Fatamorgana

fatamorgana..
bagi gue kata itu adalah sebuah momok! hati gue tersentil saat mendengar kata-kata yang mengusik relung hati terdalam gue. ada bisikan kecil yang terngiang , “apakah ini hanya fatamorgana? kesenangan yang semu?”

gue tercengang dan jujur gue gak bisa jawab dengan lantang, IYA atau TIDAK. walaupun, akhir-akhir ini fakta-fakta mengarah pada jawaban IYA. namun, belum berani untuk mengungkapkan dengan lantang. masih ada seribu ketakutan yang mengejar gue, walaupun dalam teori gue hanya boleh takut pada Allah.

tiba-tiba, terbersit suatu bisikan,

“does he love you? do you really love him? or is he your true love?”

*terdiam*

KAGUM

Assalamualaikum.
Pagi semuaaaa buat penghuni WP dimanapun Anda berada. Kali ini gue bersyukur banget karena akhirnya modem speedy sudah diganti sama yang baru, sebelumnya mati blas karena disambar petir. padahal niatnya posting tapi, jadi ketunda. well, ini dia satu postingan yang tertunda 😀

kagum..
menurut gue, kagum itu ketika lo melihat seseorang dengan kharismanya itu keluar dari dalam, entah saat dia lagi melakukan aktivitas apapun, tanpa terkecuali.
sering gue merasakan banyak rasa kagum entah itu ke perempuan atau lelaki. Rasa kagum yang gue rasakan tanpa gue sadari memotivasi gue untuk menjadi lebih sukses dari orang yang gue kagumi. Tapi, entah kenapa setiap gue kagum ssama sesosok lelaki, rasa kagum gue suka ambigu. Rasa kagum yang gue rasakan kadang suka disalahartikan dengan otak gue yang rada geser ini sehingga mau gak mau gue akan terjebak dalam dilema perasaaan.

asli lah kalo inget masa-masa gue kagum dengan ‘5cm’ dan ‘telur’, dimana gue aja bingung, ini gue cuma kagum atau lebih. Yup, itulah permasalahan gue yang gak bisa gue perbaiki sampai saat ini. susaaaaah banget. walhasil, gue hanya berusaha membatasi perasaan gue untuk kagum pada sesosok lelaki, rasa kagum gue hanya untuk Bokap gue, alm. aa dan specially for Rasulullah saw. dan nambah satu lagi deh, suami gue kelak 😉 amin..

Nia dan ego

kadang jarak, waktu dan kesibukan yang memisahkan nia dengan teman-temannya. nia tergerus, terbawa bahkan terpengaruh oleh lingkungan dimana nia berkembang. nia bukan remaja lagi, namun pada kenyataan nya nia juga belum menjadi sesosok yang dewasa dalam sikap. kadang ego nia melebihi dari apa yang ada dalam dirinya. nia selalu berusaha menekan, namun ketika ego itu bertemu dengan teman baiknya sang emosi maka apa yang mau dikatakan lagi? mereka bersinergi menjadi suatu kesatuan yang tak terbantahkan dan terelak lagi. nia berusaha memisahkan mereka, namun mereka tampaknya punya ikatan yang sangat kuat.

ingin rasanya setiap perkataan yang mereka ucapkan dengan sembarangan, tidak dimasukkan dalam hatinya, namun nampaknya nia bukan tipe orang seperti itu, walaupun di luar nia tampak tenang saja, namun dalam hatinya tersayat. apakah orang seperti itu bisa disebut dengan munafik? atau bermuka dua? ketika nia mengetehui bahwa dirinya seorang yang munafik, nia tidak tau harus melakukan apa. nia hanya termenung dan memikirkan andai di dunia ini nia hanya sendiri mungkin nia bisa bebas mengekspresikan dirinya, ya, lagi-lagi ego menguasai dirinya. nia langsung menepis pikiran itu. nia tidak bisa terjebak dalam ego yang merajai dirinya. nia ingin putuskan hubungan dirinya dari ego yang selama ini menemani hidupnya selama 20 tahun lebih 4 bulan 15 hari. nia ingin lepas dari ego ini. lelah rasanya.

Sepenggal Percakapan Pagi Ini

Sepasang sahabat (psd(lelaki) dan antena(perempuan)) bertemu,
antena : “aduh.. gue pusing banget lah sama UTS ini.. semangat belajar gue juga menurun.. udah lah, gue mau nikah langsung aja”
psd : “yaudahlah, minta pacar lu nikahin lu!”
antena : ” mana? masih seumuran sama gue, masih kuliah juga T.T”
psd : “gue juga punya pemikiran sama kaya lu!”
antena : “yang mana?”
psd : “gue juga sama-sama pengen nikah muda”
*tiba-tiba suasana jadi hening*

Nb: *nama tokoh terinspirasi lagi lagi dari matkul UTS gue*

‘Ayyu’ yang kedua :(

Kemarin, pas buka home facebook, gue agak sedikit tercengang. Ternyata ada salah satu temen gue yang menjadi ‘ayyu’ yang kedua. hmmm, disatu sisi seneng melihat temen gue ini berbahagia, sebut saja elkom, tapi disatu sisi gue agak kecewa juga sama dia, gak tau kenapa. walaupun, hal yang dilakukannya gak jauh ya sama banget kaya gue. tapi, gue membayangkan kalo seandainya, kedua sahabat (elkom dan siskom) itu bertemu sekarang dimana mereka telah berbeda prinsip, padahal pada awalnya mereka merupakan sepasang sahabat yang membuat gue salut akan kekompakkan mereka. karena dari smk sampai sebelum kejadian itu, mereka merupakan sahabat yang sama-sama berada di “jalan kebaikan”. Tapi, sekarang? hal itu sudah tidak nampak lagi pada sepasang sahabat itu. mereka telah memilih jalan mereka. dan hal tersebutlah yang membuat gue sedih.

gue baru menyadari, semakin kita menjalani hidup kita, maka semakin banyak alternatif pilihan yang muncul. walaupun, gue rasa elkom tau jalan yang dia pilih itu salah, tapi apa yang dipirkan elkom? Rasa nya kaya bercermin pada diri gue sendiri saat kurang lebih empat tahun yang lalu. 😦

“hai, siskom.. sekarang aku mengerti dirimu, betapa kecewa nya kamu saat. elkom, sahabat baik mu melakukan hal yang sama sepertiku tepat 4 tahun yang lalu. maaf membuat mu sakit untuk kedua kalinya, maaf maaf sekali 😥 aku sayang kamu siskom..”

*nama tokoh terinspirasi dari matkul UTS kemarin*