Menunggu itu ternyata..

Hello Blog!

Kamu pernah menunggu? Sebenernya, masa-masa menunggu adalah masa yang bikin perasaan gelisah gak menentu. Tsaah. Di pertengahan September ini harus dibuat menunggu untuk sebuah kepastian apakah saya diterima ataupun gak. Hehe. Huuuh, sebenernya saya menikmati sekali masa-masa saya jobless seperti ini hehe. Karena saya baru menyadari bahwa masa-masa seperti ini saya semakin dekat dengan keluarga, hal ini disebabkan empat tahun ini saya harus terpisah jarak Bandung-Kuningan yang mengakibatkan saya hanya pulang sesekali dalam periode tertentu. Mungkin memang Allah membuat saya harus menunggu karena memang yang terbaik buat saya adalah menunggu, namun nama nya juga manusia ngeyel lah yaaa, tetep aja galau pas lagi nunggu hihi.

Suatu saat mamah bilang, “teh.. mamah sebenernya seneng kamu nunggu beberapa bulan di rumah, bareng sama mamah, bapak, sama adek-adek kamu. Soalnya, nanti pas udah kerja pasti lebih jarang pulangnya, apalagi kalo udah nikah, belum tentu pas lebaran pulang”.

Yaa.. keluarga saya menginginkan waktu bersama saya yang selama ini hampir seluruh waktu saya dihabiskan di Bandung untuk kuliah, kegiatan kampus, jalan-jalan dan masih banyak lagi. Yah. Saya menikmati bersama keluarga tercinta. Dan akhir agustus kemarin, kami piknik ke Candi Borobudur. Full Team! I love you so much much much: mamah, bapak, nurul & dede zia :*

Kebo, bapak, dede zia, mamah, nurul (ki-ka)

Kebo, bapak, dede zia, mamah, nurul (ki-ka)

ODOP ala Blogger

ayooo ayooo ODOP nyaaaaa bisa dipilih.. eh diikuti 😀

Buku Harian Sepanjang Masa

Assalamualaikum Wr Wb

one-day-one-juz

Hallo sahabat blogger, kita sering kali terlalu sibuk dengan urusan dunia. Bekerja dari pagi sampai sore, malam baru sampai rumah kemudian langsung istirahat. Dan waktu weekend sibuk pacaran, kemudian kalau nggak diapelin malah cemberut ngurung diri dikamar. Nggak terlewat yang jones (jomblo ngenes) sibuk berkeliaran di mall atau kalau nggak punya duit sibuk berkeliaran di sosmed mencari-cari target via online (hanyo ngaku ajah). Siklus seperti ini terus berulang setiap harinya bukan. Sadarkah kalian waktu yang Allah berikan ini telalu berharga untuk dilewati begitu saja, siapa yang tahu kapan ajal akan menjemput kita. Oleh karena itu, aku (Keke) disini mengajak langsung sahabat blogger untuk melangkah bersama menuju Ridho-Nya, memanfaatkan menit yang tak seberapa untuk menuju SurgaNya, bersama ^_^.

Maksudnya gimana melangkah bersama, jalan bareng berpegangan tangan gitu Ke?

View original post 600 more words

Ternyata, Sudah Sampai Fase ini..

Hallo blog!

Memiliki seorang sahabat yang dulunya sangat dekaaat jaraknya dengan kita, hingga kita mengetahui sendiri perubahan pola pikir nya sedikit demi sedikit, maka tanpa disadari telah beranjak dewasa baik dari perilaku maupun pola pikir. Namun, apa yang terjadi jika kamu terpisah jarak yang cukup jauh dengan  sahabat kamu sehingga bertemu merupakan sebuah momment spesial bagi kamu dan sahabat kamu?

Lingkungan, ternyata faktor ini merupakan faktor yang paling kuat membentuk pola pikir seseorang. Hal ini tanpa disadari terjadi dengan saya dan sahabat saya, onta. Kami memutuskan untuk memilih jalan yang berbeda setelah lulus dari SMK. Saya memilih untuk melanjutkan kuliah reguler, sedangkan onta memilih untuk kerja sambil kuliah, how the great woman she is.

