Fantastic Beasts and Where to Find Them

fantastic-beast

Gambar diambil dari fantasticbeasts

Rabu sore kemarin, saya putuskan untuk menonton film di mall paling hits se-cikarang, Cuma satu-satu nya di cikarang dengan bangunan dua lantai, mevvah yaa. Haha. Akhirnya searching di web nya cinemax dan ada film yang katanya jadi pelipur lara bagi para big fan of Harry Potter, saya? Bukan kok, saya masih susah move on dari The Lord of The Ring dan para hobbit. Dan setelah browsing sana sini, OMG lead role nya Eddie Redmayne dong *kedip centil*. Awal ketertarikan sama mas Eddie ini saat di film The Theory of Everything, doi berperan sebagai Stephen Hawking, dan karena acting kece nya mas eddie, dia meraih piala Oscar untuk kategori best actor, yang bikin makin kesemsem sama mas eddie, ternyata dia peraih piala Oscar termuda di kategorinya, masih kelahiran 1982 booo’.

Well, kecenya mas eddie ini ga bisa dipungkiri berbanding lurus dengan ekspektasi saya terhadap film terbaru nya ini dong. Hmm. Tapi, saya harus berpikir realistis, ekspektasi terlalu tinggi akan hanya membuat kecewa. Sama seperti halnya film AADC 2 yang menurut saya, sorry to say, *thumbs down*. Nah, karena pengalaman merupakan guru yang terbaik, maka jangan berekspektasi yu’ okee.. please set your expectation in low standard yaah yu’!

Back sound khas Hogwart diawal film sudah menyapa kita, dan ini semacam mengusir kangen nya para pecinta Harry Potter kali yaa dan bikin makin penasaran. Film ini berkisah seputar petualangan Newt Scemender menuju New York dengan misi khusus. Berlatar New york di tahun 1920’an dan masih menjunjung tinggi dunia witches dan wizard, Saya harus kagum dengan film yang bisa membawa mood penonton sangaaat halus dan memberikan cerita dari sisi lain dunia ini yaitu Magizoology.

Terlepas dari beberapa plot yang bolong dan gak mendetail tentang kenapa begini dan begitu, I am trully entertained by this movie. Ceritanya seakan mengajak kita untuk menyusun potongan puzzle dan harus sabar untuk nunggu sekuel selanjutnya. Dan katanya sih, film ini akan dibuat dalam lima part dan makin penasaran dong kira-kira surprise apalagi yang mau dikasih di film selanjutnya yang bakal release sekitar tahun 2018, lama banget maaak. Karena di akhir film ternyata muncul Mr. *sensored* and he was unpredictable. Pengen loncat dari bangku pas tau ada si om ini hahaha.

Festival Kuliner Serpong

Jika ditanya apa yang paling bisa membuat saya bahagia? Jawabannya mudah sekali, yaitu Makan. Hahaha. Entah formula seperti ini kapan terbentuk dan telah dibuat paten oleh otak saya ini. Sehingga ketika saya suntuk, badmood atau apapun lah itu, cukup bawakan saya makanan/cemilan beserta kopinya juga boleh, maka akan hilanglah seketika segala rasa gundah gulana yang ada di hati. Haha.

20160827_174552

Weekend lalu (ini sudah lamaaaa banget), Mas ngajakin saya untuk icip-icip di Festival Kuliner Serpong yang diadakan di Pelataran parkir Summarecon Mall Serpong. Awal pas diajakin sih gak terlalu berekspektasi lebih karena  biasanya acara festival kuliner yang pernah saya ikuti yaaah rasa seadanya dan harga yang cenderung mahal. Tapi, karena weekend waktu itu kita sama-sama kosong, akhirnya kita memutuskan untuk cuss ke sana. Here we go!

Tujuan pertama saya itu Nasi Goreng Kebon Sirih, Yaelaah jauh-jauh ke serpong masa ujung-ujungnya Nasi Goreng Haha. Seriously, Nasi Goreng ini enak banget. Gak Bohong. Saya suka banget. Saya yang anti kambing, akhirnya excuse sama nasgor ini, karena rempah-rempahnya itu yang hmmm bikin perut krucuk-krucuk  dan apalagi yaaa yang bikin nagih nya yaa, hoiyaa cara masak nya di kuali super gede dengan nasi segunung, rasanya pengen makan langsung dari kualinya. Haha.

