Sebuah Keputusan

Image

Gue menyadari.. setiap kali gue dihadapkan untuk memiliki pilihan, maka sensasi yang akan gue rasakan yaitu rasa bimbang, ragu, khawatir akan mendominasi diri.. seakan mereka menjadi hantu yang menggerayangi hati gue.. membuat gue merasa kecil, tak berdaya dan terkulai lemah.. sejujurnya, gue benci melewati masa ini, namun gue lebih benci ketika gue telah memilih dan ternyata gue merasakan rasa hampa dan sedikit bahkan marah pada diri gue, yup itu adalah sebuah penyesalan..

Diluar konteks tahun baru, gue lebih melihat flashback diri gue per semester, kenapa? entah gue juga gak tau, kenapa gue lebih suka kalo gue rangkum cerita gue dalam per semester, atau mungkin karena gue adalah tipe perempuan muda yang cepat lupa, sehingga gue merasa gue harus segera menuliskan evaluasi diri gue ini, sesegera mungkin, kalo nggak yaa konsekuensi nya semuanya akan seperti buih.. hilang tanpa jejak.. haha..

menjelang pra-UAS PSD besok entah kenapa gue pengen nulis yang sedang gue rasakan aja.. biar plong aja kali yaa menghadapi ujian demi ujian yang makin absurb ini. Jujur, semester ini, gue menjalani aktivitas kuliah gue ini kalo diibaratkan steak dimasak dengan well done 🙂 tapi, dibalik senyum gue ini, pasti terselip rasa nano-nano yang semoga dengan gue menuliskan ini, gue dapat mengurangi rasa nano-nano itu.

Alhamdulillah, gue udah resmi jadi asisten praktikum di salah satu lab di kampus gue, dan itu emang salah satu target gue sesaat gue masuk di kampus ini, walaupun awalnya niat gue ini mau jadi asisten dosen, tapi ternyata jarang banget yang bisa jadi asisten dosen, ada nya asisten praktikum, tapi bagi gue itu sama aja, karena yang terpenting bagi gue, gue tetap bisa menyalurkan salah satu cita-cita masa SMK gue, yaitu jadi guru. Yah. gak jauh beda lah ya. 🙂

Selanjutnya, ini yang membuat gue rasa gundah gulana datang. Disalah satu coret-coretan target gue selama kuliah ini, gue pengen jadi pengurus salah satu badan eksekutif di kampus gue, sebenernya di tingkat 1 gue pernah merasakan menjadi salah satu bagian dari organisasi ini, tapi status gue hanya magang saja, saudara-saudara. So, gue gak termasuk itungan pengurus. Dan pada tahun kemarin, disaat penentuan gue melanjutkan atau tidak, gue memilih untuk pindah haluan –> rekruitasi asisten praktikum. Nice, alhamdulillah gue berhasil 🙂

Pada awalnya, gue berpikir magang di organisasi tersebut akan sama saja dengan pengurus, so gue pikir target gue yang satu ini, sudah tercapai dan langsung gue coret.. Tapi, seiring selama satu semster ini, gue menyadari kehidupan kuliah gue, yaitu menjadi mahasiswa kula-kula –> kuliah-lab-kuliah-lab.. boring? Nope. ini semua gue niatkan dari awal dan bagi gue gak boleh ada kata bosan.

Lebih tepatnya adalah, HAMPA. gue merasakan hampa. ada satu sisi di jiwa gue hampa, atau bisa dibilang tidak seimbang, di sisi lain gue berusaha menyalurkan latihan gue menjadi guru atau dosen kelak, dan gue merasa senang menjalani itu semua. tapi, entah kenapa di satu sisi, gue kehilangan sesuatu, mengenal lingkungan tempat tinggal gue lebih jauh. Gue rasa, kepekaan terhadap lingkungan sekitar gue secara drastis berkurang. Gue kangen masa-masa gue dituntut peduli, namun ada rasa sentilan perasaan itu muncul saat gue gak dituntut untuk peduli.

Hai, terimakasih ya untuk satu semester yang indah ini. Gue akan memperbaiki kekurangan gue di semester ini. 🙂 Welcome Semester 6 😀

*gambar diambil dari google.com*