Happy 1st Anniversary Kebomandi!

Whuaa… saat pagi yang sangat dingin menyapa Bandung, gue tersenyum melihat sebuah ucapan yang sangat manis, yaitu…

Yup, today is my anniversary with Kebomandi. Yeyeyey lalalala.. *sahabat Dahsyat* hahahaha…

Image

pagi ini mendapat sesuatu yang sweet banget dari wp :*

Sebenernya, gue punya blog dengan judul yang sama which is Kebomandi itu sejak tahun 2008. Namun, negeri api menyerang tahun kemarin hingga gue harus digusur secara paksa dan menemukan tempat berteduh yang baru yaitu wordpress.

Pada awalnya gue ragu, gue tetap merutuki kenapa blog lama gue digusur, padahal gue suka banget desain blognya, pink unyu gimana gitu :3 Tapi, apa mau dikata para owner multiply yang gak peka akan hasarat rakyat jelata seperti gue untuk menulis dan mencari hostingan yang gretong -gratis-. Dan Alhamdulillah nya gue menemukan suatu oase baru untuk menulis yaitu wordpress.. Semoga tidak ada gusur menggusur diantara kita.

Ibaratnya pacaran satu tahun mungkin bisa jadi masa masuk ke fase hubungan serius. Semoga gue bisa terus langgeng yaa sama blog tercintah gue ini, Kebomandi *peluk cium laptop*

Well, semoga blog ini bisa menjadi blog yang ”all about myself” bangetlah. Siapa tau lah yaa, mungkin bisa jadi blog gue menjadi referensi buat para pria yang ingin mendekati gue.. hahaha.. –kaya ada aja sih yu- Karena gue tetap akan menulis “apa ada nya”. Pokoknya jangan berharap neko-neko aja di blog gue ini. Karena jujur aja, kuliah gue itu sudah sangat cukup memusingkan dengan perhitungan, analisis dan program yang sejujurnya mempengaruhhi hidup gue untuk jadi lebih detail, kebanyakan mikir baik buruknya hingga berdampak gue pelupa banget karena kebanyakan ngapalin rumus ini itu dari textbook hahaha. Jadi, Welcome aja deh ya sama blog yang keseringan jadi sampah curhatnya si Ayyu hahaha 😀

Advertisements

Mudahkanlah..

Well, mungkin karena terlalu lama menunda postingan yang ada atau menulis namun ditengah jalan terhenti hingga saat mau meneruskan tulisan gue ternyata mood dan ide sudah berjalan kemana-mana dan gak mampir lagi sama yang punya empunya otak. muehehe. jadi, yaa sudah dari zaman kapan gue gak update tulisan :3

Alhamdulillah, kemarin UTS berakhiiiiiiir.. Horrrraaaaaay.. Senang ya disaat masa-masa semester akhir ini ternyata masih ada semangat untuk belajar,  walaupun pada awalnya sangat susaaaah untuk memulai membuka lembar demi lembar textbook, handout dan note yang ada, tapi ternyata gue mampu melahap itu semua –please, jangan diartikan secara denotasi-. Gue merasa memang trigger semangat buat UTS ini yang paling berpengaruh yaitu keluarga. Yup, pas idul adha kemarin emang disempatkan untuk balik ke rumah dulu. Yah. Walaupun gak terlalu puas lah ya karena singkat waktu disana, namun ada momen disaat gue ngerasa gue gak boleh mengecewakan mereka.

Image

saat melihat mereka bisa bercanda, tersenyum dan tertawa lepas, rasanya nyesss banget…

Begini jadi pas gue mau balik ke Bandung pas hari idul adha -kalo gak lupa pas hari selasa dua minggu lalu- , gue kehabisan tiket travel kuningan – bandung sampe hari rabu. Walhasil panik  lah ya, secara hari rabu itu ada quiz paginya. Nah, dinekatin lah naik bus walaupun harus turun di terminal Cicaheum yang jauuuuh banget dari buah batu. Gue berangkat dari rumah jam 4 sore karena gue gak tega untuk ninggalin mama yang lagi sakit. Diputuskan untuk menunggu bus yang gak pasti ada atau gaknya ini, tapi gue ditemani sama bapak tercinta, beliau setia banget nungguin gue sampai naik.