Semasa saya kuliah, kami pun masih ‘haha hihi’ dan sering bertemu karena pacarnya onta berkuliah di tempat yang sama dengan saya. Sehingga ada waktu tertentu untuk onta mengunjungi Bandung dan menginap di tempat saya  dan kami bisa bercerita sampai gak sadar kalo sudah dini hari. Yup, beginilah kami, jarang sms, chat ataupun telpon, tapi kalau sudah ketemu langsung bisa sampai lupa waktu. *rumpi ne* haha

Hingga saya menerima kabar bahwa onta dan pacarnya harus putus, saya ikut sedih dan kecewa kenapa sang lelaki memutuskan kisah kasih mereka yang telah terjalin selama empat tahun itu. Namun, setiap kejadian yang menyulitkan tersebut pasti ada suatu kemudahan dan hikmah dibalik itu semua. Saya pun sesekali mengunjungi rumah onta di bekasi, kali ini hanya ingin jadi pendengar saja tanpa harus berusaha memberikan nasihat layaknya seseorang yang ahli dalam menangani patah hati, karena kalo saya berkaca dengan hubungan saya pun jauh dari kata sempurna, putus-nyambung huft.

Onta pun berhasil melalui masa-masa sulit alias move on. Yeay! Dan dalam jangka waktu yang singkat, onta dekat dengan seorang lelaki yang jarak usia nya sekitar 5-6 tahun  dari nya. Usia yang cukup matang bagi seorang lelaki untuk menjalin hubungan yang lebih serius. Hingga onta pun mengutarakan niatnya untuk menikah, entah darimana tekad yang begitu membara tersebut. Sejujurnya, niat onta ini jauh dari nalar saya,bagaimana bisa kami bersahabat namun untuk membicarakan hal sensitif ini untuk beberapa orang, tidak termasuk saya, kami memiliki sudut pandang yang berbeda untuk ‘menyegerakan’ menikah.  Saya pun menyadari, mungkin memang lingkungan onta yanng telah membentuk pola pikirnya yang kekana-kanankan itu berubah menjadi wanita yang dewasa seutuhnya atau mungkin dia memang telah bertemu jodohnya, sehingga begitu mantap ia membicarakan ini semua dengan saya. Semoga niat mu ini diberi kemudahan ya onta 😀 Aamiin ya Rabb ({})

Graduate Trainee Recruitment di PT. HM Sampoerna

Hallo blog!

Berjumpa lagi dengan kebomandi masih di blog yang sama dan gak akan pindah kemana-mana ini. Hehe. Kali ini saya akan menceritakan tentang salah satu pengalaman saya mengikuti rekrutmen di PT.HM Sampoerna untuk program Graduate Trainee (GT), yah walaupun belum rejeki kali yaa masuk  situ. Huhu. Sebenernya sudah banyak sih yang menge-share tentang tahap rekrutmen salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia, namun waktu saya mengikuti rekrutmen ini ada perbedaan di tahap FGD dan Panel Interview. Kalau sebelumnya, peserta melakukan tahap FGD baru setelah itu ditentukan siapa saja yang bisa lanjut ke panel  interview, tapi sistem tersebut diubah, panel iinterview diganti dengan istilah speed date interview dan ini diikuti juga oleh seluruh peserta yang mengikuti FGD, sehingga tidakada proses eleminasi pada FGD. Well, Let’s find out.

  1. Jobfair di Smesco

Yup, awalnya saya mengikuti jobfair ini dengan nothing to lose deh karena menurut info dari beberapa teman saya, Jobfair or something kind of that, it’s just branding company, hanya untuk memperkenalkan perusahaan-perusahaan nya saja. Yaa, kita gak tau lah ya kalau gak dicoba. Waktu jobfair itu, kalau gak salah saya meng-apply hanya tiga perusahaan yang menurut saya cocok, salah satunya HM Sampoerna. Dan setelah dua minggu saya mengikuti jobfair tersebut, ternyata ada panggilan untuk mengikuti tahap writing test di One Pacific Place Building, kawasan SCBD.