20160827_164344

Setelah kewajiban utama perut terpenuhi  yaitu nasi, destinasi berikut nya “ Mie Goreng Abang Adek”. Mie goreng bisa kali ngerebus di kosan sendiri, weits.. jangan salah, Khasnya dari mie goreng ini itu cabe rawit nya yang buanyaak banget. Jadi bayangkan satu indomie dimasak dengan kelipatan cabe rawit mulai dari 10, 25, 50 dst. Pilihan cabe rawit ada di jumlah 25 buah. Dan itu udah pedes bangeeet huu haaah..

20160827_164446

Yang membuat jatuh hati kemudian yaitu pecel pincuk. Ini request nya Mas, karena doi emang doyan banget sama yang namanya pecel, jadi sekalian juga pengen tau Pencel pincuk yang kaya gimana rasanya. Overall, sama aja sih kaya pecel pada dasarnya, Cuma disini tersedia bumbu manis dan pedas, jadi gak usah worry untuk yg gak terlalu suka pedes. Huaaah kenyang banget.

20160827_165855

Sebenernya masih pengen banget nyobain lain-lainnya Cuma karena perut yang udah kenyang, akhirnya ditutup dengan serabi solo dan es cendol elizabeth, makanan penutup nya lupa diphoto. Hehe. Thank you Festival Kuliner Serpong, kapan kapan adain lagi yaaah. Uenak!

Peucang Island, You’re So Gorgeous!

Hai!

Disini udah ada yang pernah denger tentang Pulau Peucang? Pulau Peucang ini terletak di kepulauan Ujung Kulon dengan pantai dan laut yang indaaaaaaaaaaaaaaaah banget. Haha. kenapa huruf ‘a’ nya banyak? Karena emang kenyataan nya pulau Peucang ini membuat saya susah move on. Pulau ini masih dalam wilayah konservasi pemerintah, karena pulau ini bukan untuk dihuni, tidak ada penduduk yang menetap hanya ada penjaga pulau dari Dinas Pertanian dan Kehutanan.

Perjalan menuju Ujung Kulon sekitar kurang lebih enam jam dari Jakarta -Gedung Indos*t (check point kumpul). Setelah sampai, kami harus naik kapal lagi untuk tiba disana kurang lebih tiga jam.  By the way, jangan mengaharapkan sinyal disini ya, blank, untuk semua operator, bahkan operator yang katanya paling Indonesia banget sinyalnya juga gak ada loh. Dan disini, listrik sangat terbatas baru ada jam 4 sore hingga jam 6 pagi, selebihnya mati listrik total.

Kesan pertama saat tiba di pulau ini, Saya langsung inget film Castaway nya Tom Hanks . Why? Karena emang sepiiii banget and I love it. Dan kita juga bisa snorkling tanpa harus sebrang pulau atau cari spot sana sini, waaah it’s awesome! Haha. Lokasi nya deket banget, Cuma perlu kecepek kecepk dikit, langsung ada ikan dan karang yang wow banget –sayangnya, saya ga punya kamera underwater- hiks. Fyi, babi hutan, rusa dan monyet kecil berkeliaran bebas disini dan katanya sih mereka sudah jinak Cuma tetep aja yaaah liat babi hutan bawaan nya lemes aja. Ya kali, kalo tiba-tiba nyeruduk gimana haha.

Peucang ini, benar-benar membuat saya speecless karena keindahan pulau ini yang luar biasa. I could not explain how beautiful Peucang is.

Thank you Peucang, you’re so gorgeous!

20160814_123104

Elmo’s goes to Peucang!

img_20160813_095142

Welcome to Peucang! *Disambut Babi Hutan*

img_20160814_122305img_20160814_122102img_20160814_121928img_20160814_122349

1471271569044

Elmo’s Family *Photo Studio*

img_20160814_152427

Thank You Peucang! See you~

Farewell

Meninggalkanmu mungkin pilihan yang terberat bagi saya, karena bagaimana bisa meninggalkan seseorang yang tanpa cela sepertimu. Yang saya rasakan, di dekatmu merupakan kenyaman tersendiri buat saya. Begitu dewasanya dirimu hingga saya tak pernah paham mengapa masih ada orang sepertimu.

