Teman Curhat

Wanita tanpa curhat, bagai sayur tanpa garam yaaah.. Berasa hampa hidup ini Tsah! Cuma mungkin klasifikasi dan frekuensi curhat nya itu mungkin bisa jadi yang berbeda-beda. Ada yang mungkin ga puas kalo curhat sekali aja alias berkali-kali sampe hati rasanya legaaaa banget *ngaca yuuu ngaca! hahaha* atau mungkin ada yang cukup sekali ajah. Hayoo kamu masuk ke tipe mana? Atau ga pernah curhat sama sekali hmm..

Nah kali ini saya akan membahasa tentang teman curhat saya yang paling everlasting hahaha.. Dan saya berikan award sebagai partner curhat kebomandi yang paling everlasting adalaah… jeng jeng jeng…

Mamah kebo dan Bapak Kebo

Berada di urutan pertama, yaaa jelas aja karena mereka berdua ini yang kebo pertama kali kenal di dunia ini. Bawaan nya kangen mulu sama mereka, karena saya ini anak perantau sejak kuliah, terpisah jarak cukup jauh, Bandung – Kuningan. Dan sekarang kerja pun begitu Cikarang – Kuningan. Sebenernya kalo porsi curhat kepada orang tua ini tentunya ga usah ditanya lah yaa pasti yang menang yaitu Mamah Kebo. Kalo Bapak Kebo cenderung ke kerjaan sih sebenernya, karena beliau backgroundnya sebagai Human Resource jadi yaaa kalo ada kesel-kesel sama pak bos atau nanya gimana sih sebenernya porsi kerjaan yang benar, tanyakan pakarnya hehehe.

DSC_0409

Onta

Onta ini merupakan sahabat kebo sejak SMK, kalo dipikir-pikir kita longlasting juga yaaaa, 9 tahun boook. Mulai dari nangis, ketawa, khilaf dan lain lain kayanya udah dicobain deh bareng onta ini. Kalo diliat dari sifat jauh beda banget. hahaha. tapi mungkin itu kali yaaa yang bikin kita klop. Keunikan dari kita apa yaaa, masih sering saling nginep kali yaaaa, kepikiran aja sih kalo udah nikah nanti, apa bisa masih nginep gitu yaa hihihi.

32113_1399474639645_1615662726_918180_4074305_n

Photo with Onta waktu zaman SMK hihihi 

Mas Kebo

mas kebo ini adalah palumagada buat saya. “apa yang lo mau gue ada” hahaha. saat ini mas kebo menjadi konsultan pribadi untuk masalah hati dan keuangan, *ps : saya ini boros banget* Hal-hal yang tidak bisa saya ceritakan langsung kepada orangtua saya, karena takut mamah dan bapak yang akan super worried kalo anak perantau nya ini kenapa-kenapa, saya ceritakan ke mas kebo. Dan alhamdulillah mas kebo ini super sabaaaaar yah. Yang kuat yah mas! hahaha.

DSC_1301

Saya merupakan tipe orang yanng tidak bisa memendam keluh kesah sendirian, jadi yaaa harus diungkapkan secara langsung, supaya bisa lega dan clear. Hmm.. ini sebenernya tulisan apa sih? *baru sadar setalah jadi beberapa paragraf* hahahah

Watch your mouth!

Jadi kali ini posting saya akan berisi uneg-uneg saya yang sebenernya udah saya sabar-sabarin kok yaaa jadi kesel sendiri hahaha.. Kebiasaan jelek anak semi introvert macem saya ini, yaitu saya agak susah untuk mengungkapkan apa isi hati saya alias gak enakan, takut menyusahkan lah, takut ini takut itu atau bisa dibilang julit, rudet atau ribet hihihi.

Hoiya, saya mau cerita awalnya kenapa bisa posting kaya begini, saya ini suka banget pake baju-baju lucu gitu *gak inget umur* Berawal saya hari ini pakai kaos ala shirtee gitu, selain saya suka model nya dan bahannya juga adem, apalagi lingkungan kerja saya juga tidak menuntut pakaian kerja formal, jadi kaos plus jeans aja udah ok. Tapi, entah kenapa akhir-akhir ini agak bikin kuping saya gatel, karena ceplas ceplos nya temen saya yang kurang enak didenger. Entah saya ga suka. Mungkin emang bisa sih ngomong baik-baik tanpa harus ngetawain, seriously gue tersinggung dan makin males untuk ngomong ini itu. Karena sejujurnya, saya yang emang tipe orang yg ga suka komentar ga penting, karena saya tau buat apa komentar tentang masalah fashion orang toh yang penting orang nyaman dan suka. Terus masalah buat lo?

