Penolakan

Mengahadapi penolakan berkali-kali itu mungkin terlihat biasa. Namun, percayalah rasanya sungguh ga enak. Iya, saya patah hati. Saya hanya bisa tertegun ketika nama saya tidak tertera pada hasil tahap akhir seleksi di suatu perusahaan yang saya inginkan. Tak terasa hangat di pipi mengalir begitu saja ketika saya menyatakan maaf kepada kedua orangtua saya. Karena saya tau ada rasa sedih disana.

Masa seperti ini seperti turning point saya untuk menyatakan bahwa saya tidak boleh kalah dengan keadaan. Saya harus tunjukkan bahwa mereka itu rugi tidak memilih saya karena mereka kehilangan orang cemerlang seperti saya. Haha. Ah, itu hanyalah sisi harga diri saya yang tidak terima menghadapi sebuah penolakan. Klasik.

Bagaimanapun juga, saya hanya ingin membahagiakan dan selalu membuat orangtua saya bangga atas segala hasil usaha saya. Mungkin ini memang bukan jalan yang terbaik buat saya, bahkan bisa jadi saya memang belum siap jika keinginan saya tersebut terkabul dengan seperangkat konsekuensi dan resiko yang akan saya hadapi di masa yang akan datang. Semangat Ayuk!

dp-bbm-allah-memberikan-apa-yang-kita-butuhkan-01

Gambar diambil dari sini 

Advertisements

Hampir Hijrah

Hallo..

Kali ini saya akan menceritakan sebuah pengalaman hampir hijrah saya. Kenapa hampir hijrah? Karena dari kata “hampir” itu sendiri yaitu mendekati atau nyaris saja. Hijrah disini silahkan artikan masing-masing, karena di kosa kata saya, hijarah disini yaitu berpindah dan lebih khususnya itu berpindah profesi.

Well, jika ditanya apa pekerjaan kamu sekarang apa bo? Dengan senyum mengembang saya akan menjawab, I am quality engineer. Memang kamu kuliah nya jurusan apa bo? Teknik Industri? *okay, could I skip that kind of question. Hahaha. Nah, jadi ceritanya di group saya ada postingan tentang lowongan guru di SMK tempat saya pernah menimba dulu. Saya merasa terpanggil Tsah. Karena sebagai alumni, saya ingin mengeshare ilmu yang sesuai background pendidikan saya dulu di bangku kuliah.

Tahap seleksi pun dimulai, Saya coba masukkan berkas lamaran melalui email, dan ternyata selang satu hari saya dipanggil untuk tahapan micro teaching. Omaigat, apa itu micro teaching? Saya merasa gak ada persiapan apa-apa, sudah lama ga menyentuh materi pelajaran masa kuliah apalagi SMK? Panik menyerang saya karena lebih tepatnya, saya mau ngapain di micro teaching, mau menjelaskan materi apa? Akhirnya, jatuh lah pilihan saya ke materi Teknik Digital, materi saat saya pernah menjadi asisten laboratorium di mata kuliah ini. Semoga ini masih relevan. Bismillah.

The day is coming. Saya deg-degan, karena pada dasarnya saya ga terlalu paham apa itu microteaching, teknik yang benar seperti apa, saya hanya bermodalkan youtube dan mbah google untuk mempelajari sedikit tentang apa itu microteaching, intinya microteaching itu merupakan simulasi proses kegiatan belajar mengajar di sebuah kelas. Dan nama saya dipanggil, saat saya masuk, saya langsung disambut oleh guru-guru saya yang sangat luar biasa, ada Pak Wasis, Pak Ade dan Guru favorit saya sepanjang masa, Pak Sukhendro. Dan saya pun terharu beliau-beliau ini masih ingat dengan saya. Whuaa bapak-bapak ini super keren banget. Saya gak menyangka bahwa ternyata diantara begitu banyak murid yang beliau ajar, semua masih mengingat saya. Proses microteaching pun selesai dan ada beberapa masukan dari Pak Wasis tentang metode microteaching yang saya bawakan, yaitu di akhir simulasi, sebaiknya dilakukan kesimpulan materi yang dibawakan serta pemberian tugas atau feedback dari murid yang diajarkan. Wah, saya bersyukur sekali dengan ilmu baru ini, karena background saya pure teknik dan karyawan, sehingga ini menjadi pengalaman baru bagi saya.

