Are you good listener?

Pertanyaan itu membuat saya ragu untuk menjawab nya. Karena selama ini saya merasa, saya bukanlah pendengar yang baik. Contohnya, saya sering ketiduran di kelas waktu kuliah kalo dosen nya itu bikin ngantuk. Hihi.

Sebenarnya pertanyaan ini makin sering jadi bahan koreksi diri saya sendiri. Karena saya dihadapkan memiliki rekan kerja wanita which is ga jauh-jauh dari rumpi yaa dan cerita tentang problematika kehidupan ini. Halah. Dasarnya saya memang cuek dan justru saya hanya tanggapi dengan senyuman saja atau hanya sekedar ikut bersimpati jika memang itu perlu. Karena sejujurnya, saya pun pernah mencoba untuk menanggapi sebisa saya *untuk hal yang belum pernah saya rasakan/alami* malah terkesan memaksakan dan saya menyesal setelah itu, kenapa mesti ngomong begini begitu..

Am I good listener? Sampe akhirnya, saya menemukan sebuah teori pendukung tentang apakah saya benar-benar pendengar yang baik atau tidak. Yailaaaaah.. Cuma quote aja dibilang teori pfft

β€œBefore you speak,ask your self : Is it necessary ? is it true? Does it improve on the silence?” – Sai Baba of Shirdi

Mungkin ini sebenernya lebih ke porsi berbicara kita, namun saya rasa ini juga pas apabila kita dalam posisi sebagai pendengar. Saran kritik yang mungkin saat ini banyak kita terima, tergantung bagaimana kita melihat saran kritik seperti apa. Mungkin bahasa mereka yang terlalu pedas atau tidak enak didengar, namun semuanya kembali pada diri kita masing-masing. Apakah kita menerima atau tidak? Apakah itu akan menjadi perbaikan untuk diri kita atau menolak mentah-mentah tanpa mereview terlebih dahulu?

Semangat Selasa! Weekend dan gajian masih lama~~~~~~

a-good-listener-is-very-nearly-as-attractive-as-a-good-talker-you-cannot-have-a-beautiful-mind-if-you-do-not-know-how-to-listen

Advertisements

28 thoughts on “Are you good listener?

  1. Saya punya pengalaman, di sebuah rapat warga, saat ada yang menyampaikan sesuatu, ada beberapa orang yang ngobrol, sungguh saya kok ga tega. Bagaimanapun yg menyampaikan sesuatu hendaknya didengar. Bila tidak menarik, lebih baik kita diam sambil melamun, buka hape, atau tidur, xixix… setidaknya tidak ngobrol sendiri πŸ™‚

    • hmmm.. iyaaa kadang memang suka miris melihat orang yang tidak dihargai saat berbicara apalagi di depan umum. seharusnya sih jadi refleksi untuk diri kita sendiri yaaa mas, bagaimana kalau kita di posisi orang tersebut πŸ™‚

  2. Hmmm kalau saya pribadi sih termasuk orang pendengar tapi sepertinya masih belum menjadi pendengar yg baik. Soalnya saya masih pilih2, mana yg perlu saya dengar dan mana yg nggak. hehehe

  3. Pendengar yang baik itu hampir gak ada, apalagi di zaman gadget ini. Kalo kumpul sama teman atau keluarga, eh, mereka malah fokus ke gadgetnya masing2. Yang bicara siapa, yang mendengarkan siapa. haha. Selamat mendengarkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s