Watch your mouth!

Jadi kali ini posting saya akan berisi uneg-uneg saya yang sebenernya udah saya sabar-sabarin kok yaaa jadi kesel sendiri hahaha.. Kebiasaan jelek anak semi introvert macem saya ini, yaitu saya agak susah untuk mengungkapkan apa isi hati saya alias gak enakan, takut menyusahkan lah, takut ini takut itu atau bisa dibilang julit, rudet atau ribet hihihi.

Hoiya, saya mau cerita awalnya kenapa bisa posting kaya begini, saya ini suka banget pake baju-baju lucu gitu *gak inget umur* Berawal saya hari ini pakai kaos ala shirtee gitu, selain saya suka model nya dan bahannya juga adem, apalagi lingkungan kerja saya juga tidak menuntut pakaian kerja formal, jadi kaos plus jeans aja udah ok. Tapi, entah kenapa akhir-akhir ini agak bikin kuping saya gatel, karena ceplas ceplos nya temen saya yang kurang enak didenger. Entah saya ga suka. Mungkin emang bisa sih ngomong baik-baik tanpa harus ngetawain, seriously gue tersinggung dan makin males untuk ngomong ini itu. Karena sejujurnya, saya yang emang tipe orang yg ga suka komentar ga penting, karena saya tau buat apa komentar tentang masalah fashion orang toh yang penting orang nyaman dan suka. Terus masalah buat lo?

So, please yaaa buat yang suka komentar ga penting, perbaiki dulu yuuuk diri kita masing-masing, apa iyaa kita jauh lebih baik dari yang dikomentari atau apakah bisa kita memperbaiki diri bersama sama dengan komentar kita?

OKE. Mohon maaf sekali lagi!

47e6b7ba34a17cd818395bb24f4025fa

Ayooo long weekend cepatlah dataang~~

Advertisements

Are you good listener?

Pertanyaan itu membuat saya ragu untuk menjawab nya. Karena selama ini saya merasa, saya bukanlah pendengar yang baik. Contohnya, saya sering ketiduran di kelas waktu kuliah kalo dosen nya itu bikin ngantuk. Hihi.

Sebenarnya pertanyaan ini makin sering jadi bahan koreksi diri saya sendiri. Karena saya dihadapkan memiliki rekan kerja wanita which is ga jauh-jauh dari rumpi yaa dan cerita tentang problematika kehidupan ini. Halah. Dasarnya saya memang cuek dan justru saya hanya tanggapi dengan senyuman saja atau hanya sekedar ikut bersimpati jika memang itu perlu. Karena sejujurnya, saya pun pernah mencoba untuk menanggapi sebisa saya *untuk hal yang belum pernah saya rasakan/alami* malah terkesan memaksakan dan saya menyesal setelah itu, kenapa mesti ngomong begini begitu..

Am I good listener? Sampe akhirnya, saya menemukan sebuah teori pendukung tentang apakah saya benar-benar pendengar yang baik atau tidak. Yailaaaaah.. Cuma quote aja dibilang teori pfft

“Before you speak,ask your self : Is it necessary ? is it true? Does it improve on the silence?” – Sai Baba of Shirdi

Mungkin ini sebenernya lebih ke porsi berbicara kita, namun saya rasa ini juga pas apabila kita dalam posisi sebagai pendengar. Saran kritik yang mungkin saat ini banyak kita terima, tergantung bagaimana kita melihat saran kritik seperti apa. Mungkin bahasa mereka yang terlalu pedas atau tidak enak didengar, namun semuanya kembali pada diri kita masing-masing. Apakah kita menerima atau tidak? Apakah itu akan menjadi perbaikan untuk diri kita atau menolak mentah-mentah tanpa mereview terlebih dahulu?

Semangat Selasa! Weekend dan gajian masih lama~~~~~~

a-good-listener-is-very-nearly-as-attractive-as-a-good-talker-you-cannot-have-a-beautiful-mind-if-you-do-not-know-how-to-listen

Apa sih yang salah?

Bagi saya punya sifat yang setengah ekstrovert dan setengah introvert alias ambivert ini kadang memerlukan “me time” seperti nonton film sendirian. Minggu kemarin saya baru saja nonton film Batman V Superman SENDIRIAN banget. Hihi. Dan hal itu saya ceritakan kepada sahabat saya, ami. Dia pun terkejut karena saya nonton sendirian, terkesan ga punya temen, ujarnya. Dan dia meminta untuk memberitahukannya jika ingin menonton tapi ga ada teman nonton.

Apa sih yang salah? Karena menurut saya, menonton sendirian itu lebih bisa mengefektifkan waktu sendiri. Kenapa? Pernah gak sih nunggu lama karena kita harus nungguin seseorang yang janji nya dateng jam sekian, tapi ternyata ngaret sampe film nya udah main dari 30 menit yang lalu, males banget kaaan. pfft. Terus, apalagi yaaaa, hoiya waktu sholat juga lebih efektif karena jika waktu nonton nya mempet dengan adzan, kita bisa mengatur berapa lama untuk sholat sebelum film mulai. Dan yang lebih utama adalah saya bisa memilih tontonan kesukaan saya tanpa takut merasa ga enak karena teman nonton saya ga suka sama film yang saya ingin tonton. Contohnya, nanti tanggal 15 april akan ada filmnya Shah Rukh Khan yang judulnya FAN.. aaaaaaak gak sabar nunggu film nya di CGV groups wohooooooooo! Hahaha

Menurut temen-temen, ada yang salah gak sih kalo nonton sendirian? hmm