Seribu status di facebook atau twit yang isinya hanya seru-seruan saja KALAH dengan artikel atau tulisan pendek yang terdiri hanya tiga atau empat paragraf saja. ~~ Tere Liye at IT Telkom 🙂

Advertisements

Si Charming

Di minggu yang cerah ceria ini. Saya akan bercerita tentang dosen saya yang mungkin bakal jadi salah satu dosen favorit saya, kode nya B*A. Mari kita beri julukan beliau itu ‘si charming’. karena entah kenapa at the fisrt sight, saya melihatnya sesosok yang charming 🙂 dan makin kesini, bagi saya,  he’s really charming person. haha. oke, saya akan menjelaskan hal-hal apa saja yang membuat saya makin melihat dia sebagai sosok yang begitu charming 🙂

Di pertemuan pertama, seperti biasanya saya masih males banget sama yang namanya kuliah karena masih terlena akan liburan panjang sekitar dua bulan boo gimana gak bikin pasif nih saraf otak untuk bekerja lagi :3 oke, hari ini ditutup dengan kelas elektro komunikasi (elkom), oh my god ini pelajaran abstark model apa lagi, sebelumnya saya punya kenangan buruk akan sodaranya yaitu rangkaian linstrik dan elektronika, kini harus bagaimana saya menghadapi elkom ini?? tiba-tiba, muncul sosok lelaki, badannya ideal, rambutnya cepak, semi botak dan berkacamata, serta kulit nya yang sawo matang menambah eksotik dirinya. Dan masih muda sodara-sodara! hehe. *genitnya kambuh*

Kuliah berjalan seperti biasanya, dan beliau menawarkan mahasiswa untuk bertanya, saya memberanikan untuk bertanya, “pak, saya gak ngerti tentang soal yang di slide bapak”. dan beliau menjawab, “maaf, saya gak menjawab tentang pertanyaan tentang soal, saya mau kalian bertanya tentang penjelasan fisisnya, kalo kalian mau tanya tentang soal gak usah kuliah S1 mending D3 aja!”

Hal itu langsung menyentil saya. Gimana gak? dikritik di depan umum, dan dalam batin saya bergelut, ego saya seperti biasa tampaknya lebih dominan, ” yu, lu digituin sama tuh dosen? gak tau apa tuh dosen, lu tanya dengan baik-baik, jawabnya asli songong parah, kalo gue jadi lo, gak sbakal lagi dah belajar elkom serius! asli songong banget dah ni dosen!”. namun, ternyata masih ada hati kecil saya yang berpendapat, “yu, mungkin ini juga pembelajaran baru buat kamu, mungkin ini adalah salah satu cara Allah membuka pikiran kamu tentang apa arti kuliah S1 sesungguhnya”. aaaargh, entahlah, saya belum bisa menentukan, pokoknya saya masih bete parah ngeliat dosen itu, hasrat belajar saya jadi turun gara-gara itu dosen. Oke yu, cara terbaik adalah tidur segera dan melupakan kejadian hari ini.

Setelah saya jaga praktikum, saya liat ada jadwal matkul elkom, mengehela napas, “heeeeeeeeeeeh”. asli setelah kejadian itu, saya makin males aja buat kuliah. gamang menemani langkah saya saat menuruni tangga dari lantai 3 laboratorium FEK (Fakultas Elektro Komunikasi) sampai  di tangga lantai dua, ada sosok yang sebenarnya tak asing, saya melihat sambil memicingkan mata, maklum mata minus saya sudah mulai bertambah minusnya ini, untuk meyakinkan benar gak ya yang saya lihat ini. semakin dekat, tiba-tiba dia tersenyum dan saya bengong, segera membalas dengan senyumyang tawar. Ya, dia dosen yang menyebalkan itu. Apa??? dia bisa senyum juga?? saya kira, bibirnya udah beku. tiba-tiba teringat kejadian lalu, tapi entah kenapa bagi saya kharisma nya muncul disaat seperti itu.

Saya berusaha mengendalikan diri untuk lebih mengerti orang lain, mungkin memang hanya cara itu yang dia tahu untuk mengkritik orang yang yang tanpa dia tahu orang tersebut memiliki sensitifitas yang tinggi seperti saya. Toh, saya harus menerima jika apa yang dia bicarakan ternyata baik untuksaya kedepannya. sepertinya, saya mulai mengerti dan berusaha untuk menjadi lebih baik. Go Fighting! Man Shabara Zhafira. Siapa yang bersabar maka dia yang akan memetik hasilnya. 😀

