Dilan, Aku Jatuh Cinta Padamu

“Angin, untuk meniup rambutmu. Aku, untuk mencintaimu.”

Dan akhirnya saya jatuh cinta lagi kepada nya, Dilan. Sosok fiksi yang entah kenapa begitu berkesan. Mungkin karena saya kurang piknik kali yaaa sehingga saat membaca buku fiksi tentang percintaan masa SMA, saya sudah sangat bahagia.

Saya pun tidak paham, apa bagusnya buku ini. Buku ini hanya bercerita tentang kisah percintaan zaman SMA, dimana sepasang remaja sedang jatuh cinta dengan setting tahun 90’an, masih belum ada gadget dan masih menggunakan telpon rumah jika ingin menghubungi pacar. Hmm.. Kamu kangen yuu.. Kangen akan masa-masa percintaan pada zaman sekolah dulu, begitu jujur, simpel dan natural tanpa memikirkan ini itu khas anak SMA.

Novel besutan pidi baiq ini sangat ringan, honestly saya hanya baca novel ini kurang dari sehari. Tapi, menurut saya penulis bisa membawa kita berada di masa itu, dan setting Bandung.. aaaah memang ga ada matinya yaaah kalo tentang bandung. Mungkin karena saya pernah tinggal selama 4 tahun sehingga saat diceritakan Bandung masa itu entah kenapa imajinasi itu menyala di pikiran saya. Dan saya ingin juga merasakan Bandung tempo dulu. Bandung yang romantis bahkan hanya duduk di warung kopi. Haha.

Oke, back to the reality ayu! Hahaha. Tapi, buku ini emang bagus untuk selingan menurut saya disaat jenuh sama deadline report dan summary di kantor. Entah kenapa novel ini memberikan ruang baru buat saya untuk tersenyum karena mengingatkan saya saat jatuh cinta pada masa SMA.

Dilan, aku jatuh cinta padamu.

Dilan

Advertisements

16 thoughts on “Dilan, Aku Jatuh Cinta Padamu

  1. Waah… boleh dicoba nih. 😀
    kemarin abis baca trilogi esti kinasih yg jingga dan senja itu, tapi imho kurang menarik. Padahal cewek dan still nya esti oke banget. Tapi yg kisah SMA di trilogi itu terlalu dipaksakan. :/ (malah curhat)

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb…

    Selamat menjalani ibadah puasa. Buat anak muda, novel kayak gini emang mengasyikkan ya. Kalau saya, suka sekali sama novel Kang Abik, Andrea Hirata dan Tire liye. Novel para novelis ini sangat menusuk hati dan berat isinya.

    Salam ramadhan al Mubarak dari Sarikei, Sarawak. 🙂

    • wa’alaikumsalam mba siti ^^

      aku juga suka andrea hirata, untuk selingan memang novel pidibaiq ringan sekali untuk dibaca.

      Selamat menjalankan ibadah puasa mba siti ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s