[English Session] Try Out New Things

Saya ceritanya lagi belajar Writing in English dalam rangka toefl preparation untuk  writing section nya. ternyata ribet juga sih yaa, karena saya yang biasa nulis asal sruduk sana-sini, alias on the spot aja gitu nulis tanpa mikir konten, main idea,  introduction, conclusion dan bla bla bla (lupa juga tuh kan). Tulisan ini main idea nya tentang “try out new things”. Saya sih berharap ada yang mau membaca tulisan saya ini dan memberikan kritik buat tulisan saya ini, karena ini buat tugas sodara-sodara dan saya masih agak galau gimana gitu merangkai kata-kata dalam bahasa inggris :3 Maih newbie kita, maklum. Terimakasih atas bantuannya ya 😀

***

When I was in junior high school, almost my friend continued to public senior high school because this has become a tradition. But, at that time, I thought I wanted to find something new and different with the other friends, and I decided to continue to vocational school. Many friends ask me, why I do not continue to public senior high school like others. There are two benefits what I would explain, First, you can add more experience and second, you can be a trade center not a follower.

Many people try out new things because this is a challenge for them in order to add their experience. For example, Traveling to some new place, it can be your challenge to go out of your comfort zone or your habits. You can meet new people and they can become your friends or you can try some new culinary in that city. Of course, it will be your unforgettable moment in your life.

Beside you can add your experience, you can also be a trade center, not a follower. Sometimes, if you want to be a trade center, you have to choose a different way with the others. For example, The Indonesian Writer, Tere Liye, was studying as a college student in accountant major. After he graduated, he did not continue his career as he learned in College, but he decided to be a writer. In Addition, Tere Liye is one of the successful writers whose Best Seller Books, such as “Semoga Bunda Disayang Allah”, “Hapalan Sholat Delisa”, “Sepotong Hati yang Baru”, and many more.

Although many people still stick with the same thing, you have not to be worried about what would you do with your own way which is different with the others. So, when you think you have to find many experience in outside there and you want to be a trade center, you have to try out new things in your life.

Advertisements

Ulang Tahun Anti-Mainstream

Well, hari ini terakhir jatah umur saya yang ke-20 lhoo.. Dan saya ingin cerita aja sih tentang kejadian tadi malem tentang sebuah surprise anti mainstream di Ulang Tahun saya. Hahaha. Semua Ulang Tahun anti mainstream saya disponsori oleh salah satu sahabat saya yang sama-sama masih terjebak di Bandung, Beki. Ini dia penampakkan perempuan yang lebih tua  empat hari dari saya.

Image

ini bekiiii..

Semua ini berawal dari kebiasaan saya dan dia yang suka nginep di kosan, kaya jatah gitu kali ya, hari ini nginep di kosan beki, nah besok nya nginep di kosan saya. Nah, malem ini kebetulan jatahnya buat nginep di kosan saya. Dan biasa kalo udah nginep, kita “curhat colongan” setelah itu asik dengan aktivitas masing-masing, beki lebih milih buat ngenet dan saya milih untuk tidur, karena seharian kita di luar, jadi capek banget lah hari ini.

Sekitar pukul 00.10 gitu, tiba-tiba saya dibangunin sama beki, saya kaget, karena dia bawa mangkok yang dikasih lilin gitu, beki langsung heboh, “happy birthday, ayyu!”

Nah, saya bengong, “bek, ini tanggal 31 Juli -.-“

“Loh. Ini bukan tanggal 1 ya? Emang Juli ada tanggal 31 nya?”

*Seketika hening*

Dan kita Cuma bisa ketawa ngakak ahahahaha…

Dan berulang kali saya ngeliat beki harus berujar, “Fail..Fail.. dan Fail” karena surprisenya Gatot alias Gagal Total. Hal ini juga dia twit.  Hahaha. Kalo diinget-inget tadi malem, saya Cuma bisa mesem-mesem nyengir, karena kalo dipikir-pikir so sweet banget sahabat satu saya ini, namun mau diapain lagi lah yaa, tetep aja ini H-1 ulang tahun saya. Thank you so much yaa bekii, aku sayang kamu deh :* haha

Image

twit-nya tadi malem. hehe

Namun, kalo dipikir-pikir ini ulang tahun anti-mainstream saya yang pertama, karena biasa nya kalo ultah dikasih surprisenya pas jam 12 malem tanggal ultahnya, nah kalo saya dikasih surprisenya pas H-1 ultah. Gaul gak tuh? Hahaha.