Hari ini seperti biasa, menunggu dosen elkom yang agak telat sepertinya, tiba-tiba si charming datang, menaruh tas nya, dan langsung ke depan kelas, saya pikir dia langsung ngajar, tapi ternyata tidak, kali ini beda, “disini siapa saja yang ngerokok? *kelas hening* tadi waktu saya perjalanan ke kelas ini, di lorong (seperti koridor, tapi sifatnya outdoor) saya melihat, maasiswa pake jeans dan bukan seragam kemejanya, dia merokok!  kaya nya sih bukan mahasiswa fakultas elko. saya ngerasa kaya terminal aja nih kampus, dan saya merasakan ada pergeseran, entah dari segi apa, dulu waktu zaman saya kuliah, tetap pasti ada yang ngerokok, cuma aktivitas nya terpusat seperti di kantin dan gak ada yang di tempat lain. tapi, sekarang udah banyak ya yang ngerokok di gedung kampus. kalian tahu, di kampus kita ada baliho besar tentang larangan merokok di kawasan kampus, bagi saya itu merupakan himbauan bukan suatu peraturan yang mutlak. jadi, bagaimana kalian menyikapinya itu semua tergantung kalian”. kelas kembali hening.

tiba-tiba si charming memecah keheningan, “kamu yang dibelakang tolong nyalakan lampu ya!” pintanya. seorang mahasiswa maju dan menyalakan lampu. namun, langkah nya terhenti, “kamu silahkan keluar dari kelas saya!”. Satu kelas bengong, kenapa mahasiswa itu disuruh keluar?. “Kamu pake jeans, tau kan peraturannya? jeans bukan seragam.” simple kata-kata nya namun,menurut saya itu menjelaskan semua kebengongan di kelas. mahasiswa tersebut dengan gontai keluar kelas dan si charming kembali berujar berujar ” kalo udah pake seragam, masuk aja ya. ada lagi yang menyusul?”, kali ini kelas hening dengan kondisi yang berbeda.

lagi-lagi di gedung fek, saya bertemu dia, namun di depan saya ada dua mahasiswa yang seperti nya kenal dekat dengan dosen itu, mereka menyapa dengan sapaan biasa, namun dosen itu membalas sapaan mereka, “apa kabar cuy?”. what? dia ngomong apa tadi? cuy? gak salah denger? apa nama salah satu mahasiswa nya itu acuy atau ucuy atau icuy? tapi, kaya nya nya kata sapaan cuy deh, biasa nya digunakan untuk sapaan orang sebaya. apa saya salah liat ya, dia bukan dosen saya mungkin, apa dia mahasiswa yang mirip sama si charming. oke, saya meyakinkan diri, dan ternyata dia adalah si charming, dosen elkom saya.

Well, saya kagum ngeliat sosok dia yang unik bagi saya. Sebenernya, di kampus saya banyak dosen-dosen yang easy going, deket sama mahasiswa, tapi, saya entah kenapa memilih dia untuk saya tuliskan di blog ini. Sebenernya, sifat dia yang bisa menyesuaikan diri saat kapan dia menjadi dosen, menjadi teman, ini yang membuat saya kagum. dan saya terinspirasi banget lah karena dengan dia, saya dapat mencoba untuk menerima masukan yang ada, walaupun awalnya ego saya yang mendominasi namun seiring luntur karena kali ini logika saya yang gak mau kalah sama ego saya. Thank you, pak. maaf saya gak bisa bayar royalti karena pencantuman bapak di blog saya. :’)

Apakah ini petunjuk-Mu??

Setiap kaki yang saya langkahkan ini semakin berat.. semakin menyayat hati.. semakin membuat saya resah.. semakin membuat hati ini semakin gelisah. semakin menjelang waktunya untuk memantapkan diri, semakin terlihat bahwa yang kita tuju, capai dan raih bukan merupakan suatu  visi yang sama lagi. andai semua itu saya tahu lebih awal, andai semua itu saya tau saat saya belum bertemu dia. Dilema ini tidak akan pernah terjadi, kesalahan dan kebodohan tidak akan pernah terjadi dan sekarang hanya penyesalan dan itu semua ada dalam diri saya.

teringat sebuah potongan ayat Allah yang intinya berisi, lelaki baik untuk perempuan yang baik, begitu sebaliknya. tiba-tiba keresahan menyeruak dalam diri saya, saya melewati masa kelam, selain itu saya juga melewati masa cerah, lalu saya termasuk golongan perempuan baik atau sebaliknya?

Semakin jauh melangkah, langkah ini terhenti, tarik menarik batin pun bergelut, saya tidak bisa menentukan arah dan saya hanya diam terpaku. Wahai Engkai Maha Pembolak-balik hati, satu pintaku, sensitifkan hati ini untuk terus mendapat petunjuk-Mu dan ringkankan langkah ku. 😦