So, please yaaa buat yang suka komentar ga penting, perbaiki dulu yuuuk diri kita masing-masing, apa iyaa kita jauh lebih baik dari yang dikomentari atau apakah bisa kita memperbaiki diri bersama sama dengan komentar kita?

OKE. Mohon maaf sekali lagi!

47e6b7ba34a17cd818395bb24f4025fa

Ayooo long weekend cepatlah dataang~~

Ternyata, Sudah Sampai Fase ini..

Hallo blog!

Memiliki seorang sahabat yang dulunya sangat dekaaat jaraknya dengan kita, hingga kita mengetahui sendiri perubahan pola pikir nya sedikit demi sedikit, maka tanpa disadari telah beranjak dewasa baik dari perilaku maupun pola pikir. Namun, apa yang terjadi jika kamu terpisah jarak yang cukup jauh dengan  sahabat kamu sehingga bertemu merupakan sebuah momment spesial bagi kamu dan sahabat kamu?

Lingkungan, ternyata faktor ini merupakan faktor yang paling kuat membentuk pola pikir seseorang. Hal ini tanpa disadari terjadi dengan saya dan sahabat saya, onta. Kami memutuskan untuk memilih jalan yang berbeda setelah lulus dari SMK. Saya memilih untuk melanjutkan kuliah reguler, sedangkan onta memilih untuk kerja sambil kuliah, how the great woman she is.

Semasa saya kuliah, kami pun masih ‘haha hihi’ dan sering bertemu karena pacarnya onta berkuliah di tempat yang sama dengan saya. Sehingga ada waktu tertentu untuk onta mengunjungi Bandung dan menginap di tempat saya  dan kami bisa bercerita sampai gak sadar kalo sudah dini hari. Yup, beginilah kami, jarang sms, chat ataupun telpon, tapi kalau sudah ketemu langsung bisa sampai lupa waktu. *rumpi ne* haha

Hingga saya menerima kabar bahwa onta dan pacarnya harus putus, saya ikut sedih dan kecewa kenapa sang lelaki memutuskan kisah kasih mereka yang telah terjalin selama empat tahun itu. Namun, setiap kejadian yang menyulitkan tersebut pasti ada suatu kemudahan dan hikmah dibalik itu semua. Saya pun sesekali mengunjungi rumah onta di bekasi, kali ini hanya ingin jadi pendengar saja tanpa harus berusaha memberikan nasihat layaknya seseorang yang ahli dalam menangani patah hati, karena kalo saya berkaca dengan hubungan saya pun jauh dari kata sempurna, putus-nyambung huft.

Onta pun berhasil melalui masa-masa sulit alias move on. Yeay! Dan dalam jangka waktu yang singkat, onta dekat dengan seorang lelaki yang jarak usia nya sekitar 5-6 tahun  dari nya. Usia yang cukup matang bagi seorang lelaki untuk menjalin hubungan yang lebih serius. Hingga onta pun mengutarakan niatnya untuk menikah, entah darimana tekad yang begitu membara tersebut. Sejujurnya, niat onta ini jauh dari nalar saya,bagaimana bisa kami bersahabat namun untuk membicarakan hal sensitif ini untuk beberapa orang, tidak termasuk saya, kami memiliki sudut pandang yang berbeda untuk ‘menyegerakan’ menikah.  Saya pun menyadari, mungkin memang lingkungan onta yanng telah membentuk pola pikirnya yang kekana-kanankan itu berubah menjadi wanita yang dewasa seutuhnya atau mungkin dia memang telah bertemu jodohnya, sehingga begitu mantap ia membicarakan ini semua dengan saya. Semoga niat mu ini diberi kemudahan ya onta 😀 Aamiin ya Rabb ({})

Balada si FreshGraduates

Hallo blog!