Pada malam hari, ternyata saya dikabari lagi bahwa saya lulus tahap microteaching dan saya diminta untuk mengikuti tahapan psikotes keesokan harinya. Akhirnya, saya pun ambil cuti sehari lagi, maafkan saya yah pak bos anak buahnya cuti mendadak 2 hari berturut-turut. Hehe. Proses psikotes ini seperti psikotes pada umumnya kok.

Pada saat saya menunggu pengumuman hasil psikotes, naasnya handphone saya LCD nya pecah karena terjatuh dan harus masuk service center selama kurang lebih seminggu, duh saya deg-degan karena saya gak punya handphone cadangan apapun. Hingga akhirnya handphone saya berfungsi normal lagi, sementara saya menggunakan handphone pinjaman teman saya. Dan sesaat setelah saya memasukkan SIM Card ternyata ada sms yang masuk, Alhamdulillah saya lolos tahap psikotes dan besok saya harus datang jam 9 pagi? Whats? Sekarang sudah jam 10 malam. Piye iki.. Yo wess Bismillah saja.

Hari itu masih minggu awal puasa, jadi saya berangkat dari cikarang menuju lokasi interview di jakarta barat sekitar jam 5 shubuh, sebenarnya saya agak worried bakal telat gak yaa, mengingat macet nya jakarta itu sangat tidak bisa terprediksi. Dan alhamdulillah, saya sampai jam setengah delapan pagi. Widiih, pagi banget haha. Akhirnya saya memutuskan untuk silaturahim ke tempat kosan saya dulu dan bude warteg langganan saya saat zaman ngekos SMK, jadi dulu karena posisi rumah saya saat itu di bekasi dan posisi sekolah saya di Jakarta Barat, belum ada commuter line (saat itu kereta saat itu stigma nya masih banyak copet, pengamen dan tukang jualan aneka macam jenis), dan bus juga masih jarang (antara 40 menit sekali hingga satu jam sekali), sehingga diputuskanlah saya ngekos, tapi seminggu sekali balik bawa pakaian kotor untuk dicuci haha.

Back to interview, waktu itu sudah menunjukkan jam setengah 9 pagi, sehingga saya memutuskan untuk balik lagi ke sekolah, karena ingin spare waktu untuk interview. Dan ternyata sudah ada empat orang yang menunggu. Semuanya berpengalaman menjadi guru, hanya saya sendiri dengan latar belakang bukan guru. Nama saya pun dipanggil, deg-degan banget. Dan ternyata interviewer adalah salah satu guru favorit saya, Pak Dading. Interview pun tak terasa seperti interview, beliau sangat terbaik dan terbuka sekali menceritakan kondisi dan gambaran jika saya menjadi guru nanti.

Dan tibalah pada tahap offering gaji, saya hampir tidak percaya karena offering yang ditawarkan ternyata dibawah UMR, bahkan jauh. Saya kaget. Di satu sisi, saya sangat ingin mengajar, namun di sisi lain saya harus tinggal di jakarta dan sewaktu-waktu saya harus siap membantu biaya kuliah adik saya di jogja. AAAAAARGH, jujur ini pilihan tersulit dan membuat perasaan saya galau tak karuan. Rasanya tak ingin memilih, karena khawatir salah pilih. ARGH! Saya bertanya lagi pada diri saya sendiri, apakah ini waktu yang tepat? apakah ini jalan yang benar? Saya mencoba untuk menelusuri kembali dan segera menelpon mamah dan menceritakan semua dengan detail tanpa ada satu pun yang terlewatkan. Mamah sepenuhnya menyerahkan pilihan kepada saya, namun saya masih saja belum yakin, apakah pilihan ini saya tepat? apakah pilihan yang ini merupakan yang terbaik? Hosh, Bismillah, saya memberanikan untuk menelpon Pak Dading, dan memutuskan untuk tidak melanjutkan ke tahap selanjutnya.

