Kepastian

Aku hanya bisa menunggu sebuah ketidakpastian, walaupun usia ku kini sudah pasti bertambah. Ya, kamu yang membuat aku semakin ragu akan adanya kepastian tentang hubungan kita. Tanpa ada bicara, tanpa ada kabar, kamu meninggalkan aku disini. Kini hanya ada sisa rindu yang mulai menggerogoti sendi-sendi tubuh yang entah bagaimana lagi aku bisa bertahan.

Tersenyum saat membayangkan kamu memeluk erat tubuh ringkih ini, namun getir seketika melihat kenyataan bahwa engkau sudah tidak lagi mengatakan rindu pada diriku ini yang setia menunggu mu hingga detik ini. Terpisah pulau pun aku hadapi, walaupun banyak dari mereka mencibir tentang hubungan kita. Namun, aku tetap yakin bahwa kita akan menggoreskan memori kecil indah kita bersama dan aku rasa, engkau berbeda dengan mereka.

Hingga saatnya tiba, aku hanya menunggu mu berbicara tentang sebuah kepastian. Kepastian yang tak akan pernah bisa kuduga mungkin apa yang akan terjadi nantinya. Sayang, aku hanya ingin mendengar suaramu.. Dan aku ingin menanyakan hal ini, Masihkah kau mencintaiku? Maka jawaban mu akan menentukan kepastian itu.

*Tulisan ini terinpirasi dari pengalaman seorang sahabat. Saat ini aku tidak bisa langsung menghiburmu, namun percayalah aku menyayangimu ๐Ÿ™‚ cheer up, girl!

Advertisements

one of important things for you, man!

Hai kebomandi mania!

Jumpa lagi di blog kebomandi yang sama dan mungkin sudah mulai usang. Percayalah semua ini hanya karena bosan yang melanda dan semoga saya bisa bangkit dari kemalasan yanng sudah menggerogoti semangat yang ada di jari-jari ini untuk menuangkan apa-apa yang ada dalam pikiran ini. Terlebih karena saya di rumah, maka saya harus rebutan laptop dengan adik kecil saya, ziah, yang mulai senang dan asik dengan koleksi film animasi yang saya miliki, salah satu favoritnya, Frozen.

Well, kali ini saya akan posting sesuatu yang sebenarnya terinspirasi dari seorang sahabat dan saya rasa ini sangat penting buat sebagian besar para lelaki, tanpa memandang usia maupun status sosial menurut saya. Dan sebelumnya, saya memohon maaf ya atas tulisan saya ini jika salah satu yang baca tulisan ini ada yang tersinggung karena saya hanya ingin mengutarakan pikiran saya saja.

Ceritanya, teman saya, mimi, bercerita tentang keluh kesahnya mengenai sang kekasih karena ada satu hal yang menurut mimi tidak bisa ia tolerir untuk lelaki yang sudah cukup lama menjadi kekasihnya ini dan kebiasaan ini menurutnya muncul akhir-akhir ini, yaitu ((maaf)) bau badan (read: BB). Hmm.. kalo diliat-liat masalahnya sepele kan ya? Si cowok Cuma gak mau pake parfum, deodoran, atau sejenis lainnya untuk meminimalisir si BB ini, tapi dampak nya ini loh bikin hubungan gak nyaman, tuturnya. Bahkan si mimi ini memikirkan kemungkinan terburuk dari hubungan mereka. Wait, selow dong mi jangan buru-buru dalam menentukan sesuatu, pasti ada jalan keluar yang sama-sama baik untuk kalian ({})

Nah, berdasarkan cerita mimi ini saya menyarankan untuk para lelaki selalu menjaga aroma tubuh kalian, kami ngerti kok kalo produksi keringat kalian itu jauh lebih banyak dari kami, namun alangkah bijaksana nya jika hal-hal tersebut diantisipasi. Mungkin ada sebagian dari para lelaki yang berpikir hal-hal kaya gini gak penting, tapi coba deh bayangkan yaa, kamu ada sosok lelaki yang keren, stylish, dan ganteng gak usah ditanya lagi, tapi kamu BB? Coba siapa yang mau deketin -.- atau di hari penting kamu such as your wedding day, you are the most charming prince at that time, but youโ€™re forget to take a shower before. Gak kebayang kan gimana jadinya? Gak perlu kok pake parfume yang harganya sampe jutaan atau parfume yang wanginya sudah tercium dari jarak 10 meter atau pakai parfume satu botol atau mungkin pakai deodorant habis sekali pakai, kami hanya ingin nyaman disamping kamu itu saja tanpa harus menyium unnecessary smell. ๐Ÿ™‚

baby-face