Kepastian

Aku hanya bisa menunggu sebuah ketidakpastian, walaupun usia ku kini sudah pasti bertambah. Ya, kamu yang membuat aku semakin ragu akan adanya kepastian tentang hubungan kita. Tanpa ada bicara, tanpa ada kabar, kamu meninggalkan aku disini. Kini hanya ada sisa rindu yang mulai menggerogoti sendi-sendi tubuh yang entah bagaimana lagi aku bisa bertahan.

Tersenyum saat membayangkan kamu memeluk erat tubuh ringkih ini, namun getir seketika melihat kenyataan bahwa engkau sudah tidak lagi mengatakan rindu pada diriku ini yang setia menunggu mu hingga detik ini. Terpisah pulau pun aku hadapi, walaupun banyak dari mereka mencibir tentang hubungan kita. Namun, aku tetap yakin bahwa kita akan menggoreskan memori kecil indah kita bersama dan aku rasa, engkau berbeda dengan mereka.

Hingga saatnya tiba, aku hanya menunggu mu berbicara tentang sebuah kepastian. Kepastian yang tak akan pernah bisa kuduga mungkin apa yang akan terjadi nantinya. Sayang, aku hanya ingin mendengar suaramu.. Dan aku ingin menanyakan hal ini, Masihkah kau mencintaiku? Maka jawaban mu akan menentukan kepastian itu.

*Tulisan ini terinpirasi dari pengalaman seorang sahabat. Saat ini aku tidak bisa langsung menghiburmu, namun percayalah aku menyayangimu πŸ™‚ cheer up, girl!

Advertisements

20 thoughts on “Kepastian

  1. Hmmmm, kao hubungan yg belum diikat pernikahan, ya rasanya kepastian itu belum jelas adanya. Mudah-mudahan Allah yg memberi jalan menuju kepastian itu. Aku juga lagi menunggu nih, ihik !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s