Ketika Ikhlas

“Ketika ikhlas, kemudian dia datang tanpa terduga..”

Masih teringat masa-masa dimana gue cuma bisa nangis dan nangis, mulai dari benci sama kebodohan gue sampe akhirnya gue sadar kalo ini semua cara Allah untuk mengajarkan gue tentang apa arti ikhlas itu sebenernya. Dan ketika kita berharap sepenuhnya kepada manusia, hanya akan berujung pada kekecewaan jika tidak memenuhi ekspektasi yang diiinginkan. That’s the point.

Ikhlas yuu ikhlas.. itu yang gue coba sugesti ke diri gue sendiri di setiap akhir sholat dan doa gue. Yap, gue harus memaksakan itu semua. Kenapa gue bilang harus dipaksakan, gue terinspirasi dari salah satu kajian tentang beramal dan hal tersebut identik banget dengan keikhlasan ye kan. Singkat cerita, ustadz itu cerita tentang seseorang yang berat banget berinfaq pertama kali dengan nominal 100rb dan dia terus memaksakan diri untuk rutin, hingga akhirnya ketika dia mengeluarkan infaq dengan nominal tersebut, hal itu bukan sesuatu beban lagi bagi dia. Gue pun berusaha menerapkan hal tersebut sama apa yang terjadi di kehidupan gue. Gue harus ikhlas melepaskannya karena itu satu-satunya cara yang paling rasional dibandingkan gue harus terus mengikatnya. Jangan nanya yaaa gimana rasanya, mau napas aja susah kayanya, nyesek aja nyesek. Namun, gue Cuma yakin satu hal aja, Allah gak akan memberi suatu cobaan melebihi kapasitas hamba-Nya. Dan voila, gue bisa hidup dengan baik sampai sekarang haha.

Dan suatu malam di Warung Sambal Setan di daerah Manggarai, tanpa gue sangka, “ay.. gue mau lebih serius sama lo!”. Gue ga menyangka sosok ini hadir di kehidupan gue, masih ga percaya aja, kok bisa ya. And I say “yes”, entah keberanian dari mana itu semua, gue berani ambil resiko ini. Yang terlintas dipikiran gue saat itu, Gue mau menata hidup gue kembali dan menurut gue ini saat nya membuka lembaran baru bersamanya. Dan semoga ini yang terbaik dan dipermudah untuk semuanya. Aamiin.

*entah udah lama nulis di blog, berasa kaku gini bahasa gue. Pfft.

Advertisements

25!

Luka masih terasa, namun apakah gue harus terus merasakan dan mengingat luka itu? Hingga hari ini gue bersyukur banget dikelilingi dengan orang-orang yang selalu me-support gue pada saat titik terendah gue. Entah jadi apa gue sekarang kalo tanpa mereka semua.

Gue masih ingat di malam saat itu menjadi momen terakhir gue bersama nya, gue ngerasa malu banget, malu karena gue baru sadar bahwa gue udah terlalu jauh banget sama Allah. Mungkin gue bisa dikatakan tersesat, tapi Allah masih sayang banget sama gue, i know that. Gue diperlihatkan dengan gamblang nya bahwa selama ini gue salah melangkah, gue terlalu mudah bergantung pada seseorang, hingga gue lupa tempat gue bergantung seharusnya.

Sampai hari itu tiba, gue nangis sejadi-jadinya karena semua perasaaan, impian dan harapan gue dalam waktu sangat singkat harus diobrak-abrik oleh rasa kecewa gue yang gak tau apakah gue mampu melawan itu semua. Apakah gue masih bisa kembali kepada Allah?

Hingga suatu saat, gue denger ceramah nya ust. Hanan Attaki, sepotong banget gue denger namun itu jelas merubah cara berpikir gue sebagai hamba yang mendamba sekali pintu taubat-Nya. Kurang lebih potongan ceramahnya, “Allah tidak pernah putus asa memberikan ampun kepada hamba-Nya, namun kitalah hamba-Nya yang berputus asa meminta ampunan.”

Iya, gue berada di posisi itu, gue berputus asa meminta ampunan dan pintu taubat-Nya. Gue ga boleh lama-lama berada di posisi seperti ini. Gue mungkin telah kehilangan semuanya, tapi gue masih punya Allah, keluarga dan sahabat yang selalu ada. Dan gue yakin, Allah tidak akan memberikan cobaan atau ujian di luar kemampuan hamba itu sendiri.

