“Selingan” Kangen WP

Hoy hoy.. sudah lama banget yaaa gue gak cerita di blog ini.. yak, semua ini karena gue yang jadi pengagguran sehingga mau gimana lagi gak ada inspirasi. Memang yah, the best inspiration comes from the busy activities—Ayyu’s quote. Hehe. Well.. Sebenernya, gue udah bertransit disebuah perusahaan yang masih bayi banget lah yaa, secara ini perusahaan baru berdiri tahun kemarin, salah satu anak perusahaan BUMN gitu. Hmm. Tapi, gue ngerasa ada yang kurang sreg aja disini. Well, ngeblog kali ini akan bercerita ttg masa-masa transit gue disini. Sorry ya gue gak bisa mention nama perusahaan nya apa, hanya bisa ngasih clue segitunya aja demi nama baik perusahaan. Apalagi ini gue tulis berdasarkan keluh kesah gue yang tiada habisnya, so it will be subjective posting because from my pure side. Dan apa aja sih yang membuat gue gak sreg.. let’s check it out.

  1. Sejarah kenapa gue bisa nyangkut disini

Jadi, awalnya gue liat iklan ”loker” ini, para jobseeker pasti tau istilah loker ini, di career development center kampus gue. Awalnya, gue daftar2 iseng-iseng berhadiah gitu lah yaa karena beberapa temen gue udah ada yang fix diterima kerja gitu. Dan dari awalnya, gue beneran deh gak melihat sebuah perusahaan itu gimana-gimana nya, istilahnya gue gak mencari atau bagaimana perusahaan itu “memperlakukan” pekerjanya. Nope, I didn’t search about it because i got the recommendation from my father who have worked in this BUMN. But, I’ve realized, this is the son of BUMN, not exactly the BUMN. Jadi, tau lah ya, pasti beda “orang-orang” didalamnya lah yaaaa, especially the top management pasti beda banget nget yaaa..

  1. there’s no signing contract

Inget banget setelah gue menjalani masa pelatihan yang hanya dua hari, gabis itu ada satu hari dimana kita menjalani interview HR dan semacam post test gitu.  Dan the result is, dari 108 orang yang mengikuti seleksi yang keterima sekitar 56 orang dan 5 diantaranya perempuan included me. Senang? Gak juga. Entah kenapa yaaa gue ga merasa bangga atau gimana sama kerjaan ini. Why? Because this is not my dream to work in here. Dan gue tentunya gak muna lah yaa, karena  gaji gue UMR, sempet gue berpikir buat apa gue kuliah toh ujung-ujungnya gue kerja dan gajinya aja gak beda sama OB atau buruh pabrik.

Dan hal yang membuat gue tercengang, pada hari jumat nya, kita yang lolos seleksi diminta untuk melapor ke kantor where’s the place we work. Awalnya, gue pikir semacam signing contract giitu. Dan ternyata, there’s no signing anything. Well, gue juga baru mengetahui bahwa gue itu berstatus OJT (on Job Training) selama 6 Bulan. Sedikit ada harapan. But, in fact setelah gue masuk, gue ngobrol-ngobrol dengan beberapa ojt lama, ternyata mereka ada juga yang lebih dari 6 bulan dan belum dikontrak-kontrak. *tepok jidat*

  1.  Peraturan yang terlalu menekan

Singkatnya tanpa ada signing kontrak, tapi ada suatu peraturan yang menurut gue gak masuk akal aja, karena pertaurannya satu hari masuk tanpa keterangan, langsung diberikan SP1, dan jika lebih dari 3 hari masuk, maka langsung di-delete dari daftar OJT perusahaan tersebut. Ada sedikit pikiran menggelitik yang terlintas di pikiran gue, yaitu gue gak merasa menandatangani kontrak atau perjanjian apapun disini, terus kenapa juga gue harus mentaati peraturan yang terasa mengekang ini.

  1. Lembur is a must

Apa menurut temen-temen ketahui tentang lembur? Buat para karyawan itu mungkin lembur bisa jadi pilihan, diambil atau gaknya. Karena sejujurnya, siapa juga sih karyawan yang mau lembur, termasuk gue. Dan disini, lembur merupakan suatu kewajiban, dan kalo sampe gak masuk tanpa keterangan, maka siap-siap aja lah ya dapet SP 1 *again* *geleng-geleng kepala*

Actually, gue mengambil beberapa recruitment sambil gue “transit” disini. Sejujurnya, gue gak menyesal untuk transit disini, karena pada masa-masa kaya gini, gue bergulat dengan musuh terbesar gue, ego. Karena dengan tidak pernahnya gue merasakan pengalaman seperti ini, gue gak akan bisa mengontrol ego gue yang ingin selalu bisa untuk mencapai sesuatu yang gue mau.  Tapi, disini gue bener-bener diberi pelajaran yang sangat berharga banget :’)

Hmm.. gak kerasa yaa gue curhatnya banyak banget disini.. Harap maklum lah ya, gue yang kangen banget sama posting di wp tercintah ini.

I know this is the beautiful scenario from the best director in this life, Allah, to me. And I’m blessed with everything happened to me. :’)