Nia dan ego

kadang jarak, waktu dan kesibukan yang memisahkan nia dengan teman-temannya. nia tergerus, terbawa bahkan terpengaruh oleh lingkungan dimana nia berkembang. nia bukan remaja lagi, namun pada kenyataan nya nia juga belum menjadi sesosok yang dewasa dalam sikap. kadang ego nia melebihi dari apa yang ada dalam dirinya. nia selalu berusaha menekan, namun ketika ego itu bertemu dengan teman baiknya sang emosi maka apa yang mau dikatakan lagi? mereka bersinergi menjadi suatu kesatuan yang tak terbantahkan dan terelak lagi. nia berusaha memisahkan mereka, namun mereka tampaknya punya ikatan yang sangat kuat.

ingin rasanya setiap perkataan yang mereka ucapkan dengan sembarangan, tidak dimasukkan dalam hatinya, namun nampaknya nia bukan tipe orang seperti itu, walaupun di luar nia tampak tenang saja, namun dalam hatinya tersayat. apakah orang seperti itu bisa disebut dengan munafik? atau bermuka dua? ketika nia mengetehui bahwa dirinya seorang yang munafik, nia tidak tau harus melakukan apa. nia hanya termenung dan memikirkan andai di dunia ini nia hanya sendiri mungkin nia bisa bebas mengekspresikan dirinya, ya, lagi-lagi ego menguasai dirinya. nia langsung menepis pikiran itu. nia tidak bisa terjebak dalam ego yang merajai dirinya. nia ingin putuskan hubungan dirinya dari ego yang selama ini menemani hidupnya selama 20 tahun lebih 4 bulan 15 hari. nia ingin lepas dari ego ini. lelah rasanya.

Advertisements

8 thoughts on “Nia dan ego

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s