Akhir-akhir ini saya sering memperhatikan beberapa teman saya yang sudah atau belum diterima kerja di perusahaan tertentu dan biasa nya mereka yang sudah signing kontrak ini akan mengalami siklus tertentu tanpa disadari, termasuk juga saya. Hehe. Dan sebenernya saya posting tentang ini bukan karena saya sudah keterima kerja dan sudah melewati seluruh siklusnya, tapi saya hanya ingin share pengalaman dan cerita di sekitar saya.

Siklus nya sih dimulai kelar sidang, biasanya merasakan kebahagiaan dan kelegaan tiada tara, secara dong ya setelah bergulat untuk mendapatkan gelar tertentu seperti menghadapi killer nya penguji sidang yang tiada ampun memberikan pertanyaan-pertanyaan, menunggu dosen pembimbing tanpa kepastian berapa lama harus menunggu hanya untuk minta tanda tangan satu lembar saja, atau rela gak tidur berhari-hari demi terkejarnya deadline yang semakin mendekati batasnya dan masih banyak lagi hal-hal yang akan menjadi kenangan indah mencapai gelar sarjana atau yang lainnya.

Well, setelah saya lihat, ternyata mahasiswa kelar sidang ini terbagi menjadi dua, yaitu yang kebelet dapet kerja dan yang mau have fun dulu aja. Dan berdasarkan survey, ceileh, kebanyak teman-teman saya termasuk ke dalam kategori ‘kebelet kerja’. Why? It’s so simple, because they want to get their own money alias gak tergantung lagi sama orangtua. Namun, biasanya karena terlalu kebelet kerja, biasanya terlupa akan beberapa hal pertimbangan, yaitu bagaimana development career di perusahaan tersebut, budaya kerjanya atau benefit apa saja yang didapatkan selama kita bekerja disitu, sehingga gak aneh kalo kita (anak muda) bisa dibilang kutu loncat yang bergerak dari satu ke lain perusahaan untuk mendapatkan yang benar-benar pas.

Nah, untuk beberapa orang mungkin hal itu wajar saja  dilakukan, karena mengingat suatu prinsip, “yang penting cari pengalaman dulu”. Well, pada masa dimana sudah diterima kerja namun tidak sesuai dengan diri kita, baik itu dari sisi gaji dibawah standar, kerjaan yang numpuk, mungkin ditambah lingkungan kerja yang gak cocok atau masih banyak faktor yang membuat kita gak nyaman berlama-lama diperusahaan tersebut. Nah, fase ini biasa nya sih bergalau-galau gitu. Hal ini benar terjadi dengan salah satu teman saya, jadi sebenernya doi sudah diiterima di sebuah perusahaan salah satu operator besar di Indonesia, karyawan tetap lagi, tapi doi gak happy karena ternyata penempatannya di luar pulau jawa. Doi pun berencana untuk resign, tapi ternyata banyak temen-temen yang menyayangkan keputusan ini. Well, mungkin kita hanya memandang dari satu sudut pandang saja, tanpa melibatkan rasa empati kita jika hal itu terjadi pada kita. Hal-hal seperti itu menjadi miris, ketika ratusan atau bahkan ribuan orang pengen masuk ke perusahaan itu tapi, disatu sisi temen gue malah mau resign. Yup, that’s life.

So, gimana yang masih mencari tambatan perusahaan yang pas? *talk to myself* sekarang sih tinggal gimana kitanya menempatkan diri dan senantiasa bersyukur kepada Allah SWT. Dan ada satu hal yang mesti kita percaya sih yaitu Allah pasti menciptakan skenario yang sangat indah dan tak akan pernah terduga. Prinsipnya kaya ketemu jodoh aja, berusaha untuk ‘memantaskan diri’, yaa menurut sayasih prinsip itu juga dipegang disaat proses pencarian jodoh kerja 🙂

yaa.. asal gakkaya gini aja yaa kalo udah dapet kerja *talktomyself*

Be happy :D

Yakinlah..

Yakinlah bahwa dada ini masih ada ruang untuk selalu merasakan syukur yang tiada terkiranya dari Sang Pencipta. Walau mungkin hati dan lisan yang sering mengeluh, namun seketika masih disadarkan untuk terus bersyukur bahwa Allah memberikan pelajaran e setiap hamba-Nya dengan cara-Nya yang tak akan pernah bisa diterka dan direkayasa oleh siapapun.