  1. Writing test

Writing test ini bisa dikategorikan dengan Psikotes gitu kali ya, namun menurut saya berbeda dengan tes psikotes yang pernah saya ikuti sebelumnya. Seinget saya, Tes terdiri menjadi tiga bagian, yaitu analytic thinking verbal, anylitic thinking numeric dan kepribadian. Untuk anlytic thinking verbal dan numeric formatnya sama yaitu menentukan pernyataan yang sesuai dengan informasi yang telah diberikan. Untuk verbal sendiri, diberikan satu paragraf untuk sekitar 3 soal pernyataan dan di tiap pernyataan terdapat pilihan : benar, salah atau tidak dapat ditentukan. Paragraf yang disajikan dari beragam bidang ilmu, dan bagi yang tidak terbiasa dengan istilah ekonomi seperti saya, maklum anak teknik, akan menjadi sebuah tantangan ketika membicarakan saham, inflasi, dsb. Untuk numeric, sama seperti soal matematika, namun kesulitan yang saya hadapi mengenai peerhitungan dividen, karena memang saya gak tau ini istilah apa. Hehe. Dan kalau untuk kepribadian lebih mengisi kecendrungan sifat kita. Pokoknya, dari tahap awal ini saya sudah pasrah Huhu..

Saran dari saya, untuk mengikuti tahap ini, Fokus yang paling penting. Selain itu, perhatikan perintah writing test untuk verbal, yaitu pilih “benar, salah atau tidak dapat ditentunkan” hanya berdasarkan paragraf yang telah disediakan, bukan berdasarkan informasi yang telah anda ketahui sebelumnya. Kalau untuk numeric sendiri, saya lebih memilih mengerjakan yang saya bisa, setelah itu, saya mengerjakan sebisa saya, dan waktu itu saya lebih memilih untuk tidak mengisi soal-soal numeric yang tidak bisa saya kerjakan, jadi banyak kosong nya Hihi.

  1. Interview HR

Dan sekitar 2-3 minggu saya mendapat telpon dan email dari Sampoerna kalau saya lolos ke tahap interview HR. Well, persiapan saya buat interview HR yaa saya banyakin baca tentang Sampoerna dan beberapa artikel terkait perusahaan yanng telah berafiliasi dengan Philip Moris International ini, dan saya sudah prediksikan kalau ini pasti bahasa Inggris.

Waktu interview saya bertemu dengan pak Luki, orangnya hangat dan enak diliat lah yaa. Hehe *centil* Pada sesi ini, pak Luki juga cerita kalo doi ternyata dari program GT selama dua tahun. Berdasarkan informasi dari pak Luki, doi ternyata dari program GT operational, namun setelah dilakukan penempatan, doi memiliki minat di bidang HR. So, tips and trik dari pak Luki, kalau mau masuk GT Sampoerna ini sesuaikan dengan latarbelakang pendidikan kamu, misal kamu anak Teknik yaa berarti bidang yang kamu pilih adalah operational, kenapa? Karena misal nya, kamu anak teknik, tapi kamu pilih bidang Company Affair atau Finance, maka untuk masuk program GT ini kamu akan bersaing dengan anak hukum yang mengerti tentang seluk beluk hukum bla bla atau anak akuntansi yang ngerti tentang istilah profit bla bla bla. Jadi, walaupun program GT ini diperuntukkan untuk seluruh jurusan, namun pada tahap pemilihan divisi disarankan untuk tetap disesuaikan dengan background pendidikan kamu.

  1. FGD dan Speed Date Interview

Sebenernya gak sampe sebulan saya, mendapat telpon dari Sampoerna untuk mengikuti Forum Group Discussion (FGD). Namun, saya bingung liat tanggal nya, karena bertepatan dengan saya wisuda. Waduh, terpaksa saya konfirm kalau saya minta di re-scheduled, namun pas tahap ini asli pasrah banget, karena saya gak terlalu berharap banyak bisa atau gaknya jadwal FGD saya di-rescheduled, dan ternyata bisa. Yeay! Walaupun emang harus menunggu satu bulan lagi setelah itu. Hiks.