Hingga akhirnya sampe jam 6 sore gak ada juga busnya, alternatif satu-satunya yaitu ke kota Cirebon untuk nyari bus. Gue inget banget, waktu itu bapak gak pake helm dan jaket. Tapi, ajaibnya tiba-tiba bapak pinjem helm ke temennya yang rumahnya deket sama posisi kita nunggu bus, well pasti pada nanya kenapa gak naik angkot ke Cirebon nya? Itu semua karena pada saat itu juga angkutan umum dari kuningan-cirebon penuh terus malah sampe ada yang berdiri di pintu angkotnya gitu. Hiii ngeri.. Dan waktu dibonceng itu, gak berasa air mata gue jatuh, gue merasa terharu banget karena bapak begitu rela berkorban nya, gue sempet bersikeras –karena gue batu- gak mau dianter bapak ke Cirebon, yak karena bapak itu baru aja pulang ngurusin kepanitiaan kurban di kantornya, dan pulang ke rumah harus ditambah capek nya untuk nganterin gue. Gue takut bapak sakit karena kecapean sama kaya mama. 😦

Semoga mama dan bapak diberi lindungan selalu oleh Allah SWT. Yup, dengan kisah tadi gue merasa gak boleh nyerah sama mereka, gue ga boleh leha-leha dan bermalas-malasan lagi, gue mesti usaha go to the max. Gue ingin mempersembahkan “itu” dengan tepat pada waktunya dan gue ingin “itu” menjadi sangat special buat mereka.

Mudahkanlah Ya Allah.. Amiin

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Alam Nasyrah : 5-6).

Ketika mendapatkan “apa yang tak diinginkan”

i couldn’t answer actually. haha.

Sebenarnya judul ini terinpirasi dari seorang teman yang lagi mengalami posisi seperti ini. Saya juga bingung untuk memberikan solusi terhadap beliau karena sejujurnya saya yakin bahwa banyak orang yang ingin sekali berada di posisi teman saya ini, namun pada kenyataan nya hal ini bukanlah sesuatu yang dibutuhkannya saat ini.

Well, let me tell you about her, kita beri nama teman saya ini dengan jamur (hal ini terinpirasi dari saya yang sedang ngidam jamur crispy tiba-tiba). Nah jamur ini wanita yang umurnya gak beda jauh lah ya sama saya, beda umur kita tiga tahun lebih muda, dia cantik dan dewasa. ingat yaa di usia nya yang terbilang muda, menurut saya jamur ini punya pemikiran yang jauh lebih matang dibandingkan dengan usianya, apalagi dengan adik saya, jauh banget deh ya padahal mereka seumuran.

Jadi, ceritaranya si jamur ini udah resmi tunangan dengan si pria idaman sekitar dua minggu yang lalu, usia mereka terpaut kurang lebih 6-8 tahun. Well saya gak tau persis berapa umur si lelaki, namun lelaki ini jelas sudah mapan dan sayang nya mereka harus menjalani hubungan LDR (Long Distance Relationship). Nope, masalah mereka bukan terletak pada LDR, tapi gak menutup kemungkinan hal ini juga menjadi pemicu masalah mereka loh ya. Tapi, kematangan usia sang cowok yang menurut gue memang sudah siap banget buat membina rumah tangga.

Nah,ketika sang lelaki ini meminta jamur untuk menikah dengannya sesegera mungkin, jamur merasa tidak siap untuk memenuhi keinginan pasangan nya. Walaupun, sang lelaki ini memberikan alternative pilihan buat jamur untuk meneruskan kuliah di kota sang lelaki bekerja, tapi yaaa karena jamur itu masiiih muda belia dong ya, selain itu menurut saya jamur ini si bungsu di keluarga nya, jadi mungkin keluarga jamur untuk melepas jamur langsung jauh dari domisili nya sekarang agak berat gimana gitu.

Saya gak terbayang deh ya bingung nya jamur untuk menentukan pilihan yang harus dia buat disaat usia dia yang bisa dibilang baru masuk ke fase kedewasaan yang sesungguhnya, Tsah! Dan pada dasarnya jamur ini memang menyatakan belum siap untuk menikah dengan sang lelaki. Namun, saya membayangkan jika hal ini terjadi pada perempuan yang memang telah siap untuk membina rumah tangga, betapa beruntungnya perempuan tersebut menemukan sosok lelaki yang memang sangat serius. Dan perempua mana yang gak iri ngeliat jamur yang kaya nya udah dapet suatu kepastian dari sang lelaki, yaitu meminangnya.

Hmm, tapi yaaaa kaya judul posting saya ini, ketika kita mendapatkan sesuatu yang pada dasarnya belum terlintas sama sekali dalam pikiran kita. Dan menurut saya, Menikah menjadi suatu kebutuhan bagi mereka yang telah siap, tapi bagi mereka yang belum siap? Adanya kepikiran terus dan mungkin berpeluang menganggu aktivitas si jamur ini contohnya. Kamu yang sabaar ya jamur. Remember, Allah will always be with you :*

My First Mountain, Gunung Burangrang :)


puncaaaaak

Hello blog! Minggu tanggal 29 September 2013 kemarin untuk pertama kalinya gue naik gunung sodara-sodara. Whuaaa. It’s so excited! Haha. Awalnya, diajakkin dias, speak-nya anak-anak kontrakkan “kasepers” mau naik gunung, cuma yang gue tau anak-anak kontrakkan yang sekarang punya kesibukkan masing-masing yang padet banget ditambah kita yang emang udah resmi menjadi mahasiswa ehm.. tingkat akhir. Jadi, yaaa bisa disimpulkan bagaimana kesibukkannya lah yaa. Oke, waktu gue denger rencana itu sebenernya agak hopeless juga sih yaa, secara duit di akhir bulan menipis, tapi penasaran juga doong kaya gimana asiknya naik gunung. Target Gunungnya yaitu Puncak Gunung Burangrang di daerah CImahi, 2050 mdpl. Dan gak gue sangka rencana itu jadi, kami ber-9 orang fix berangkat untuk naik gunung yang katanya cocok didaki oleh pemula, terdiri dari 7 orang lelaki yaitu dias, harry, john, zaki, pras, fadlan dan apip, dan 2 perempuan imut yang gak bisa dianggep perempuan gue dan annas.