Dan sebenernya, saya dapet tiga hadiah, yaitu dua kado dari dua sahabat saya, beki dan mba tika, yang ngasih bareng tadi malem, tapi mba tika keburu pulang mudik, jadi kadonya dititipin, tapi tetep makasih banyaaak ya mba tika.. :* Dan satu kado lagi dari seseorang, dia juga ngasih nya malah lebih maju lagi pas tanggal 27 Juli -.- Thank you so much juga yaa :’)

Image

ini kado-nya, lucu yaa >.<

Makasih yaa buat semua nyaa..  Terimakasih telah mengisi kisah ulang tahun saya yang anti-mainstream ini. Haha 😀 Love you all.

Kuncen Kosan dan [Review] The Conjuring

Hello warga wordpress.. aku kangen udah lama ya gak nulis rutin disini, berasa ada yang hampa gimana gitu. Tapi, ini jujur loh. Biasa nya dikit-dikit nulis terus curhat, terus galau langsung nulis. Haha. Nah, berhubung akhir-akhir ini mood saya drop banget buat nulis, terus koneksi juga gak oke banget akhir-akhir ini, jadi blasss gak ada kabar buat nulis panjang lebar gak ada juntrungan buat posting di wp tercinta ini. Walhasil bisa dilihat postingan sebelumnya ini gak bermutu banget lah ya, karena itu posisinya pengen curhat di blog tapi, mood buat nulis gak ada jadi yah seadanya saja.

Sebenarnya, posting kali ini Cuma pengen mengusir kesendirian saya saja, karena kali ini saya menjadi “kuncen kosan”, itu lhoo jadi penghuni terakhir di kosan, disaat yang lain pada balik buat pulkam cepet, nah saya disini masih terjebak di kabupaten bandung (harap dicatat, bukan kota tetapi desa haha..)

Saya gak berani buat sendirian di kosan, ini semua gegara film The Conjuring dimana gak nanggung-nanggung nonton film ginian pas jam 10 malem, walhasil saya ketakutan banget pas udah di kosan, emang salah banget pilih film itu di jam tersebut. Tapi, emang tontonan fillm horror paling keren sih ya menurut saya, karena mulai penggarapannya yang gak nanggung dan gak ada adegan vulgar ala film horror Indonesia. Saya nonton film ini di Bioskop, dan pas nonton ini serius yaa, saya ketakutan paraaaaah karena ini pengalaman pertama saya nonton film horror di bioskop, dan masalahnya ketika saya ketakutan biasanya saya pause kan, nah ini kan di bioskop yaudah saya harus pasrah plus lemes nonton nya. Bodo amatlah saya dibilang norak, gegara pas adegan ngagetin dan nakutin saya Cuma bisa teriak-teriak kaya orang mau dijambret -.- Akhirnya, saya keluar dengan perasaan sangat damai setelah dicekam selama kurang lebih dua jam sama film tersebut.

Pokoknya yang suka film horror, nonton ini deh. Karena film ini juga disutradai sama yang buat film The Insidious dan Saw. Tapi, cukup sekali deh yaa bagi saya untuk nonton film horror di bioskop, kapok sodara-sodara! Hahaha.

Well, ini dia Trailer The Conjuring. Check it out!

Posting Selingan

“Gak boleh ada tulisan galau lagi ya di blog kamu”

“heu”, saya hanya bisa terpaku dan hanya bisa tersenyum sebisanya, karena saya masih tak percaya kalau kamu memperhatikan blog saya.

“janji?”

“gak bisa”

“aku ga mau liat kamu sedih lagi, pokoknya sekarang gak boleh ada galau lagi ya di blog kamu”

Terimakasih yaa buat seseorang yang disana :’) semoga aku bisa terus bahagiaaa 😀

Pengakuan saya *terserah namanya apa*

Hari ini Kerja Praktek (KP) berakhir, Alhamdulillah. Tapi, itu belum sebagai sinyal bahwa saya akan pulang kampung karena saya harus menyelesaikan salah satu kewajiban saya, yaitu les TBI, toefl prepartion class. Padahal saya sudah homesick paraaah. Bawaanya mellow kalo denger lagu nya Michael Buble – Home. Huhu T.T

Wuiiih, seneng banget saya KP ternyata “tidak berasa” berakhir juga selama 5 minggu secara real. Hihihi. Sebenernya, saya pengen buat semacam pengakuan “terserah namanya” aja kali ya di blog ini, supaya bisa plong aja. Sekali lagi maafkan saya bapak pembimbing lapangan yang sangat teramat baik, semoga bapak dilancarkan rejeki nya terus diberikan keluarga yang selalu membahagiakan bapak, itulah doa saya buat si bapak. Oke, mari kita beri julukan bapak yang satu ini dengan sebutan bapak “sore”, alasan saya kasih nama beliau seperti itu karena nama sebenarnya gak beda jauh dari makna namanya.