Sebelum  dilakukan tes FGD, recruitment team meberitahukan mekanisme baru tentang FGD dan Speed Date Interview (SDI), nama sebelumnya Panel Interview. Jadi, waktu itu dibagi menjadi beberapa kelompok, sekitar 6-7 orang per kelompok.  Dan beberapa kelompok melakukan FGD atau SDI terlebih dulu. Untuk kelompok saya, kami mendapat jadwal untuk SDI terlebih dulu.

Mekanisme SDI ini menurut saya sih unik yaa, belum pernah nemun model interview macem gini di perusahaan manapun. Hehe. Jadi, terdapat meja panjang, disitu terdapat 3 pasang bangku berhadapan, dan sebelumnya telah diisi oleh 3 user yang telah duduk manis disitu. Tiap peserta mendapat kartu berisikan jadwal interview dan mendapatkan jatah 2  kali interview. Sehingga, kita harus mengganti posisi kami tiap kali mendengar suara pluit. Berasa main bola deh ya. Haha. Pertanyaan interview seputar tentang kuliah, projek dan bla bla bla. Jujur, saya sih grogi ya karena pertama kali saya interview user dengan bule pulak yang ngomongnya cepet juga, asli bahasa inggris saya yang terbatas sehingga menurut saya, saya kurang menunjukkan siapa saya hehe.

Dan setelah SDI, kami sekelompok diminta untuk masuk ruangan dimana ternyata sudah ada tiga user yang telah duduk manis di sudut ruangan, nah proses FGD ini diminta untuk menyelesaiakan suatu permasalahan. Nah, rules nya, tiap 10 menit, kami diminta untuk menentukan 3 amplop yang ingin dipilih untuk data pendukung pemilihan nya. Dan ada dua kali kesempatan, sehingga ada 6 amplop yang digunakan untuk memutuskan permasalahan. Well, permasalahannya seputar menetukan 3  produk apa yang terbaik untuk dijual ke pasaran.

Begini, saya gambarkan yaa kondisi waktu FGD, yang saya lihat semua orang di kelompok saya ingin menunjukkan kelebihan pada diri mereka sehingga menurut saya bisa dikategorikan ini diskusi yang panas karena ada beberapa orang yang ngotot ingin pendapatnya diterima. Hal ini dimulai dari pemilihan 3 amplop awal yang sudah jadi pembicaraan alot. Waktu itu, saya lebih mencari kesempatan untuk berbicara. Dan saya mengakui porsi bicara saya kurang sekali dibandingkan lainnya, karena gimana mau ngomong, toh semua nya pengennya pendapatnya didengar dan saya akui bahasa inggris saya lagi dan lagi terbatas hiks, jadi saya berbicara seperlunya aja deh, karena saya gak terbiasa dengan diskusi yang ngotot. Santaaaaaiii bro and sist. Hehe. And in the end of discussion, sebenernya kami diminta menentukan 3 produk, tapi hal itu gak tercapai karena diskusi kami mentok di 4 produk yang ingin dijual.

Saran dari saya, kalo kamu sudah sampai tahap ini, sebaiknya perbanyaklah pengetahuan kamu tentang ekonomi, market trends, psikolog, chemical, dan masih banyak lagi. Berusaha tenang dalam FGD, karena sejujurnya saya panik, karena kaget saat meilhat didalam amplop ternyata banyak hal baru, sehingga saya kurang menguasai untuk dari segi pengetahuan nya.

Well, gak nyampe seminggu saya mendapatkan pemberitahuan bahwa saya tidak lolos untuh tahap berikutnya. Sedih sih ya, tapi semua ini saya anggap pengalaman berharga bagi saya. Berdasarkan, info yang saya terima dari recuitment team nya, tahap berikutnya adalah presentation. Dan Selamat bagi yang lolos rekrutmen GT ini dan Goodluck juga bagi kamu yang seleksi GT Sampoerna. Sukses 😀

Balada si FreshGraduates

Hallo blog!