Semoga ini yang terbaik, Bismillah!

tumblr_nmy1bt1fu81ut3fu8o1_400

Forget to Heals

Hosh.. saya lelah. Ketika saya sudah tidak sabar dengan seseorang maka saya bisa mengeluarkan emosi secara meledak dan setelah itu menguap. Hal ini terjadi baru pagi ini, ketika saya butuh support rekan saya, namun dengan mudah menjawab malas, susah dan masih banyak alasan lagi.

Saya sakit hati. Karena sebegitu mudah nya menjawab dengan enteng seperti itu padahal saya berharap lebih karena dia memiliki skill khusus yang kebanyakan orang tidak punya, dan yang terpenting saya sangat membutuhkan.  Ini menjadi pelajaran buat saya untuk lebih bijak menanggapi setiap permintaan tolong oranglain ketika kita tidak bisa atau kesulitan memenuhi permintaan itu. Dan tidak mudah meremehkan atau menganggap setiap permintaan tolong seseorang itu merupakan hal yang remeh.

Mungkin selama ini, lidah saya dengan mudah mengatakan hal yang mungkin menyakiti lawan bicara saya, sehingga ini menjadi pelajaran lagi dan lagi untuk saya. Well, Kebo you have to forget everyhting because it heals everyhting. Keep smile kebo 🙂

Saya Mengajukan Diri

Banyak dari kita mungkin takut untuk memulai sesuatu yang baru atau asing, termasuk saya. Namun, entah kenapa keinginan itu semakin kuat ketika ada job posting internal di perusahaan saya untuk sebuah perusahaan yang baru (masih satu manajemen, namun berbeda berbeda produk.

“ini produk baru loh yu, kamu yakin?”

“ayyu kenapa pindah ke sana? disana sibuk banget loh yu, maklum perusahaan start up, produk baru lagi”
“ayyu udah ga betah di sini, padahal baru 6 bulan loh disini”

Pertanyaan tersebut semakin sering saya terima menjelang semakin dekatnya saya dipindahkan minggu ini.Yah, ini keinginan saya, produk ini nampak familiar dengan background sekolah saya dulu, teknik telekomunikasi. Walaupun sejujurnya saya sudah nyaman dengan lingkungan kerja saat ini, namun entah kenapa ada yang membuat saya belum terpuaskan saat kerja disini, apakah perasaan yang saya alami sama dengan yang lain?

Well, adajuga beberapa teman bilang kalo saya ini istilahnya seperti, “naik sekoci” karena mungkin kondisi perusahaan saya saat ini memang kurang bagus, mungkin ini dampak dari kurs dollar yang terus melonjak, hingga para investor nampak kewalahan menghadapi margin keuntungan yang semakin turun, salah satu dampak nya perusahaan tempat saya bekerja harus men-delete satu departmen, dari jabatan paling atas hingga yang paling bawah, di bersihkan tanpa sisa. Miris saya mendengarnya, karena banyak teman satu batch saya which is kami baru 6 bulan disini turut menjadi korban ketidakstabilan perusahaan ini. Ada rasa takut dan panik terselip, tapi Allah sudah mengatur rejeki setiap hamba-Nya, tak perlu khawatir yu.

Sejujurnya, pengajuan diri saya ini sehari sebelum pengumuman pen-delete-an satu departemen tersebut, saya pun saat itu belum mengetahui tentang apa yang akan terjadi. Namun apalah artinya berkoar-koar tentang seseorang yang sudah memandang kita negatif, toh yang terpenting you have to be focus on your target, and this is one of your steps to reach your target, yu. Yang terpenting tetap tersenyum walaupun keadaan sepahit apapun, trust me it heals. Dan jangan lupa tetap berdoa dan semangat! Yakin suatu saat semua akan indah pada waktunya.

