Sepucuk surat

Malem ini sih sebenernya kaya malem biasa aja, pulang Les TBI langsung rebahan dikasur. Celingak-celinguk ternyata baru sadar kalau ternyata saya sendirian dikosan, dan itu mengerikan lah yaa. *ayoo, teman-teman segeralah pulaang, aku gak mau sendirian*  Sampai datenglah dua soulmate tetangga kamar saya datang, wilda dan anna. Mereka entah darimana pulang selarut ini dan membawa kabar bahwa saya dapet paket.

Heh? Paket?

Setau saya, saya gak merasa dijanjikan atau minta paket? Belanja online juga gak deh perasaan. “kamu salah orang kali,na!”

“gak, toh. Ini nama kamu bener ditulis, tadi sore paketnya dateng, hayoo dari siapaa?”, ledek anna.

Saya hanya nyengir kering karena saya emang gak bisa menerka kalau paket ini dari siapa. Sumpeh. Hingga saya pegang paketnya dan saya liat nama pengirimnya, hmm.. saya hanya bisa tersenyum. Oh, ini dari kamu toh. Oke, mari kita sebut dengan sanjay, nama nya terinspirasi dari makanan khas sebuah daerah, kripik Sanjay. Hehehe.

Well, walaupun tidak tertera alamat lengkap nya, namun satu poin yang saya tau akhirnya, nomer hp nya Sanjay. Hehe. Awalnya, Sanjay memang menjanjikan untuk dateng ke Bandung di hari kamis, namun di hari kamis saya gak tau kenapa tiba-tiba gak ada kabar dari Sanjay, saya juga gak bisa menghubunginya karena saya gak tau nomer nya dan saya hanya bisa menghubungi lewat direct message. Gak modal ya? Hehe. Maklum mahasiswa, cari yang gretongan (read:gratisan).

Paket itu berisi sebuah novel, dan ternyata yang bikin saya surprise ada sepucuk suratnya, tulisannya lucu. Hihi. Well, walaupun membaca tulisan tangannya ini membutuhkan effort yang lebih (hehe.. minta ditoyor *plak*), namun saya tersentuh akan sebuah goresan pulpen diatas kertas, romantis! Hihihi.

Kutipan surat dari Sanjay :

“Media sosial telah banyak memberikan kita ruang untuk bagaimana menyampaikan visualisasi kita ke dalam bentuk kalimat indah. Bermain dengan kata yang mengandung makna tersendiri. Sungguh menyenangkan.”

Well, saya bersyukur bisa dipertemukan dengan salah satu sahabat di wp ini, walaupun kita emang gak pernah bertemu secara fisik, namun saya penasaran aja sama kamu Sanjay, ketika bertemu langsung suatu saat nanti, apakah kamu berbicara tetap menggunakan bahasa yang puitis seperti kutipan suratmu? :p

Advertisements

47 thoughts on “Sepucuk surat

  1. aku tahu sanjay itu siapa … hahaha alhamdulilah ternyata ke-kepoan ku pada warga wp adalah sebuah anugrah hahahaha sanjay = padang . Ah ini tulisan yang mudah di tebak,, hihihiho *kabur*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s