Akhir-akhir ini saya sering memperhatikan beberapa teman saya yang sudah atau belum diterima kerja di perusahaan tertentu dan biasa nya mereka yang sudah signing kontrak ini akan mengalami siklus tertentu tanpa disadari, termasuk juga saya. Hehe. Dan sebenernya saya posting tentang ini bukan karena saya sudah keterima kerja dan sudah melewati seluruh siklusnya, tapi saya hanya ingin share pengalaman dan cerita di sekitar saya.

Siklus nya sih dimulai kelar sidang, biasanya merasakan kebahagiaan dan kelegaan tiada tara, secara dong ya setelah bergulat untuk mendapatkan gelar tertentu seperti menghadapi killer nya penguji sidang yang tiada ampun memberikan pertanyaan-pertanyaan, menunggu dosen pembimbing tanpa kepastian berapa lama harus menunggu hanya untuk minta tanda tangan satu lembar saja, atau rela gak tidur berhari-hari demi terkejarnya deadline yang semakin mendekati batasnya dan masih banyak lagi hal-hal yang akan menjadi kenangan indah mencapai gelar sarjana atau yang lainnya.

Well, setelah saya lihat, ternyata mahasiswa kelar sidang ini terbagi menjadi dua, yaitu yang kebelet dapet kerja dan yang mau have fun dulu aja. Dan berdasarkan survey, ceileh, kebanyak teman-teman saya termasuk ke dalam kategori ‘kebelet kerja’. Why? It’s so simple, because they want to get their own money alias gak tergantung lagi sama orangtua. Namun, biasanya karena terlalu kebelet kerja, biasanya terlupa akan beberapa hal pertimbangan, yaitu bagaimana development career di perusahaan tersebut, budaya kerjanya atau benefit apa saja yang didapatkan selama kita bekerja disitu, sehingga gak aneh kalo kita (anak muda) bisa dibilang kutu loncat yang bergerak dari satu ke lain perusahaan untuk mendapatkan yang benar-benar pas.

Nah, untuk beberapa orang mungkin hal itu wajar saja  dilakukan, karena mengingat suatu prinsip, “yang penting cari pengalaman dulu”. Well, pada masa dimana sudah diterima kerja namun tidak sesuai dengan diri kita, baik itu dari sisi gaji dibawah standar, kerjaan yang numpuk, mungkin ditambah lingkungan kerja yang gak cocok atau masih banyak faktor yang membuat kita gak nyaman berlama-lama diperusahaan tersebut. Nah, fase ini biasa nya sih bergalau-galau gitu. Hal ini benar terjadi dengan salah satu teman saya, jadi sebenernya doi sudah diiterima di sebuah perusahaan salah satu operator besar di Indonesia, karyawan tetap lagi, tapi doi gak happy karena ternyata penempatannya di luar pulau jawa. Doi pun berencana untuk resign, tapi ternyata banyak temen-temen yang menyayangkan keputusan ini. Well, mungkin kita hanya memandang dari satu sudut pandang saja, tanpa melibatkan rasa empati kita jika hal itu terjadi pada kita. Hal-hal seperti itu menjadi miris, ketika ratusan atau bahkan ribuan orang pengen masuk ke perusahaan itu tapi, disatu sisi temen gue malah mau resign. Yup, that’s life.

So, gimana yang masih mencari tambatan perusahaan yang pas? *talk to myself* sekarang sih tinggal gimana kitanya menempatkan diri dan senantiasa bersyukur kepada Allah SWT. Dan ada satu hal yang mesti kita percaya sih yaitu Allah pasti menciptakan skenario yang sangat indah dan tak akan pernah terduga. Prinsipnya kaya ketemu jodoh aja, berusaha untuk ‘memantaskan diri’, yaa menurut sayasih prinsip itu juga dipegang disaat proses pencarian jodoh kerja 🙂

yaa.. asal gakkaya gini aja yaa kalo udah dapet kerja *talktomyself*

[Review] Wardah vs si Wajah

Hallo semua!