Saat ini gue juga masih dalam masa transisi juga kok, gue yakin perlahan-lahan hal ini bisa terlewati semuanya, tulisan ini juga baru bisa gue buat sekarang semenjak kejadian di akhir maret lalu. Gue hanya ingin memberi semangat buat yang merasakan hal yang sama dengan gue. Mungkin bagi yang belum mengalami ini atau pernah mengalami lebih dari ini, hal yang gue rasakan ini gak ada apa-apa nya. Tapi, gak ada salah nya toh saling menyemangati bahwa kita semua pasti bisa melewati semua nya dengan well done, dan selalu berpikir positif bahwa Allah punya skenario terindah buat tiap Hamba-Nya, karena Allah mengikuti prasangka hamba-Nya. Hwaiting!

And Alhamdulillah for this beauty age, 25!

Berbicara (lagi)

Sudah lama banget dan gue lupa terakhir kapan gue berdiri di depan orang banyak dan berbicara. Ada sedikit pesimis dalam diri, apakah gue mampu? Apakah gue bisa mendeliver materi secara baik? Saat ini gue sudah terbiasa hanya untuk mengolah data, menganalisa dan kemudian lahirlah draft setelah proses beberapa kali review karena bos gue yang udah cinta mati sama perefeksionis, voila.. Bos gue dengan wajah sumringah nya mempresentasikan draft tersebut karena biasanya doi bisa nembak tepat sasaran ke departemen lain yang dianggap selama ini menghambat pencapaian KPI departmen gue. Iya, kerjaan gue hanya berhenti sampai draft saja. That’s it.

Ohiya, jasa pembuatan draft gue ini gak hanya digunakan oleh bos besar import (a.k.a expat) aja lho, tapi ada bos besar lokal (a.k.a group leader) dan juga bos cilik (a.k.a part leader). Dan gue memiliki kepuasan tersendiri sebagai penyusun draft, yaitu ketika purpose atau target yang diinginkan itu tepat kena sasaran. Artinya, apa yang gue buat ga sia-sia dan gue bisa senyum sendiri ngeliat departemen lain kebakaran jenggot gara-gara kena sentil, maklumin aja yaa bidang yang gue geluti adalah outgoing quality control sehingga dibutuhkan keterlibatan dan support dari beberapa department untuk mencapai kualitas yang diinginkan di market. Jadi, kalo bisa dibilang banyak minta ini itu, nuntut macem macem. Hehe.

Well sejujurnya, waktu ngeliat bos bos menyampaikan draft presentasi tersebut, timbul rasa egois dalam diri gue, harusnya gue tuh yang bawa kan gue yang buat. Dan kadang suka merasa gak puas aja kalo draft yang gue buat itu gak nyampe value nya ke participant, istilahnya melempem. Pernah ini kejadian sekali, dan gue langsung protes ke bos besar, karena ngerasa apa yang buat gue sia-sia.

Dan sampai akhirnya gue diberikan kesempatan buat berdiri dan berbicara di depan orang banyak lagi. Gue ngerasa excited lagi entah kenapa, kaya ketemu temen lama yang lost contact yang tetiba say hi aja. I know, I have to be well prepared, dan itu gue lakukan dengan mereview draft beberapa kali dengan bos gue atau pun sendiri, menyiapkan tools yang digunakan, feedback dari participant semacam pendapat mereka tentang materi, dan lain sebagainya.

Dan ini gue rasa menjadi one of my healing process, gue ngerasa hal yang sesimple ini bisa bikin gue bahagia, apalagi setelah membaca sekilas feedback dari participants, they really enjoy this training, ga terlepas yaa dari kekurangan selama process training nya dong ya. Dan gue sangat bersyukur ketika value apa yang ingin gue sampaikan, ternyata sampai ke participant.

Have a nice day and weekend yah!

1496367966649

1496368017101

. (2)

Gue gak tau lagi harus gimana. Gue capek. I am trully exhausted of this life. Gue cuma pengen ketemu jodoh gue titik. Dan kita bisa saling membahagiakan. Gak apa apa kan ya kalo gue sudah bilang, kita. Toh dia udah jelas jodoh gue. Yang belum jelas itu, siapakah dia, seperti apakah dia, dan apakah dia bisa menerima gue?