Inilah cara-MU menuntunku, TAKDIR

Takdir. Kini ia bermain-main dipikiran ku dan sudah lama sekali aku tak menganggapnya ada, karena selama ini, aku berencana dan aku medapatkannya. Egois dan terkesan ambisius tentang apa yang terbentuk dipikiran ini tentang impian, tujuan dan target hidupku selama ini.

Aku baru menyadari, selama ini apa yang aku inginkan dengan sungguh-sungguh pasti aku dapat sehingga aku bisa memprediksi apa-apa saja yang bisa aku capai. Sombong, ya terkesan angkuh dalam memandang hidup ini. Berpikir segalanya bisa aku capai dengan kapasitas yang ada pada diri ini. Hingga suatu fase dimana aku merasa kerdil, terpojok dan tak mampu menatap dunia, hanya mampu bersujud dan menyadari diri ini yang begitu kufur akan nikmat-Nya. Dan ketika takdir mulai memainkan perannya dalam kehidupan ini, aku terombang-ambing dalam pusaran kegagalan yang terus bercokol di pikiran hingga sampai keluar di mulut ini, “aku tak berguna”.

Sejak kecil aku selalu mendapatkan apa yang aku mau dengan usaha, aku tak terbiasa untuk merengek dan meminta manja kepada orangtua, aku harus punya dasar kenapa aku menginginkan apa yang aku mau. Jika realistis maka aku mendapatkannya, jika tidak jangan harap, sampai aku guling-guling di tanah, aku tak kan pernah mendapatkannya. Hal tersebut terus berjalan dan bergulir hingga aku lulus kuliah. Pasti setiap perjalanan hidup seseorang ada ujian dan cobaan, namun hal tersebut mampu aku hadapi dengan pemikiran dan sikap yang telah terlatih dari kecil. Aku kuat.

Waktu terus bergulir, hingga aku ditempatkan di suatu perusahan yang baru berumur dua bulan, yang liciknya walaupun perusahaan ini baru namun mega projek sudah ditangan, namun karena keterbatasan modal mereka hanya mneggaji para karyawannya dengan gaji UMR, alasannya kemampuan kami dianggap low skill. Harga diriku pun merasa tercoreng, karena aku menganggap pengalaman dan ilmu ku bukan masuk standar low skill. Aku keluar.

Hingga saatnya tiba sebuah peluang sangat besar datang, aku bersemangat dan kali ini aku yakin bisa. Perusahaan BUMN yang diidamkan oleh banyak orang, aku menyisihkan dari ratusan alumni di kampusku sampai tahap akhir seleksi. Aku mempersiapkan semua secara matang dan melakukan beberapa pendalaman materi terkait perusahaan dan apa-apa saja yang mesti dipersiapkan. InshaAllah aku siap. Dalam penantian, datanglah sebuah kesempatan untuk bekerja di sebuah vendor yang terkenal dengan jam kerja yang diatas rata-rata serta penghasilan yang sangat besar untuk kami ukuran freshgraduate, namun aku menolaknya dengan lantang. Karena aku yakin, aku pasti lolos BUMN tersebut.

Penantian itupun datang, dengan penuh percaya diri aku buka pengumuman resmi di website perusahaan tersebut, dan nama ku tidak ada. Tidak ada tulisan nama, “AYYU AGHNIATY”. Aku tak percaya, aku scroll ke atas lagi untuk meyakinkan bahwa pasti terlewat saat membaca. Dan kenyataan nya aku dinayatakan “TIDAK LOLOS”. Seakan dunia runtuh. Aku sudah tak bisa menangis karena sesungguhnya ini lebih dari sakit hati yang biasa, kesombongan itu pun tertawa terbahak-bahak karena dia berhasil membuat ku terjerembab dalan jurang yang paling dalam. Ini titik terendahku.