Kali ini saya akan mereview tentang suatu produk yang sebenernya udah lama banget pengen direview, tapi apa daya lah yaa baru bisa sekarang. Muehehe. Jadi, ceritanya dulu muka saya itu pernah salah pakai merk facial foam. Walhasil muka sayapun dipenuhi jerawat batu yang bikin udah biasa banget kalo ditanya sama temen-temen dan keluarga, “iih.. ayyu mukanya kok jerawatan??” atau “itu jerawat nya gede amat yu..”. Heuuuu.. udah biasa banget saya ditanya-tanya macem hal kaya begitu, so it doesn’t make me worry anymore. Hehe.

Semua ini bermula dari SMK salah milih facial foam. Awalnya gak niat gitu ding, sumpeh! jadi ceritanya pas saya masih cuek banget pake facial foam, tapi ada temen yang rajin banget cuci muka, tiap mau masuk sekolah, istirahat kedua sama pulang sekolah. Pokoknya kincloong nek mukanya. Sampe akhirnya saya iseng beli facial foam merk p*nds dan efeknya jreng jreng.. jerawaaaat muncul tak terbendung. Akhirnya saya memutuskan untuk berhenti dan jerawat nya ga hilang.

Dan berlanjut di bangku perkuliahan, saya gak pake facial foam apapun atau bedak karena saya trauma. Terus ga pake apa-apa dong? saya pake milk cleanser sama toner merk vi*a, tapi gak ada efek bikin muka saya ada kemajuan yang ada tiap kali pakai milk cleanser yang ini kok muka berasa panas gitu ya. Saya menyimpulkan gak beres dipertahankan lama-lama sama muka saya. Akhirnya, yaudah kita say goodbye sama facial foam, milk cleanser dan toner. Lo, gue, end!

Dan alhamdulillaaaaaah.. Sekarang muka saya lebih mending lah yaaa.. itu semua gegara saking frustasi nya sama muka berjerawat tiada akhir, saya ke dokter spesialis kulit, namanya dr. Amir. Disitu saya berobat selama 3 bulan dan saya iseng nanya mulai dari jenis kulit muka sampe produk apa yang bisa saya pake dengan aman. Dan si dokter ngemention satu merk, wardah. Well, setelah saya ngobatin jerawat dan akhirnya perlahan mulai membaik, saya pun memutuskan untuk berhenti dari perawatan dokter kulit. Awalnya, saya rada takut, karena menurut cerita beberapa teman, kalo sudah ke dokter kuliat yang ada efek ketergantungan akan produk dokter kulit yang bikin susah pake ini itu. Tapi, saya coba cari tau tentang produk wardah yang cocok buat kulit sesuai rekomendasi dokter kulit saya, normal to oily alias sensitive jerawatan.

Dan ada tiga produk yang saya pake sampe sekarang, yaitu : Acne Cleansing Gel, Acne Perfecting Moisturizer dan Compact Powder-nya wardah J. Well, kali ini yang mau dibahas cuma Acne cleansing Gel dan moisturizer nya aja karena mungkin jarang juga yang pake di lingkungan saya.

 IMG_20140805_131610

Pertama, Acne Cleansing Gel. Kalo dari segi wujudnya kaya gel bening dan gak berbau menyengat, tapi kalo dikasih air dan digosok-gosok langsung keluar busanya sedikit. Pas abis cuci muka pake ini, adem sih dan muka “gak keset kaya abis pake sabun”. Terhitung cocok banget buat muka saya yang sensitive berjerawat dan emang sih harganya lebih mahal sedikit dari facial foam biasanya tapi worth it menurut saya.

And the second is Acne Perfecting Moisturizer Gel. Sebenernya, ini baru saya coba dua bulan terakhir, awalnya karena keranjingan sama si cleansing gel-nya wardah yang cucok sama muka. Dan saya punya masalah alergi sama sinar matahari yang langsung kena muka, yaitu langsung merah-merah dan ada ruam-ruam luka bakar gitu. Jadi, saya nyari product pelembap sekalian yang ada SPF-nya.