Well, kita mulai bongkar semua “ketidak-enakkan” saya dengan bapak sore ini. Kalo kata Iwan Fals,  Bongkarrr!

1. Periode KP yang gak sesuai dengan rencana awal

Jadi begini awalnya kalo ditelusuri dari proses kita mendapat tempat KP itu subhanallah banget yaa perjuangannya, sampe rela ke Jakarta untuk ngurus penempatan KP di Bandung, bisa liat di postingan ini. Wuih. Waktu itu saya excited banget deh dengan yang namanya KP ini sodara-sodara. Dengan rencana awal saya berniat KP selama 6 minggu, namun sampai di perjalanan mengarungi bahtera KP kami hanya mengakhiri nya 1 minggu lebih maju, itu semua karena saking gak ada kerjaan nya kita mau ngapain dan kita makin gak jelas KP mau ngapain akhirnya memutuskan untuk mengakiri secepatnya, lebih cepat lebih baik.

2. Muncul di kantor Cuma seminggu sekali

Dua minggu pertama kita KP, kita (saya dan dua teman KP) masih rajin doong dan emang di dua minggu pertama langsung kerjaan nya numpuk kaya cucian kotor yang gak dicunci dua minggu, itu semua disebabkan karena salah satu karyawan yang punya tanggung jawab lumayan cukup besar tersebut gak masuk selama 10 hari dikarenakan anak beliau sakit DBD, yup that’s employee who’s a woman, and her name is Bu “Ceriwis”. Nah, di dua minggu pertama memang kami dihadapkan pada ketahanan kerja yang mononton, apakah kami sanggup atau gak? Karena kerjaannya seputar meng-handle gangguan yang masuk dan mendistribusikannya langsung ke petugas, serta memastikan kepada pelanggan apakah gangguan sudah tertangani apa belum. Kebayang dong, tugasnya sih emang Cuma 3 garis besar aja, namun tiap tugas itu bisa ratusan yang mesti dikerjakan. Makannya saya juga sempet posting ini, karena saya saking bosan dan gak tahan sama kerjaan nya yang monoton. *banyak ngeluh nih kebo!*

3. Bikin laporan udah kaya bikin candi prambanan, semalem doang!

Nah, sebenernya ini lanjutan cerita dari poin 3, cerita nya setelah 2 minggu berjalan, ada 3 anak perempuan SMK yang masuk, dan pada hari itu kita ajarin dan besoknya mereka langsung take over kerjaan rutin kita, sempet ploong sih karena setidaknya rehat dari kerjaan kita yang membuat saya tetiba kangen sama kuliah dan organisasi kampus/lab yang dinamis dan pasti ada cerita atau masalah baru untuk diselesaikan and that’s the challenge. Namun, lama-lama kok jadi gak ada kerjaan gini ya? *garuk-garuk kepala*

Well, akhirnya bikin kesepakatan sama pak sore untuk mencari masalah-masalah yang terjadi pada area kerjanya dan mecari solusi, intinya menganalisis kenapa grafik gangguan di area kerja ini selalu gak menentu. Dan kami diijinkan untuk mengerjakan gak di kantor. Nah, mulai sejak itulah kami muncul di kantor Cuma seminggu sekali karena bingung mau ngapain juga kan ya di kantor, paling kalo ada keperluan survey lapangan atau minta data langsung.

Dan karena efek jarang muncul di kantor sehingga makin males ngerjain laporan, akhirnya gak terasa ini sudah minggu terakhir kerja praktek dan kami belum menyelesaikan sama sekali laporan. Huh. Berasa bikin candi prambanan lah seharian ngerjain laporan, padahal ada sekitar 2 minggu buat ngerjain laporan tersebut. Kemana aja yu?