Hingga saat ini saya masih bersyukur, karena saya diperlihatkan salah satu pelajaran hidup yang sangat berharga dan membuat saya hingga saat ini berpikir untuk tidak terlalu memaksa diri terlalu kasar karena saya yakin hal yang yang nantikan akan datang indah pada waktunya.

Kalo masih ingat, sebelumnya saya pernah posting tentang kekesalan saya berada di perusahaan sebelumnya. Dan akhirnya sayapun memutuskan untuk resign. Yaah ini merupakan pelajaran yang sangat berharga buat saya bahwa apapun yang terjadi, maka yakinlah ini merupakan jalan yang Allah berikan untuk hamba-Nya. Maka kenapa engkau harus bersedih? *sambil dengerin lagu happy :D*

Akhirnya yeaaaaay!


Hello blogger wp!  Whuaaaaaaa… Sudah lama sekali saya gak update blog kebomandi ini. Rasa bersalah saya makin besar ketika saya tengok blog  terkahir pas pertengahan januari, teryata masih banyak juga yang komen dan kasih semangaaat saya. Saya sangat terharu, padahal kebo yang jarang mandi ini udah nyuekkin blog ini beberapa bulan ini, kalo blog kebo ini diibaratkan gebetan, mungkin blog ini juga udah jadian sama lain kali yaa. Hihihi.

Well.. Alhamdulillah akhirnya kebo jadi sarjana.. yeeaaayyy!! Haha. Selama 3,5 tahun mengenyam bangku perkuliahan, ceilehh.. akhirnya kebo sidaaang tugas akhir juga.. Alhamdulillah banget banget banget.

Sebenernya, waktu sidang itu gak terlalu deg-degan banget, karena sebelumnya kebo sudah melakukan persiapan pra-sidang bersama dengan dosen pembimbing. Hal yang paling ajaib adalah saat tau denger siapa yang jadi pengujinya itu haduuuuh.. lutut lemes deh yaaa tapi, alhamdulillah banget lagi lagi dan lagi saya bisa melewati nya dan salah satu dosen penguji yang katanya paling tega bikin mahasiswa sidang ulang, ternyata beliau baiiik banget. Dan pas sidang itu berasa lamaaaaaa banget yaaa soalnya selain pertanyaan dari dosen penguji itu gak ada habis-habisnya, pas sidang itu harus menggunakan bahasa inggris. heuheu.  Satu hal yang kebo yakini dan ternyata terbukti adalah “Allah mengikuti prasangka hamba-Nya”. jika kita yakin bisa, pasti dimudahkan 😀

Terimakasih spesial buat para teman-teman di wp yang selama ini menjadi teman berbagi suka dan duka kebo di blog ini. Yaap, disaat down salah satu media paling ampuh untuk mengobati nya yaaa lewat blog karena disini gak Cuma berbagi cerita aja, namun mendengarkan cerita teman-teman juga udah ngebuat kebo jadi seneeeng. Sekali lagi terimakasih semuaa.. kebo sayang kalian semuaaaaaaa *cium satu-satu yang muhrim aja* haha :p

1800395_806416849374654_1435217885_n

Persiapan menjelang sidang 🙂

482570_806417196041286_974254241_n

2 jam yang berasa seabad dan “Full English”

 

 

2014129101445

setelah keluar sidang.. photo dulu.. haha

2014129105509

Photo with the best “advisor and TA partner” ever

 

IMG-20140201-WA0001

Thank you amma for this sweet gift :*

 

 

Januari Datang

Ini bukan postingan tentang resolusi tahun 2014. Namun, ini tentang kamu yang datang dan semakin mendekat. Aku semakin merasa gelisah. Dalam hati ini selalu muncul keresahan, apakah perjumpaan kita akan begitu terasa manis atau kau menusukku dengan begitu dalam sehingga sudah tidak bisa merasakan sakit lagi?

Kini aku hanya menghitung hari demi hari yang terasa begitu semakin cepat. Aku ingin diperjumpaan kita itu, kau dan aku mengukir sejarah kita bersama. Aku ingin kita tak terlupakan di setiap proses untuk bertemu dengan mu. Mungkin tulisan ini hanya mengusir sejenak rasa jenuhku untuk mempersiapkan segalanya bertemu denganmu. Namun, aku berharap, kau menjadi kenangan terindah dan tak terlupakan.
image

Selamat datang januari untukmu, sidang TA!