Saat gue tutup novel yang gue coba untuk baca lagi sebelum launching film nya, critical eleven, gue ngerasa kok bisa pas gini ya? Hows anya’s feeling gak jaun beda dengan apa yang gue rasakan saat ini. Gue berada di tempat yang gue juga ga tau ini tuh dimana sih, gue berusaha memindahkan semua kenangan dari memori otak gue yang udah overload karena sudah terisi delapan tahun lebih lamanya. Kebayang dong yaa. Disaat semua orang tahu yang dilakukan dia sangat jahat dan gue disugesti untuk tidak menerima dia sama sekali karena hal itu akan terulang lagi dan lagi jika gue memaafkan dan menerimanya kembali.

Everyone must know what I feel now. I trully hate him actually what he did to me. But i can’t refuse when our memory comes without permission on my mind. Its really hurt. Keluarga cuma tau kalo gue stabil, dan gue pun merasa juga gue stabil dan ketika gue tenggelam dengan projek kantor gue yang bikin gue pulang malem setiap hari, gue ga memikirkan apapun. Gue merasa sombong, i am totally fine.

Sampai akhirnya dia datang surprisingly. Dan pertahanan gue totally runtuh. Gue lemah. Gue kangen.

Dan pada saat gue tanya kenapa, Lo jawab dengan quote, jangan tanya kenapa. Karena itu hanya akan buat tambah sakit. Dan itu lo kutip dari perkataan atasan lo. Entah kenapa terdengar seperti escape reason buat gue. Dan menurut gue itu artinya lo ga pernah bisa tau letak kesalahan lo dimana itu bermula, lo ga belajar dari kesalahan yang fatal lo lakukan dan lo ga berani mengakui kesalahan.

Please dont say to me, “you have to move on yu”, “lelaki di dunia ini gak cuma dia”, “cara move on yang oke, cari yang baru”. Betapa gue pengen itu semua terjadi secara instan. But i believe yang instan itu gak baik sama hal nya kaya indomie. Tapi, gue juga mupeng ketika gue denger kisah move on maha dahsyat yang ada di sekitar gue. Minggu lalu, gue ke kondangan temen gue, dia pacaran lima tahun, dan putus dengan alasan cowoknya selingkuh, emang brengsek cowok yang cuma bisa main main sama hubungannya. Sebulan kemudian, dia ketemu lelaki dan setelah tiga bulan, he ask to marry him. What a so sweet story, siapa yang ga mupeng denger ceritanya. Di sudut hati gue, ada rasa iri, gue pengen ketemu jodoh gue secepat mungkin. Tapi, gue gak bisa maksa takdir gue. Gue pengen semua nya naturally happen dan gue ga pernah tau apa yang terjadi ke depan nya. Just do everything well and always has value on it. Fighting, ayyu!

Gimana Rasanya Kerja dengan Expat Korea?

Hallo..

Semalem gue kerja sampe jam 10 malem (masuk kerja jam 7 pagi). Yuu.. yu.. kerja kok yaa begitu amat sampe semaleman. Yah maklumin aja kerja sama expat korea yaah, kalo mau nya A yaa A, detail ABCD sampe Z semuanya harus ada, yang impossible harus make it possible, kurang lebih gitu kali ya. But, I am truly enjoy this rhytm, that’s much better daripada gue harus nangis dipojokkan sambil garuk-garuk tembok gegara ditinggal mantan kekasih. Tsah! Hehe.

Well, Akhirnya gue kepikiran aja sih pengen curhat tentang bos gue yang diimpor langsung dari korea. Yah anggap aja ini celotehan anak buah yang kadang kadang suka gemes gara-gara kalo dateng order gak kira-kira. Let’s chek it out.

Workaholic

Gue biasanya manggil bos dengan panggilan Lek Kim. Lek diambil dari kata paklek artinya om, dan Kim adalah marga doi. Menurut gue Lek Kim ini masih muda lah untuk ukuran seorang  department group leader , masih 36 tahun. Tapi anak nya udah 2 yaak. Wkwkw. Kalo ditanya cita-citanya dia bakal jawab, gamer. Iyaaa gamer yang bisa dibayar. Sukak banget sama ngegame. Sampe dia pernah ngomong, “gue ga suka kerjaan gue, gue mau jadi gamer aja lah, pasti hidup gue bahagia”. Gue yang denger juga speachless aja karena lebih ke yang gak percaya ternyata orang kaya dia, cita-citanya out of the box.