4. Gak pernah ngikutin jam kantoran

Pengalaman awal kerja praktek, emang agak bikin malu sih, Di minggu pertama kerja kami masuk jam 9 pagi, padahal jam masuk kantor itu jam 8 pagi dan pekerja disana emang dasar rajin atau gimana, mereka udah standby di meja kerja nya. Jadi, kami datang disaat sudah ramai, selain itu kami pulang juga disaat para pekerja disana belum pulang. Duh, kalo diinget-inget gak sopan deh kayanya. Tapi, mau gimana lagi? Pak sore aja gak protes, beliau Cuma bilang, “bosen ya jadi karyawan?”, dan saya Cuma bisa nyengir kering.

Nah, parahnya lagi setelah 2 minggu kerja, kami hanya datang seminggu sekali dan itu ada kali Cuma satu jam aja di kantor dan setelah itu pulang. Haha.

***

Nah, diakhir KP ini kami menyerahkan laporan KP dan itu deg-degan doong karena si bapak harus mengisi form penilaian kita dimana selama masa KP ini jauh banget dari kata memuaskan, malah ngilang entah kemana kita. Namun, saking baik nya si pak sore, beliau bilang, “ini nilai nya kalian yang isi saja ya. terserah kalian, ternyata menilai orang lain itu susah juga ya”.

Wah, dengernya udah kaya oase di padang pasir, karena yaah tau lah kalo baca postingan saya diatas ini kelakuan saya gimana pas KP. Hahaha. Akhirnya saya juga memberanikan diri buat nanya, “pak kenapa bapak gak bosen sih pak kerja disini?”

Terus, si pak sore malah ketawa, “haha. Kamu gak tau saja kalau saya jenuh banget sebenernya, karena saya gak ngeluh sama kamu, saya nngeluh sama istri saya. Kalo saya ngeluh sama kamu, nanti saya jatuh cintanya sama kamu!” , Saya langsung keringet dingin sambil nyengir kering. Please pak jangan sampe!!, ujar saya dalam hati.

Well, sekali lagi buat tempat KP saya dan special thanks buat pak sore. Semoga Allah membalas segala kebaikan bapak. Dan terimakasih juga yaa pak atas wejangan kepada kami tentang masa yang akan kami hadapi setelah kuliah nanti 🙂 We’ve noted that 😀

Image

salah satu KP’s mate saya, beki, udah kecapean seharian ngurusin gangguan. FYI, disini gak pake AC, jadi panaaass.. :3

Image

dan di saat beki tidur, saya dan rindi narsis dong. hihi :p

Best Regards,

                                                                                                                                                Kebomandi with love :*

Happy Milad Aa Pudin :*

Happy milad aa Pudin. miss you so much :* Gimana rasanya milad di akhirat sana? :’)

Tanggal 23 Juli 2013, jam menunjukkan jam 1 malam, Melihat TL twitter sudah ramai dengan ucapan hari anak nasional, tiba-tiba saya teringat akan seseorang yang miladnya bertepatan dengan hari anak nasional, aa Pudin. Aa Pudin merupakan singkatan dari nama sebenarnya yaitu Fuad Awaluddin karena berasal dari sunda, mungkin huruf f itu berubah menjadi P, lahir dari pasangan berumur jagung waktu itu  bapak Wasuri dan ibu Yet Ru’yat. Sangatlah bahagia karena aa Pudin ini merupakan anak pertama dari pernikahan mereka, bayi lelaki tampan menjadi harapan besar bagi mereka.

Keihklasan dan kesabaran yang tak terbatas menjadi senjata orangtua kami untuk menerima kenyataan aa Pudin tidak normal seperti anak pada umumnya, ia memiliki kelainan down syndrome. Hal itu masih tabu dan pencerdasan pada orang-orang zaman itu masih minim sekali.  Maka mereka dengan ringannya menyebut aa Pudin dengan “idiot”, tau apa mereka tentang aa saya? Jelas mereka lebih idiot dengan memanggil aa saya seperti itu. Namun, jelas yang paling kuat adalah ibu saya. Saya teringat tentang potongan memori yang masih saya simpan, saat itu kami anak kecil sedang berkumpul bermain, saat itu saya dan aa pudin juga ikut bermain, tiba-tiba datanglah tukang odong-odong (tukang yang dengan gerobak+full music anak+sepedanya mengangkut anak-anak untuk berkeliling komplek dengan membayar sesuai tarifnya), waktu itu kami antusias untuk naik wahana permainan itu, namun ketika aa pudin ingin naik, dia dicegah oleh si abang odong-odong, saya bilang itu saudara saya, namun si abang tetap mencegahnya ikut, padahal jelas masih ada bangku kosong untuknya, saya bergegas turun dan bilang ke ibu saya. Dan ibu saya berujar kepada si abang tersebut, “bang, jangan pernah abang membedakan anak-anak , ini anak saya bang, pasti saya akan bayar, kalo memang tidak mau menganggkut anak saya,abang silahkan gak usah lewat jalan komplek ini”, ibu saya memang tidak menunjukkan ekspresi marahnya, namun kekecewaanya tidak bisa disembunyikan bahwa anak nya dibeda-bedakan, saya hanya bisa terdiam dan setelah itu si abang gak pernah lewat depan rumah saya lagi.

