Marah

Pernah ga sih merasakan jika teman di sekitar kita yang terkesan paling sabar dan berubah seketika menjadi marah? Saya pun mengalaminya juga dan tentu saya kaget. Karena ternyata orang yang biasa nya sabar, namun ketika emosi nya memuncak maka berubah menjadi seperti orang lain. Mungkin hal ini juga terjadi sering kepada saya, karena tekanan dari atasan sangat tinggi, deadline yang begitu rapat serta kurang nya me-time, such as shopping, perawatan, traveling dan masih banyak lagi. Haha.

Tapi, jika ditelaah lagi, apakah perlu marah-marah untuk hal sesuatu yang sebenarnya merupakan tanggung jawab kita? Atau mungkin memang marah itu menjadi salah satu kebutuhan untuk melepaskan penat kita? Entah kenapa ketika saya melihat seseorang yang marah itu, terkesan berpikir pendek (no offense), karena setelah marah lalu apa? Bisa jadi kita menyakiti perasaan yang berada di sekitar kita karena ucapan yang kasar terlanjur keluar dari mulut kita tanpa kita bisa tarik kembali, atau lelah karena mengeluarkan beberapa kalori untuk menarik urat-urat di sekitar wajah untuk menunjukkan jika kita marah, atau ada pendapat lain kah?

Ini semua bukan berarti saya tidak pernah marah loh, bisa dibilang saya ini salah satu orang yang ekspresif loh hehe. Namun untuk mengeluarkan kata kasar ketika marah, seperti nya itu bukan tindakan bijak, karena bagaimanapun juga marah merupakan salah satu trik jitu dari para setan yang berusaha menambah dosa dan dia akan tertawa bahagia ketika kita masuk jebakan setan #randommind haha

 

angry-little-baby

Kalo Bayi yang marah sih lucu, kalo orang dewasa?? Haha