Mencoba Menulis (lagi)

Jari ini begitu kelu, hai blog.. apa kabar dirimu? Bagaimana kabara semua nya. Setelah sekian lama banyak cerita yang terlewat begitu saja tanpa saya abadikan di album rangkaian kata ini. Ah, menyesal! Dan penyesalan selalu datang terlambat.

Mengapa saya mencoba menulis (lagi), ini semua karena sebuah posting seorang teman di salah satu media social, “terkadang curhat lewat tulisan lebih asik dibandingkan lisan”. Indeed. Belum tentu ketika kita curhat, teman kita mendengarkan sungguh-sungguh atau mungkin pada saat itu ternyata lawan bicara kita memiliki masalah yang jauh lebih berat atau memang mereka tidak mengerti posisi kita dimana sehingga reaksi ekspektasi yang kita harapkan tidak seperti yang kita harapkan. Dan kemungkinan yang paling pahit, ketika curhatan kita malah dianggap maksud yang lain. Dan trust me, kalo kamu mengalaminya, itu merupakan kejadian yang gak ngenakin banget.

Well, ini baru pemanasan yaah, dan saya mau tidur dulu karena harus masuk kerja jam 7 pagi. Hwaiting!

Advertisements

23 thoughts on “Mencoba Menulis (lagi)

  1. Selamat datang kembali, semoga istiqomah 😆

    Saya juga lama vakum karena kerja dan sekarang mulai kembali lagi. Semacam ada yang hilang. Mungkin karena menulis itu jujur, iya kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s