here we go

pendakian dimulai 🙂

Pendakian dimulai dengan berangkat dari kosan Fadlan jam 5 shubuh dan naik motor. Selanjutnya, kita berhenti di pos Komando, menurut rekomendasi dari blog-blog yang kita baca, pos ini merupakan pos yang paling sering dijadikan starting point untuk mendaki gunung ini karena jalannya cenderung landai dibanding pos yang dekat sekolah tinggi Polri. Well, diantara kita ber-9 emang belum ada yang pernah naik gunung ini sebelumnya dan kita hanya bermodal nekat untuk naik gunung ini. Dan bener aja, Kita nyasaaaar masuk ke arena latihan tembak Kopasus dan akhirnya kita balik lagi ke pos awal, nah pas mau masuk jalur mendaki, kami di hadang sama beberapa bapak kopasus, salah satu bapak dengan muka paling serem nanya, “kalian ngapain ke sini?”. “mau ngedaki ke puncak pak!”. Si bapak dengan muka garang, “kalian gak boleh naik gunung sekarang. Area nya mau dipake buat latihan tembak. Mau kalian kena peluru nyasar?”. Asli waktu denger pertanyaan bapak tentara itu langsung lemes dooong. Yah, gimana niatnya mau have fun malah diancam sama peluru nyasaar coba -.-“ Namun kita gak nyerah, kita balik lagi ke pos awal starting point tadi dan kita minta kejelasan sama petugas perhutani disana, masa iya kita gak boleh naik puncak nya sih. Akhirnya, kita diantarkan sama bapak petugas perhutani buat ngelewatin jalur yang diperbolehkan. Fyuuuh, sempet nanya beberapa kali sih, apakah jalur ini aman dan jauh dari arena latihan tembak kopasus karena ngeri juga lah yaa kena peluru nyasar :3

nyasaaar

nyasar ke area latihan tembak kopasus -.-

Dan kami pun bisa melanjutkan perjalanan mendaki gunung Burangrang. Diawal pendakian bisa dibilang lancar jaya, walaupun satu jam pertama diwarnai dengan insiden nyasar mentok jurang. Haha. Maklum lah ya, ini judulnya mendaki gunung modal nekat. :p Namun, Alhamdulillah kami menemukan jalur yang benar yaitu menuju puncak. Jadi,kita ber-9 ini bukan anak gunung, jadi yaa semua referensi kita naik gunung ini kalo gak dari blog-blog dan nanya-nanya temen yang udah pernah naik gunung. Menurut salah satu referensi kita, Gunung Burangrang ini merupakan gunung yang cocok untuk para pemula yang ingin mendaki gunung karena lintasan nya yang LANDAI. Nah! Jadi kita ber-9 begitu semangat lah ya denger kata Landai artinya kita yang pemula ini bisa dong ya naik ke puncak. Well, track awal pendakian memang cukup landai, namun makin ke atas dan ke atas, bagi saya yang jarang banget olahraga, track nya cukup menguji fisik dan mental gue untuk menaklukkan puncak ini. Haha. Lebay sih. Tapi, emang itu yang gue rasakan dan jujur ya sempet ditengah ngerasa gak sanggup buat mendaki lagi karena kaki yang emang udah lemes banget, namun dalam hati gue selalu bilang, kalo gue gak boleh kalah, gue pasti bisa! Dan mereka selalu nyemangatin gue buat terus jalan. thank you so much guys :’)

gak boleh nyerah!

pokoknya gak boleh nyerah!

with dyas

ini yang ngajakin kebo buat naik gunung, Thank you dias 🙂

Dan akhirnya sampai ke puncaaaaaaaaaaaaaaaaak!!!! Seneng bangeeeeettttt! Mungkin bagi pendaki yang udah pro, Gunung Burangrang gak ada apa-apanya, tapi bagi gue ini adalah hal yang menakjubkan buat gue, karena gue ternyata bisa menginjak Puncak gunung ini. Terimakasih banget buat yang memberikan kesempatan gue untuk ikut ke dalam perjalanan yang gak akan gue lupakan. Dan sampai di puncaaaaaak 😀 *lutut lemes*

hello burangrang

welcome at Puncak Burangrang :’)

ber-9 at puncak burangrang

Happy birthday lek 😀

kebo di puncak

keboo :3

*Photo was taken from Apip :)*