Mudahkanlah..

Well, mungkin karena terlalu lama menunda postingan yang ada atau menulis namun ditengah jalan terhenti hingga saat mau meneruskan tulisan gue ternyata mood dan ide sudah berjalan kemana-mana dan gak mampir lagi sama yang punya empunya otak. muehehe. jadi, yaa sudah dari zaman kapan gue gak update tulisan :3

Alhamdulillah, kemarin UTS berakhiiiiiiir.. Horrrraaaaaay.. Senang ya disaat masa-masa semester akhir ini ternyata masih ada semangat untuk belajar,  walaupun pada awalnya sangat susaaaah untuk memulai membuka lembar demi lembar textbook, handout dan note yang ada, tapi ternyata gue mampu melahap itu semua –please, jangan diartikan secara denotasi-. Gue merasa memang trigger semangat buat UTS ini yang paling berpengaruh yaitu keluarga. Yup, pas idul adha kemarin emang disempatkan untuk balik ke rumah dulu. Yah. Walaupun gak terlalu puas lah ya karena singkat waktu disana, namun ada momen disaat gue ngerasa gue gak boleh mengecewakan mereka.

Image

saat melihat mereka bisa bercanda, tersenyum dan tertawa lepas, rasanya nyesss banget…

Begini jadi pas gue mau balik ke Bandung pas hari idul adha -kalo gak lupa pas hari selasa dua minggu lalu- , gue kehabisan tiket travel kuningan – bandung sampe hari rabu. Walhasil panik  lah ya, secara hari rabu itu ada quiz paginya. Nah, dinekatin lah naik bus walaupun harus turun di terminal Cicaheum yang jauuuuh banget dari buah batu. Gue berangkat dari rumah jam 4 sore karena gue gak tega untuk ninggalin mama yang lagi sakit. Diputuskan untuk menunggu bus yang gak pasti ada atau gaknya ini, tapi gue ditemani sama bapak tercinta, beliau setia banget nungguin gue sampai naik.

Hingga akhirnya sampe jam 6 sore gak ada juga busnya, alternatif satu-satunya yaitu ke kota Cirebon untuk nyari bus. Gue inget banget, waktu itu bapak gak pake helm dan jaket. Tapi, ajaibnya tiba-tiba bapak pinjem helm ke temennya yang rumahnya deket sama posisi kita nunggu bus, well pasti pada nanya kenapa gak naik angkot ke Cirebon nya? Itu semua karena pada saat itu juga angkutan umum dari kuningan-cirebon penuh terus malah sampe ada yang berdiri di pintu angkotnya gitu. Hiii ngeri.. Dan waktu dibonceng itu, gak berasa air mata gue jatuh, gue merasa terharu banget karena bapak begitu rela berkorban nya, gue sempet bersikeras –karena gue batu- gak mau dianter bapak ke Cirebon, yak karena bapak itu baru aja pulang ngurusin kepanitiaan kurban di kantornya, dan pulang ke rumah harus ditambah capek nya untuk nganterin gue. Gue takut bapak sakit karena kecapean sama kaya mama. 😦

Semoga mama dan bapak diberi lindungan selalu oleh Allah SWT. Yup, dengan kisah tadi gue merasa gak boleh nyerah sama mereka, gue ga boleh leha-leha dan bermalas-malasan lagi, gue mesti usaha go to the max. Gue ingin mempersembahkan “itu” dengan tepat pada waktunya dan gue ingin “itu” menjadi sangat special buat mereka.

Mudahkanlah Ya Allah.. Amiin

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Alam Nasyrah : 5-6).

Ketika mendapatkan “apa yang tak diinginkan”

i couldn’t answer actually. haha.

Sebenarnya judul ini terinpirasi dari seorang teman yang lagi mengalami posisi seperti ini. Saya juga bingung untuk memberikan solusi terhadap beliau karena sejujurnya saya yakin bahwa banyak orang yang ingin sekali berada di posisi teman saya ini, namun pada kenyataan nya hal ini bukanlah sesuatu yang dibutuhkannya saat ini.