Saya bangga memiliki aa saya, namun ada masa khilaf saya yang membuat saya tertampar saat ini. Pada awalnya saya malu, karena ada beberapa tetangga sepermainan saya yang meledeki aa saya, ketika saya bermain dengan mengajak aa saya, mereka berujar, “ udahan yuk mainnya, ada aa nya ayyu!”, saya hanya bisa nangis kepada mama saya, dan saya juga pernah mengeluarkan kata-kata yang tak sepantasnya, “mama, ayyu dijauhin temen-temen ayyu, kenapa sih ayyu punya aa kaya gitu?” sambil terus menangis. Waktu itu memang begitu egoisnya saya mengucapkan kata seperti itu, tanpa tau betapa sakit hatinya ibu saya waktu mendengar ucapan itu dari mulut saya sendiri, namun bagaimana aa pudin? Ya, aa pudin tidak bisa bicara dan mendengar dengan baik, namun saya tau iya kecewa dengan saya, saya yang harus menjadi benteng pertahanan dia untuk menghadapi anak-anak nakal itu, namun saya terlalu rapuh dan lemah.

Ketulusan hati aa pudin memang tak ada yang bisa menandingi, hatinya begitu putih dan polos. Ibu saya pernah bercerita, betapa antusias nya aa pudin waktu memiliki seorang adik, saya. Kebiasaan waktu kecil saya sekitar usia 1-3 tahun adalah mengompol di kursi tamu, entah kebiasaan darimana itu, namun saat aa pudin melhat saya melakukan seperti itu, ada dua hal yang dia lakukan, pertama dia menaruh kain lap untuk mengelap ompol saya dan yang kedua dia langsung menggeret saya ke mar mandi, dan setelah itu dia baru melaporkan kepada ibu saya.

Saya merasakan bahwa aa pudin menjadi kakak bagi saya, beliau memenuhi tugasnya sebagi seorang kakak walaupun tak sesempurna kakak pada umumnya, namun hal-hal kecil yang masih teringat di memori saya ini masih terekam jelas. Saat ada tukang jajanan atau tukang bakso, pasti aa pudin langsung membawa 2 mangkok atau membeli 2 porsi jajanan dan selalu memberikan kepada saya. Teirngat saat hanya saya dan aa pudin di rumah, dan kami ingin bermain di luar, aa saya memiliki kebiasaan untuk mematikan tv dan semua lampu yang ada di rumah. Nah, apa yang saya lakukan? Saya hanya melenggang keluar karena ingin bermain, betapa dewasanya aa pudin untuk seusia itu.

Tidak hanya disitu, rupanya Allah memang terlalu sayang sama aa pudin, hingga akhirnya aa pudin sakit karena memiliki kelainan pertumbuhan tulang di saluran sum-sumnya, itu yang menyebabkan akhir-akhir ini dia tidak tampak seceria biasanya, namun ia tidak pernah mengeluh ketika dalam keadaan sakitnya ia disuruh mamah saya untuk pergi ke warung. Aa pudin tetap saja semangat, hingga kami sekeluarga diberitahukan bahwa  aa pudin harus dioperasi dengan segala resiko yang ada.

