahasiswa dan warga Desa Citeureup.

“Sangat mendukung kegiatan Desa Binaan 2013 ini, karena berprospek cerah dan memiliki dampak yang sangat positif, khususnya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di sekitar kawasan kampus. Saya bangga dengan kepedulian yang seperti ini” – Pak Asep (Ketua RW 13)

Tunggu kejutan kegiatan Desa Binaan lainnya!

Berikut ini dokumentasi kegiatan pelatihan hari pertama ibu-ibu warga Desa Citeureup.

Image

suasana pelatihan ibu-ibu warga Desa Citeureup

Image

Ibu-ibu dilatih untuk membuat pola jahit untuk membuat boneka owl(burung hantu)

Image

Semangat ibu-ibu peserta pelatihan, membawa bayi nya dalam pelatihan ini

Image

Ini Ibu eneng, yang membawa turut serta bayi nya, didaulat sebagai “Mom of the Day” pada pelatihan ini.

Image

Ini salah satu karya ibu Desa Citeureup tapi masih berbentuk pola yang akan dilanjutkan dengan proses menjahit.

Image

Bapak Asep, Ketua RW 13, sangat mendukung kegiatan Desa Binaan IT Telkom ini