Aku tidak mengerti tentang permainan takdir macam apa yang disajikan dalam cerita hidupku. Pikiran tentang bayang-bayang kegagalan pun membuat kepala ini pening. Lulusan cumlaude ditolak mentah-mentah oleh sebuah BUMN yang mendirikan universitas yang selama ini tempat aku belajar? Sedangkan temanku yang biasa-biasa saja saat kuliahnya, dia diterima. Semua membuat ku kehilangan semangat dan rasa percaya diri. Sinar harapan itupun mulai pudar dari mata ini. Tak ada lagi ambisius, tak ada lagi plan, tak ada lagi rencana dengan target setinggi-tinggi nya dan tak ada lagi keyakinan akan pertolongan-Nya.

Inikah cara-Mu? Aku pun bersujud dihapan-Mu ditengah malam yang setiap harinya membuat aku terjaga. Terjaga akan masa-masa suram yang akan kuhadapi kelak setelah ini. Aku sudah tak punya keinginan apa-apa lagi untuk diriku sendiri Ya Allah, Aku hanya ingin membahagiakan kedua orangtua ku. Karena aku tahu, ketika mereka melihatku dalam posisi seperti ini, mereka lebih sakit dan tersiksa karena gagal membuat anak nya tegar dan kuat. Dan aku pun bermain sandiwara dihadapan mereka, sehingga mereka hanya tahu, aku anak yang pantang menyerah dalam berusaha.

Dan sekarang aku terdampar di perusahaan multinasional yang bergerak di bidang manufaktur yang selama ini tak pernah terlintas untuk bekerja disini karena jauh dari bidang pendidikan sebelumnya. Begitulah takdir, ia tak hanya menetapkanmu namun menuntunmu perlahan. Akhirnya aku merasakan fase mencintai seseorang dengan melihat orang kita cintai bahagia, rasanya hati ini damai sekali melihat mamah dan bapak terus memberi semangat dan tersenyum optimis bahwa anaknya adalah yang paling berharga yang pernah mereka miliki. Terimakasih atas semua pelajaran hidup yang telah Engkau goreskan dalam ceritaku ini.

Menunggu itu ternyata..

Hello Blog!

Kamu pernah menunggu? Sebenernya, masa-masa menunggu adalah masa yang bikin perasaan gelisah gak menentu. Tsaah. Di pertengahan September ini harus dibuat menunggu untuk sebuah kepastian apakah saya diterima ataupun gak. Hehe. Huuuh, sebenernya saya menikmati sekali masa-masa saya jobless seperti ini hehe. Karena saya baru menyadari bahwa masa-masa seperti ini saya semakin dekat dengan keluarga, hal ini disebabkan empat tahun ini saya harus terpisah jarak Bandung-Kuningan yang mengakibatkan saya hanya pulang sesekali dalam periode tertentu. Mungkin memang Allah membuat saya harus menunggu karena memang yang terbaik buat saya adalah menunggu, namun nama nya juga manusia ngeyel lah yaaa, tetep aja galau pas lagi nunggu hihi.

Suatu saat mamah bilang, “teh.. mamah sebenernya seneng kamu nunggu beberapa bulan di rumah, bareng sama mamah, bapak, sama adek-adek kamu. Soalnya, nanti pas udah kerja pasti lebih jarang pulangnya, apalagi kalo udah nikah, belum tentu pas lebaran pulang”.

Yaa.. keluarga saya menginginkan waktu bersama saya yang selama ini hampir seluruh waktu saya dihabiskan di Bandung untuk kuliah, kegiatan kampus, jalan-jalan dan masih banyak lagi. Yah. Saya menikmati bersama keluarga tercinta. Dan akhir agustus kemarin, kami piknik ke Candi Borobudur. Full Team! I love you so much much much: mamah, bapak, nurul & dede zia :*

Kebo, bapak, dede zia, mamah, nurul (ki-ka)

Kebo, bapak, dede zia, mamah, nurul (ki-ka)

Melarikan DIri ke Pulau Tidung

Hallo blog..