Dan jangan dikira karena kerjaan nya gak sesuai sama passion nya dia, mungkin dia males-malesan gitu. Whuooo.. jangan salah! Haha. Saat kerja dan review ini itu, Dia fokus banget. Bener-bener all out dan kadang suka ga enak sendiri kalo ngeluh ini itu tentang kerjaan, karena dia sama sekali ga pernah ngeluh dan selalu membawa mindset kita untuk apa yang harus dilakukan agar ini benar benar selesai dan tercapai dengan memuaskan.

Nah, kata kuncinya “memuaskan”, kalo kerjaan kita menurut dia belum memuaskan, jangan harap bisa pulang sore yang bapak ibu, hanya dia dan Tuhan yang tau kapan bisa pulang. Awal-awal gue kaget sih, cuma makin kesini mencoba untuk menikmati semuanya lah yaaa.

Focus on every detail

Yap, masih di kata kunci yang sama “memuaskan”. Waktu awal-awal kerja, gue udah pede aja dengan kemampuan untuk merepresentasikan data yang ada, apalagi ppt, halaah urusan cingcay lah. Tapi, semenjak bertemu dengan Lek Kim, gonjang ganjing dunia persilatan haha. Gue merasa gak ada apa-apa nya selama ini. Ayyu lo kuliah ngapain aja, begitu doang ga bisa.

Gue sebenernya curiga, Lek Kim ini kayanya penderita OCD untuk tipe orderliness. Kenapa? Karena dia cinta banget sama segala sesuatu hal yang berhubungan dengan presisi. Masih belum kebayang. Jadi waktu awal-awal gue bikin laporan di ppt, itu dirombak abis-abisan, tata letak koordinat si grafik harus sama, sampe gue harus show up gridlines-nya, alasannya setiap perpindahan slide itu, dia gak mau pattern nya berubah atau ada pergerakan, hanya konten nya berubah.

Untuk pemilihan warna graphic, Lek Kim juga punya selera sendiri, dia suka banget sama warna biru kalem dan teman-teman gradasinya, kadang gue juga pake warna abu-abu. Pernah pas awal-awal gue pake warna-warna cerah di draft ppt, dia komen nya Cuma satu, “lo mau buat ppt penyuluhan anak SD?” HAHAHA.

Break the pattern, if needed.

Ini sih yang gue salut sama gaya kepemimpinan nya Lek Kim. Kadang, kalo gue perhatiin Cuma sedikit bos bos lokal yang pake gaya ini, dan ini terbukti efektif kalo emang mau kerja cepet untuk feedback nya. Mungkin kalo pas saat kerja, biasanya ada beberapa hambatan yang sebenernya emang bisa dibilang hanya cari-cari alasan. Nah, style nya Lek Kim, kalo ada macem orang-orang kaya gini, Yaaah semoga selamat aja deh hehe. Soalnya, yang gue perhatikan, find the best person itu sih kurang lebih intinya. Dia gak akan nyerah untuk nyari key person buat memperlancar kerjaan dia. Cuma yang salut dari caranya Lek Kim ini, dia gak langsung ngeganti orang gitu aja sih, Lek Kim ini semacem ngasih beberapa tantangan, Nah kalo lo mampu “memuaskan” doi, Selamat! HAHA.

Kalo dari sudut pandang gue sih, gue cocok banget yaa sama gaya kepemimpinan nya Lek Kim ini, walaupun gue banyak banget order, tapi gue suka aja tantangan-tantangan dari dia. Pasti ada yang baru. Gak semua nya lancar sih, kena semprot juga sering, HAHA. Tapi, yang kaya gitu gak usah dipikirin lah yaa, just give your best, cheers.

Disiplin waktu

Ini sih yaaa yang masih beradaptasi sampe sekarang, disiplin waktu. Jam kerja mulai jam 7 pagi. Iyaaa kaya anak sekolah iyaaa -.-“ Salut nya pernah kita pulang malem sekitar jam 11-12 gitu. Dan pas pagi nya dia udah stand by sebelum jam 7 pagi, gue pun penasaran nanya “mister ga pulang”. “pulang kok, nih mandi” ampuuun deh totalitas dalam kerjaan nya itu loh ckckc.