Well, let me tell you about her, kita beri nama teman saya ini dengan jamur (hal ini terinpirasi dari saya yang sedang ngidam jamur crispy tiba-tiba). Nah jamur ini wanita yang umurnya gak beda jauh lah ya sama saya, beda umur kita tiga tahun lebih muda, dia cantik dan dewasa. ingat yaa di usia nya yang terbilang muda, menurut saya jamur ini punya pemikiran yang jauh lebih matang dibandingkan dengan usianya, apalagi dengan adik saya, jauh banget deh ya padahal mereka seumuran.

Jadi, ceritaranya si jamur ini udah resmi tunangan dengan si pria idaman sekitar dua minggu yang lalu, usia mereka terpaut kurang lebih 6-8 tahun. Well saya gak tau persis berapa umur si lelaki, namun lelaki ini jelas sudah mapan dan sayang nya mereka harus menjalani hubungan LDR (Long Distance Relationship). Nope, masalah mereka bukan terletak pada LDR, tapi gak menutup kemungkinan hal ini juga menjadi pemicu masalah mereka loh ya. Tapi, kematangan usia sang cowok yang menurut gue memang sudah siap banget buat membina rumah tangga.

Nah,ketika sang lelaki ini meminta jamur untuk menikah dengannya sesegera mungkin, jamur merasa tidak siap untuk memenuhi keinginan pasangan nya. Walaupun, sang lelaki ini memberikan alternative pilihan buat jamur untuk meneruskan kuliah di kota sang lelaki bekerja, tapi yaaa karena jamur itu masiiih muda belia dong ya, selain itu menurut saya jamur ini si bungsu di keluarga nya, jadi mungkin keluarga jamur untuk melepas jamur langsung jauh dari domisili nya sekarang agak berat gimana gitu.

Saya gak terbayang deh ya bingung nya jamur untuk menentukan pilihan yang harus dia buat disaat usia dia yang bisa dibilang baru masuk ke fase kedewasaan yang sesungguhnya, Tsah! Dan pada dasarnya jamur ini memang menyatakan belum siap untuk menikah dengan sang lelaki. Namun, saya membayangkan jika hal ini terjadi pada perempuan yang memang telah siap untuk membina rumah tangga, betapa beruntungnya perempuan tersebut menemukan sosok lelaki yang memang sangat serius. Dan perempua mana yang gak iri ngeliat jamur yang kaya nya udah dapet suatu kepastian dari sang lelaki, yaitu meminangnya.

Hmm, tapi yaaaa kaya judul posting saya ini, ketika kita mendapatkan sesuatu yang pada dasarnya belum terlintas sama sekali dalam pikiran kita. Dan menurut saya, Menikah menjadi suatu kebutuhan bagi mereka yang telah siap, tapi bagi mereka yang belum siap? Adanya kepikiran terus dan mungkin berpeluang menganggu aktivitas si jamur ini contohnya. Kamu yang sabaar ya jamur. Remember, Allah will always be with you :*

Janji dan Dunia Sekitar :)

Mendengarkan kedua lagu ini berasa disentil oleh Band yang saya suka banget nget. Dulu sekitar bulan juni lalu, saya dihadapkan oleh sebuah masalah yang saya anggap itu cukup menguras air mata dan sebagian semangat hidup saya suruuut banget sampai ketemu dua lagu ini, semacam menemukan sebuah brainstorming  yang cukup dahsyat gitu kali yaa.

Dulu kita punya satu rencana
Tentang dunia kita
Seolah begitu mudah percaya
Berujung indah
Manisnya janji-janji – Janji Maliq & D’essentials-

Inget yu, jika manusia berjanji jangan mengharapkan dia akan memenuhi janji sepenuhnya karena berbagai macam peluang akan muncul dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang.

Tidakkah kau merasa
Harusnya kau berpikir
Masalahmu yang kecil
Tidak sebanding dengan apa yang dirasakan
Banyak manusia diluar sana – Dunia Sekitar Maliq & D’essentials-

Dan inget waktu lagi masa-masa terpuruk dan nangis bombay gak berhenti, saya merasa saat itu bahwa saya adalah orang yang paling menyedihkan, namun sampai ketemu sama teman-teman yang selalu bisa tersenyum dan tetap ceria. masa lo kalah sama mereka yu? Kalo kata caesar, Keep Smile ! 🙂