Kali ini saya mau bercerita tentang liburan saya ke Pulau Tidung di bulan Agustus kemarin. Dan alhamdulillah cukup menenangkan batin saya untuk mengahadapi final interviewdi akhir agustus. Semoga ini menjadi pelabuhan terakhir saya setelah sekian lama berkelana mencari tambatan hati *Tsaaah *ini nyari jodoh apa kerja? Hihihi

Well, akhirnya Liburan ke Pulau Tidung. Yeay! Karena di Bandung gak ada pantai, jadi seneng aja karena terakhir ke pantai itu waktu tingkat 2 waktu kuliah dulu. Well. Here we go!

Keberangkatan saya berawal dari Pasar ikan muara angke dari jam 8 pagi, tapi kalo bisa dari jam 7 pagi sudah standby di kapal untuk nyari spot yang oke di kapal. Sekitar tiga jam terombang-ambing di laut dan ombaknya emang lagi kenceng yaaa jadi banyak-banyak zikir aja waktu di dalam kapal. Dan sayang banget sih ya, menurut saya factor keamanan yang ada di kapal ini sangat minim. Sedih sih, padahal objek wisata pulau seribu merupakan wisata pantai bagus yang paling dekat dengan Jakarta, tapi akses nya menuju kesana yang kurang. Hmm.. Saya membayangkan kalo Pelabuhan Muara Angke bisa jadi pelabuhan untuk akses menuju kepulauan seribu karena dampaknya akan baik sekali buat Pasar Ikan disekitarnya.

Pulau Tidung merupakan salah satu pulau di kepulauan seribu dengan objek wisata yang cukup lengkap, mulai dari watersports, pantai pasir putih, wisata sejarah dan pasti nya snorkeling yeay. Namun, sedihnya.. pulau ini masih terkena dampak sampah Jakarta. Walaupun sudah ada petugas kebersihan dan penduduk pulau yang membersihkan, namun jika arus sedang membawa sampah-sampah tersebut maka penduduk tiba bisa berbuat banyak. Sedih ya, padahal menurut saya pulau yang namanya terinsipirasi dari salah satu sultan dari Kalimantan yang meninggal di Pulau ini, harus tercemar oleh sampah-sampah yang berasal dari Jakarta. Efek nya gak hanya banjir, tapi juga merusak lingkungan juga! Remember it!

Well, daripada banyak cincong mending langsung aja yaa liat foto-fotonya 😀

IMG_20140809_160358

Dermaga Utama Pulau Tidung

IMG_20140810_064322

tiket kapal perjalanan pulau tidung-muara angke

IMG_20140809_160324

Lampu Delapan, letaknya berada di Dermaga Utama Pulau Tidung

IMG_20140809_155705

Asal Muasal nama Pulau Tidung ini yang berasal dari nama Raja Kalimantan Utara yang meninggal bersama keluarganya di Pulau Tidung ini, tutur sang tour guide

IMG_20140810_064203

kalo ini bisa disebut prasati gak sih? hehe

IMG_20140810_061531

Sunrise at Tidung Island

IMG_20140810_062046

Suasana halaman depan penginapan

IMG_9373_2

Jembatan Cinta

IMG_9441_2

Jump!!

IMG_9443_2

Dermaga di Jembatan Cinta

IMG_9439_2

watersports, banana boat. 😀

IMG_9438_2

Lagi asik main pasir, tapi kalo diperhatiin ada sampah nya 😦

IMG_9458_2

sweet moment :’)

IMG_9429_2

ready for snorkeling 😀

???????????????????????????????

underwater

IMG_9369_2

narsis dikit boleh lah ya 😀