Tiga bulan kemudian, setelah keluar dari rumah sakit, Aa Pudin lumpuh, yuk. Itu kata-kata yang keluar dari bapak saya, saya hanya bisa terdiam, saya gak tau harus bagaimana lagi saat itu. Namun, kesabaran dan ketidakputus-asaan orangtua saya yang ingin agar aa saya bisa berjalan kembali hingga ke pengobatan alternatif juga ditempuh. Disaat saya melihat keletihan tergurat di wajah kedua orangtua saya, aa Pudin tetap bisa tersenyum dan menyanyi dengan riang dengan lagu favoritnya dari Tina Toon yaitu “bolo-bolo” dan lagu lainnya yang tak pernah saya paham apa yang aa pudin nyanyikan, namun yang hanya saya pahami, aa pudin ikhlas dengan keadaan yang ia jalani.

Pada bulan April 2010, aa saya dipanggil Allah Swt. Saya hanya bisa menangis dan menyesali bahwa saya tidak bisa menjadi adik yang baik buat aa saya, saya terlalu egois untuk memikirkan diri saya sendiri. Aa pudin, mungkin saat ini hanya kata maaf dan doa dari adikmu ini agar kau bahagia di sisi-Nya. Aku selalu merindukanmu aa pudin. Terimakasih telah menjadi bagian hebat dari diri saya, engkau adalah anak yang terindah yang dimiliki orangtua kita aa. Aku sayang kamu, aa Pudin.

Fuad Awaludin (23 Juli 1990 – 18 April 2010)

Perempuan over dramatis

Awalnya sih iseng banget ya nonton film yang judulnya Radio Galau FM, yang pemerannya ada si ganteng Dimas Anggara. Well, asli emang kurang kerjaan banget yaa saya nonton film beginian, cerita nya sih mudah ketebak, tapi yaa namanya kehabisan stok film di hard disk, so film model beginian saya lahap juga demi memenuhi dahaga akan nonton film. 😀

Ceritanya tentang kehidupan remaja SMA sih sebenernya, jadi masa beginian udah lewat kali yaa. Apa masih ya? *eh* hahaha. Berdasarkan dari yang saya tonton, emang perempuan itu pasti ada sisi drama nya deh kayanya. Soalnya, pas nonton film ini saya jadi ngikik sendirian, karena ada beberapa sifat perempuan pemeran itu yang rada mirip sama saya, walaupun gak selebai di film itu, saat scene ini :

Si cowok mau makan batagor, tapi ngeliat cewek nya muka kusut kaya cucian belum disetrika, “kamu kenapa, baby?”

“gak kenapa-kenapa.” , muka si cewek makin kusut

“ooh” si cowok malah lanjut makan

“iiihh… kamu gak sensitive banget sih sama cewek, kalo cewek bilang gak ada apa-apa, itu tanda nya dia ada masalah”

Cowok bengong.

Asli langsung ngakak lah pas bagian scene ini, terus saya mikir, ini perempuan over dramatis banget sih yaa. Tapi, tunggu.. dulu saya gitu gak yaa? Hmmm.. mikir lama, lama dan lamaaa… lama-lama malah ngantuk. Dan ternyata saya memang seperti itu, saya bisa dikategorikan perempuan dramatis kali yaa.. haha.

Mungkin ada beberapa perempuan yang menolak dibilang perempuan over dramatis, tapi saya mengakui nya kok. Terbukti pas awal-awal patah hati di akhir juni kemarin, tiba-tiba saya bisa nulis puisi, makin aktif kegiatan ini itu, terus saya bisa nulis cerita-cerita yang inspirasi nya gak jauh-jauh dari pengalaman saya, dan yang paling berasa banget saya jadi sering banget jalan sama temen-temen saya. Padahal dulu kalo pas jadian kemarin, saya termasuk anak yang jarang kumpul kecuali untuk rapat atau agenda rutin lainnya, itu semua karena saya memang lebih senang menghabiskan waktu free saya dengan pacar terdahulu. Nyesel gak sih? Iya nyesel juga sih, karena waktu saya masih dibutakan cinta, saya sering gak ikut ngumpul sama temen-temen itu semua karena jadwal bentrok dengan jadwal ngepel ngapel. Hehe. Tapi, saya bayar utang saya yang absen kemarin-kemarin. Hihihi

Pada dasarnya kita memang gak bisa memaksakan hati untuk memilih atau ingin dipilih siapa untuk menjadi pasangan kita kelak, namun saat ini apa yang bisa saya lakukan? Yup, memantaskan diri untuk my future husband, oke juga tuh yaa.. (tuh kan, kata-katanya over dramatis lagi  -.- “ *plak*)

Image

gambarnya gak nyambung sih, tapi yo wes lah. haha

*gambar diambil dari sini