Ini takdir. Takdir yang berbicara ketika engkau mengucapkan janji sakral ketika siapapun wanita akan tergetar hatinya saat mendengar ada lelaki yang penuh keyakinan mengambil sebuah keputusan untuk hidup bersama  hingga maut memisahkan (hopefully), maka saya bisa apa. Kamu memang bukan jodohku bagaimanapun saya berusaha keras untuk ingin terus didekatmu. Namun, semakin saya mendekat dan tetap ngotot ada disampingmu, maka semakin saya keliru.  Karena takdirmu adalah bersamanya. Itu mutlak.

Karena saya menghargai istri mu, wanita yang memiliki hati yang luar biasa. Dan jika saya di posisinya, mungkin saya akan menyerah dengan keadaan seperti ini. Saya hanya berusaha melihat dari sudut pandangnya, sebagai wanita yang mencintai lelakinya, suaminya. Maka, saya meninggalkanmu disaat rasa kesepian itu makin mencekik leher kerinduan yang terus bernapas.

Saya rindu, rindu kamu, rindu ketika bersama.

Cikarang, 24 Oktober 2016

1474379060635

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Accidentally!

Weekend, it’s time to pulang kampung, Ayyu back to Kuningan! Haha. Setelah semalam gagal pulang kampung karena tiba-tiba mamang (re: paman sebutan dalam bahasa sunda) ga jadi jemput karena satu dua lain hal, akhirnya saya memutuskan untuk naik bus dengan plan sebagai berikut : naik bus primajasa ke bandung, terus lanjut naik bus damri tujuan ke kuningan. Kenapa gak langsung naik bus dari cikarang cus ke kuningan? Naik apa? Luragung? Wah, terimakasih saudara-saudara, saya cukup sekali naik bus penantang nyawa seperti itu. Cukup sekali. Haha.

Bandung, aaargh kangen banget. Gimana gak? Semenjak saya lulus dari kampus tercintah, saya sudah jaraaaang ke kota penuh kenangan. Kalo kata pidi baiq, Tuhan menciptakan Bandung saat tersenyum, itu bener banget karena memang banyak kenangan manisnya. Dan itu yang bikin saya ga pernah bisa move on dari Bandung. Dan waktu kuliah, saat melewati jalan riau, saya selalu bercita cita ingin punya rumah di Bandung, pengen banget.

Pagi ini dimulai perjalanan menuju Bandung dengan Primajasa.  Cuaca saat itu cerah dan hangat, aah saya semakin gak sabar untuk menyapa Bandung kembali.  Dan finally, saya menginjakkan kaki di Bandung, hmmm saya hirup udara Bandung sepuas mungkin, hingga saya tersadar ada seseorang yang menjemput saya, Browny.

“mau kemana kita”

“pokoknya yang gak ada di Jakarta dan sekitarnya”

“i know, Tahura!”

Sejujurnya, saya belum tau, ada apa di Tahura? Oiya, bagi yang belum tahu tahura itu apa? Tahura adalah singkatan dari Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, untuk lebih jelas nya bisa googling yah. Haha.

Hmmm.. Udara di Tahura ini bener-bener suegerr banget. Sejuk dan suasana nya masih alami banget. HIJAU. Menurut saya, ini cocok banget buat wisata keluarga, kenapa gitu, karena untuk hiking bareng, seru banget. Apalagi banyak spot yang bisa dikunjungi. Dan saya sarankan, please use your comfort shoes for hiking. Karena track nya lumayan jauh antar satu spot dengan spot lain nya, jadi kebayang misal pake sepatu yang ada heels nya sedikit aja, siap siap aja betis berkonde. *aman untuk perjalanan kali ini, saya menggunakan sepatu yang tepat*

Di awal masuk, sudah disediakan semacam papan informasi untuk memberikan info seputar spot-spot apa yang tersedia di tahura ini. Dan untuk trip tahura kali ini, spot utama yang ingin kami kunjungi yaitu “Penangkaran Rusa”. Here we go!

Nah, untuk menuju spot penangkaran rusa ini, kami melewati Goa Belanda. Gelap. Haha. Sepanjang menelusuri goa ini, pengap yang terasa di tempat yang konon katanya pernah digunakan sebagai penjara. Sepanjang perjalanan menuju tujuan utama kami, sejujurnya saya gak terlalu percaya sama info kilometer yang harus kami tempuh untuk sampai di spot tertentu karena bagi kami, terasa lebih jauh atau memang faktor “u” yang sudah melanda kami, terlalu lemah berjalan jauh. Haha.