Sebenernya masih banyak juga sih produk acne series nya wardah kalo ga salah, tapi masih takut nyoba ini itu nya, jadi untuk sementara pakai dulu yang ada sekarang. Dan sampai saat ini saya gak bermasalah banget sama jerawat, paling muncul satu-dua menjelang tamu bulanan. Semoga kita bisa langgeng yaa wardah!

Melarikan DIri ke Pulau Tidung

Hallo blog..

Kali ini saya mau bercerita tentang liburan saya ke Pulau Tidung di bulan Agustus kemarin. Dan alhamdulillah cukup menenangkan batin saya untuk mengahadapi final interviewdi akhir agustus. Semoga ini menjadi pelabuhan terakhir saya setelah sekian lama berkelana mencari tambatan hati *Tsaaah *ini nyari jodoh apa kerja? Hihihi

Well, akhirnya Liburan ke Pulau Tidung. Yeay! Karena di Bandung gak ada pantai, jadi seneng aja karena terakhir ke pantai itu waktu tingkat 2 waktu kuliah dulu. Well. Here we go!

Keberangkatan saya berawal dari Pasar ikan muara angke dari jam 8 pagi, tapi kalo bisa dari jam 7 pagi sudah standby di kapal untuk nyari spot yang oke di kapal. Sekitar tiga jam terombang-ambing di laut dan ombaknya emang lagi kenceng yaaa jadi banyak-banyak zikir aja waktu di dalam kapal. Dan sayang banget sih ya, menurut saya factor keamanan yang ada di kapal ini sangat minim. Sedih sih, padahal objek wisata pulau seribu merupakan wisata pantai bagus yang paling dekat dengan Jakarta, tapi akses nya menuju kesana yang kurang. Hmm.. Saya membayangkan kalo Pelabuhan Muara Angke bisa jadi pelabuhan untuk akses menuju kepulauan seribu karena dampaknya akan baik sekali buat Pasar Ikan disekitarnya.

Pulau Tidung merupakan salah satu pulau di kepulauan seribu dengan objek wisata yang cukup lengkap, mulai dari watersports, pantai pasir putih, wisata sejarah dan pasti nya snorkeling yeay. Namun, sedihnya.. pulau ini masih terkena dampak sampah Jakarta. Walaupun sudah ada petugas kebersihan dan penduduk pulau yang membersihkan, namun jika arus sedang membawa sampah-sampah tersebut maka penduduk tiba bisa berbuat banyak. Sedih ya, padahal menurut saya pulau yang namanya terinsipirasi dari salah satu sultan dari Kalimantan yang meninggal di Pulau ini, harus tercemar oleh sampah-sampah yang berasal dari Jakarta. Efek nya gak hanya banjir, tapi juga merusak lingkungan juga! Remember it!

Well, daripada banyak cincong mending langsung aja yaa liat foto-fotonya 😀

IMG_20140809_160358

Dermaga Utama Pulau Tidung

IMG_20140810_064322

tiket kapal perjalanan pulau tidung-muara angke

IMG_20140809_160324

Lampu Delapan, letaknya berada di Dermaga Utama Pulau Tidung

IMG_20140809_155705

Asal Muasal nama Pulau Tidung ini yang berasal dari nama Raja Kalimantan Utara yang meninggal bersama keluarganya di Pulau Tidung ini, tutur sang tour guide

IMG_20140810_064203

kalo ini bisa disebut prasati gak sih? hehe

IMG_20140810_061531

Sunrise at Tidung Island

IMG_20140810_062046

Suasana halaman depan penginapan

IMG_9373_2

Jembatan Cinta

IMG_9441_2

Jump!!

IMG_9443_2

Dermaga di Jembatan Cinta

IMG_9439_2

watersports, banana boat. 😀

IMG_9438_2

Lagi asik main pasir, tapi kalo diperhatiin ada sampah nya 😦

IMG_9458_2

sweet moment :’)

IMG_9429_2

ready for snorkeling 😀

???????????????????????????????

underwater

IMG_9369_2

narsis dikit boleh lah ya 😀