Suka absurd

Dari sekian kekaguman gue, ini sih yang masih ga bisa gue paham. HAHA.

LEK KIM : L, GUE : A

*lagi lembur ngerjain business strategy*

L : “Ayyu punya pacar?”

A : “punya.” *ini waktu masih punya yaaa dulu

L : “kalo pacaran indonesia, ngapain aja”

A : gue malu asli, soalnya ini ditanya di depan umum, untuk orang kita kan ini lebih ke privacy kan yaa, gak umum diceritain ke orang-orang, “tanya febri aja mister”

Febri : “cium dong mister”

L : “hanya cium saja, wah tidak seru”

Terus menurut ngana? HAHAHA

*lagi numpang pulang pake mobil nya mister waktu pulang malem*

L : “Ayyu, orang indonesia menikah cepat?”

A : *gue tau arah omongan nya kemana* “iyaaa perempuan di sini biasa menikah di sekitar umur 23-25”

L : “Ayyu sudah 25, kenapa belum menikah?”

A : *nah kan bener ujung-ujungnya kesini* “HEHE terus mister umur berapa menikah?” *mencoba mengalihkan pembicaraan

L : “28 tahun, aaaah. Saya tidak suka menikah, menikah tidak menarik. Jika diberikan pilihan menikah apa tidak. Saya pilih tidak menikah. Menikah membuat pusing. ”

A : *keselek sabun*

Asli ga paham kenapa ni orang tiba-tiba ngomong begini, dia lagi curhat sama gue? Haha. Hellow gue pengen nikah woy, kenapa lo kasih doktrin beginian. Haha.

*lagi masuk pas hari sabtu, jadi bajunya cenderung santai, karena Lek Kim untuk daily pakai kemeja dan celana bahan*

L : tiba-tiba duduk diatas meja gue

A : Gue bengong, “ada apa mister?”

L : “Celana baru, mahal” *sambil nunjuk celana jeans nya

A : Hmm pameer “berapa harganya?”

L : “tiga juta ribu”

A : *selamatkan gue dia ngomong apa sih ini*

 

Well, sekian sih kurang lebih pengalaman yaa kerja sama expat korea. Yah kembali lagi ke pribadi tiap orangnya lagi. Temen gue juga kerja sama korea, dan dia dapet yang marah-marah mulu katanya. Makanya dia gak sampe setahun resign. Dan alhamdulillah gue dapet yang oke oke aja sih terlebih sifat absurd yang sering bikin gue gagal paham HAHA.

Kalo kamu ada cerita tentang pengalaman sama expat kamu dari negara lain? Hehe.

.

Andai waktu dapat diputar kembali dan mengembalikan masa disaat awal kita berjumpa. Tatap matamu disana masih hangat terasa. Begitu antusias menatap diriku yang hanya siswi SMK tanpa alis dan make up. Kamu masih indah di dalam kenangan pada masa itu. Kamu cinta pertama aku, cinta monyet sih kalo kata orang-orang. Hehe.

Well. Saya mencoba berdamai dengan masa lalu saya, saya mencoba untuk menerima semua kenyataan pahit yang harus dihadapi. Di masa ini mungkin sisi negatif pada dirimu yang dominan muncul dipikiran saya. Namun, buat apa semua ini? Hanya kata-kata yang saling menyakitkan yang muncul diantara kita. Entah untuk apa itu semua? Yang saya rasakan hanyalah merasakan sakit teramat yang tak sanggup saya tahan lagi.

Semua berpikir bahwa saya termasuk yang kuat menghadapi ini semua. Ketahuilah, bahwa saya juga perempuan yang hati nya rapuh dan patah hati. Cukuplah saya yang merasakan dan Allah menjadi sandaran hati saya selama ini. Saya hanya ingin dipertemukan dengannya yang telah tertulis di suratan takdir-Nya. Kapan saya bisa bertemu dengannya?

Tapi, jika saya bertemu dengan nya disaat seperti ini, saya malu. Malu akan kondisi saya saat ini, karena terlihat begitu lemah dan tak berdaya, kehilangan asa dalam hidup. Yap, saya akan bertemu disaat saya merasa siap dengan semuanya. Yu, pantaskanlah dirimu! Masih banyak ketertinggalan yang harus kamu kejar!