Dan sampailah di Penangkaran Rusa.  Jika dilihat, penangkaran rusa disini, sebenernya gak dibuka untuk umum, maksudnya pure penangkaran rusa dengan penjaganya. Dan pada awal masuk, bapak penjaga nya baik hati menawarkan kami, untuk masuk dan memeberikan makan langsung kepada para rusa mini ini. Btw, bagi kalian yang udah pernah ke penangkaran rusa di Ranca Upas. Kalo disini, rusa-rusanya ukuran nya lebih kecil dibandingkan dengan di Ranca Upas. Dan menurut saya untuk berinteraksi dengan rusa langsung, disini lebih manusiawi  karena rusa nya lebih jinak dan kalem , beda dengan rusa di Ranca Upas, liat wortel dikit langsung nyosor aja. Hihi.

Well, Terimakasih Tahura sudah menjadi short beauty escape di Bandung.  I miss you, Bandung.

img_20160910_105224

Penangkaran Rusa Tahura

20160910_105043

Hello blogger wordpress, Hello from me!

img_20160910_104929

it’s time to feeding!

img_20160910_104842

Makan yang banyaaak yah!

20160910_104608

Disaat yang lainnya sibuk makan, rusa yang satu ini anteng banget..

img_20160910_100145

ini pintu masuk Goa Belanda

img_20160910_144439

Thank You Browny telah menjadi partner jalan-jalan dan “abang uber” di Bandung🙂

[Fan Fiction] Lia dan Dilan

Sebenernya ga tau sih, ini termasuk fan fiction atau gak? haha. Karena emang pengen nulis semacem cerpen, tapi ga tau mau pake nama tokohnya siapa. Jadi berhubung saya habis baca novel trilogi nya Dilan dan Milea, akhirnya nama tokohnya saya comot (re: ambil). Hmm, pure banget ini iseng ditengah saya kerja di weekend seperti ini, jadi pasti cerita ngalor ngidul ga jelas. Dan rasanya sayang aja kalo ga di posting. Hehe *banci posting*

***

Lia, perempuan, 24 tahun, Quality Engineer di salah satu perusahaan multinasional company. Hari ini otaknya hampir meledak karena issue yang sedang happening mengenai handphone series terbaru yang defect nya bisa lolos hingga market dan ini serius.

“Yaa.. Lia ada email dari HQ. Haish! Follow Up segera! Pali-pali (cepat-cepat)”, teriak Mr Kim yang mulai panik karena sejujurnya issue ini sudah mencoreng citra perusahaan yang katanya merajai pasar gadget di seluruh dunia. Bagaimana tidak, handphone yang digadang-gadang menjadi produk unggulan kini, ternyata battery nya bisa meledak di costumer. Ini gila.

“OK sir”, gusar Lia. Dia tidak begitu suka ketika bos yang langsung di import dari korea ini mulai disergap rasa panik berlebih. Maka pelampiasannya yaitu kroco level staff seperti Lia ini.

Info tambahan mengenai Lia, she’s still single dan jangan tanya tentang jodoh. Kok orangtua gak nanyain sih? Hampir setahun terakhir ini Lia memutuskan jarang pulang ke rumahnya, karena bosan ditanya kapan kawin.

***

Ditengah analisis data quality outgoing yang sudah membuat kepala mau pecah, ada pesan masuk di handphone yang sudah mulai banyak sarang laba-laba saking sepinya,

“Lia”

Dilan? Ada Apa yah? Lia tersenyum sejenak saat membuka pesan dari sahabat kuliahnya dan memang sudah lama  mereka tidak bertemu karena Dilan bekerja di Jakarta.

“Hey”

“Lagi dimana?”

“Biasa lah. Dimana lagi cuy! Masih terjebak gue di kota penuh polusi pabrik”

“Gue di Cimahi”

What? Dilan di Cimahi. Goodnews.

***

“Lia, draft quality meeting sudah?”

“siap bos! Monggo check dulu emailnya! Hihi”

“oh, udah kirim yaaa.. haha.. sorry sorry”, Pak Fandi, supervisor favorit Lia. Pak Fandi ini sangat berjasa buat Lia karena dari beliau Lia bisa belajar banyak hal yang sebenarnya pekerjaan ini tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan Lia sebelumnya. Namun, Pak Fandi dengan sabar menjadi mentor Lia selama menjadi karyawan baru.

Tiba-tiba ada pesan masuk di handphone Lia,

“Lia.. Meet up yuk hari ini”

“Hmm. You know, gue di bojongsoang, mobil ga ada, pacar ga punya, dan tinggal di daerah pinggiran. Huhu”

“Haha. Oke, kita meet up yaa? Pulang kantor dari Cimahi gue meluncur ke sana ya.”

Lia tersenyum sinis. Mana mungkin ada manusia normal yang mau pergi dari Cimahi ke Bojongsoang hanya untuk sekedar meet up. Belum lagi jarak yang harus ditempuh jauh sekali dan macetnya yang ga akan pernah ada obatnya.

“Lia, dimana?”

“Heh? Seriusan ke sini? Kirain bercanda. Haha”

Dilan, selalu menjadi seseorang paling nyaman buatnya. Pertemuan awal mereka saat tingkat satu, mereka bergabung di sebuah organisasi bidang pengembangan masyarakat. Awal pertemuan mereka, Lia dan Dilan sama-sama mencalonkan menjadi koordinator di divisi yang sama. Dan mereka semakin dekat karena segudang kegiatan sosial yang menjadi projek bersama mereka.

***

Lia selalu senang jika bertemu dengan Dilan, karena pasti ada kejutan yang akan diceritakan oleh masing-masing. Mereka memiliki alasan kenapa momen meet up selalu jadi hal yang paling ditunggu-tunggu. Lia senang disamping Dilan karena selalu mau mendengarkan cerita A-Z yang mungkin tidak bisa diceritakan Lia dengan mudah kepada siapapun. Begitupun Dilan, selalu suka sosok Lia yang selalu riang dan menghangatkan suasana.

“Lia, Gue mau nikah bulan depan”, Dilan memecah keheningan.

“HAH? Bercanda lo HAHAHA”, masih menganggap apa yang diutarakan Dilan itu hanya sekedar candaan.

“Bahkan diri Gue sendiri aja ga percaya kalo bulan depan Gue kawin. Hahaha.”, Dilan menatap keluar mobil, matanya terlihat berkaca-kaca.

Lia memeluk Dilan. “Gue belum pernah tau sih, gimana posisinya jadi lo. Semoga ini bisa membuat lo nyaman ya!”

“Lia, I Love you”

“Ssst.. Just Relax, This is the outside of the world! Haha”, kedip Lia.

Lia menyadari ini akan menjadi pertemuan terakhirnya dengan Dilan. Lia harus melepas Dilan.

Dilan, I Love you too..

Penolakan

Mengahadapi penolakan berkali-kali itu mungkin terlihat biasa. Namun, percayalah rasanya sungguh ga enak. Iya, saya patah hati. Saya hanya bisa tertegun ketika nama saya tidak tertera pada hasil tahap akhir seleksi di suatu perusahaan yang saya inginkan. Tak terasa hangat di pipi mengalir begitu saja ketika saya menyatakan maaf kepada kedua orangtua saya. Karena saya tau ada rasa sedih disana.

Masa seperti ini seperti turning point saya untuk menyatakan bahwa saya tidak boleh kalah dengan keadaan. Saya harus tunjukkan bahwa mereka itu rugi tidak memilih saya karena mereka kehilangan orang cemerlang seperti saya. Haha. Ah, itu hanyalah sisi harga diri saya yang tidak terima menghadapi sebuah penolakan. Klasik.

Bagaimanapun juga, saya hanya ingin membahagiakan dan selalu membuat orangtua saya bangga atas segala hasil usaha saya. Mungkin ini memang bukan jalan yang terbaik buat saya, bahkan bisa jadi saya memang belum siap jika keinginan saya tersebut terkabul dengan seperangkat konsekuensi dan resiko yang akan saya hadapi di masa yang akan datang. Semangat Ayuk!

dp-bbm-allah-memberikan-apa-yang-kita-butuhkan-01

Gambar diambil dari sini